Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehat Wajah

Jerawat Batu; Jerawat kistik

Jerawat batu merupakan bentuk jerawat yang paling parah. Jerawat tersebut mempunyai ukuran yang besar, kemerahan, berisi nanah, dan memberi sensasi nyeri. Jerawat seperti ini membutuhkan penanganan oleh dokter.

Jerawat kistik (cystic acne) sebutan lain dari jerawat batuJerawat ini terbentuk saat bakteri menginfeksi kulit lebih dalam dan menimbulkan sesuatu yang lebih parah dari jerawat biasa. Bila tidak ditangani dengan tepat, jerawat batu bisa menjalar ke kulit sekitarnya dan umumnya meninggalkan bekas luka jerawat.

Jerawat batu (jerawat kistik) sering kali dipersepsikan sama dengan jerawat nodul, yang sebenarya bentuk keduanya berbeda. Jerawat nodul mempunyai tekstur yang lebih keras karena tidak ada cairan di dalamnya, sedangkan jerawat batu terasa lebih lunak karena ada nanah di dalamnya. Namun, keduanya sama-sama membutuhkan penanganan dokter.

Penyebab Jerawat Batu

Munculnya jerawat ketika sel-sel kulit mati dan minyak yang berlebih pada kulit, menyumbat saluran kelenjar minyak (kelenjar sebasea). kemudian sel kulit mati serta minyak, bakteri juga bisa masuk lalu menginfeksi saluran tersebut sehingga terjadi infeksi dan peradangan.

Bila infeksi terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam (lapisan dermis), tumpukan nanah akan membentuk jerawat berbentuk kista.

Terjadinya jerawat batu dipengaruhi oleh banyaknya produksi minyak oleh kelenjar sebasea yang diatur oleh hormon androgen. Hormon tersebut menjadi lebih aktif pada saat memasuki masa pubertas. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi kerja hormon androgen, yaitu:

  • Siklus menstruasi
  • Kehamilan
  • Menopause
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Mengonsumsi obat-obat tertentu, seperti kortikosteroid, lithium, atau obat antikejang

Disamping karena faktor-faktor yang memengaruhi hormon androgen, jerawat batu lebih mudah terjadi karena kondisi berikut:

  • Jenis kulit berminyak
  • Suka mengenakan pakaian yang terlalu ketat
  • Pemakaian produk perawatan kulit yang komedogenik
  • Pengaruh cuaca yang sangat lembap
  • Tidak peduli dengan kebersihan tubuh
  • Stres berat

Jerawat batu bisa dialami oleh siapa saja, namun jerawat batu lebih berisiko terjadi remaja di usia 20 tahun. Selanjutnya, jerawat batu juga lebih rentan dirasakan oleh orang yang mempunyai riwayat jerawat batu dalam keluarganya.

Gejala Jerawat Batu

Jerawat batu mempunyai bentuk yang mirip dengan bisul, tetapi kondisinya sangat berbeda. Di bawah ini adalah beberapa karakteristik jerawat batu:

  • Bentuk berukuran lebih besar dari jerawat biasa dengan diameter 5 mm, berwarna kemerahan, serta berisi nanah
  • Muncul tanda kemerahan pada area kulit di sekitarnya
  • Bentol terasa sakit bila disentuh

Kemunculan jerawat batu lebih sering pada area wajah dan hidung. Akan tetapi, jerawat batu juga bisa muncul di rahang, dada, leher, punggung, bahu, hingga bagian belakang telinga.

Saatnya ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda mempunyai jerawat  dengan ukuran besar yang disertai nyeri serta ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Periksakan diri ke dokter bila jerawat kistik diikuti tanda-tanda komplikasi, seperti nyeri yang berat dan demam.

Untuk diketahui bahwa jerawat batu sulit sekali untuk sembuh hanya dengan penanganan mandiri. Maka dari itu, jerawat batu harus mendapatkan penanganan medis dari dokter. Penanganan oleh dokter juga harus dilakukan untuk menghindari jerawat batu makin parah dan kambuh.

Diagnosis Jerawat Batu

Jerawat batu dapat di diagnosis dengan memulai dari tanya jawab tentang latarbelakang munculnya jerawat batu, latarbelakang penggunaan obat-obatan, juga latarbelakang kesehatan pasien serta keluarganya. Bagi pasien wanita, dokter akan menanyakan mengenai siklus menstruasinya, untuk mengetahui apakah jerawat batu timbul karena perubahan hormon.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan di kulit, khususnya pada area kulit yang tumbuh jerawat batu, dengan menggunakan kaca pembesar. Biasanya, diagnosis akan bisa ditegakkan lewat pemeriksaan fisik tersebut.

Pengobatan Jerawat Batu

Tujuan dari pengobatan jerawat batu adalah untuk menghilangkan jerawat dan meminimalisasi bekas jerawat di wajah. Hal ini dilakukan oleh dokter juga dikombinasikan dengan penanganan sendiri. Dibawah ini adalah beberapa cara pengobatan jerawat kistik.

Penanganan oleh dokter

Jerawat batu biasanya tidak bisa diatasi hanya dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas. Oleh karena itu, dokter dapat meresepkan beberapa obat minum, yaitu:

  • Antibiotik, guna mengatasi infeksi bakteri dan memperkecil peradangan, dan diberikan kepada pasien yang memiliki jerawat kistik di banyak area
  • Kortikosteroid, sebagai pencegah peradangan
  • Retinoid tablet, seperti isotretinoin, guna mengurangi produksi minyak yang berlebih pada kulit, ini umumnya diminum dua kali sehari selama 15 hingga 20 minggu
  • Pil KB atau spironolactone, berguna sebagai pengontrol hormon
  • Injeksi kortikosteroid, guna mengurangi peradangan dan mengempiskan jerawat, yang langsung disuntikkan ke jerawat batu

Dokter juga bisa memberikan obat-obatan dalam bentuk oles, seperti:

  • Asam salisilat, sebagai pembasmi bakteri dan membuang sel kulit mati
  • Nicotinamide, sebagai pengurang peradangan
  • Krim antibiotik, sebagai pembunuh bakteri di kulit
  • Benzoyl peroxideguna mengurangi pertumbuhan bakteri di kulit
  • Isotrtinoin oles, untuk membantu membuang sel kulit mati sehingga pori-pori kulit menjadi lebih bersih

Bila dibutuhkan, dokter dapat melakukan operasi kecil untuk membuka jerawat batu serta mengeluarkan nanah yang ada di dalamnya.

Agar dipahami, obat-obat jerawat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, sebab bisa meningkatkan risiko cacat pada janin.

Apabila jerawat batu telah sembuh, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani beberapa pengobatan untuk menghilangkan bekas jerawat, seperti:

  • Chemical peeling
  • Dermabrasi
  • Laser resurfacing
Perawatan sendiri

Agar proses penyembuhan bisa lebih cepat, pasien disarankan untuk melakukan perawatan sendiri berikut:

  • Bersihkan wajah dua kali sehari atau setelah berkeringat, dengan sabun pembersih wajah yang cocok dengan jenis kulit. Akan tetapi, hindari mencuci wajah terlalu sering.
  • Hindari menggunakan scrub atau produk kulit yang bisa membuat iritasi.
  • Jangan menggunakan spons saat membersihkan wajah.
  • Tidak memencet atau memecahkan jerawat batu.
  • Kurangi terpapar matahari dalam jangka panjang.
  • Menggunakan tabir surya atau sunscreen yang nonkomedogenik setiap hendak keluar rumah, sebab obat jerawat bisa menyebabkan kulit lebih sensitif bila terpapar sinar ultraviolet.
  • Hindari stres.
  • Cukup istirahat.
  • Rutin berolahraga.
  • Hindari konsumsi makanan manis dan berminyak.

Komplikasi Jerawat Batu

Jerawat batu yang pecah bisa menyebabkan komplikasi pada kulit, seperti:

  • Selulitis, yakni infeksi bakteri di kulit dan jaringan di bawahnya
  • Bekas jerawat tidak hilang (bopeng)
  • Ku;it berubah karena terkena jerawat batu

Rasa malu dan kurang percaya diri juga bisa dialami penderita akibat jerawat kistik. Penderita akan menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa kurangnya rasa percaya itu. Bila dibiarkan, hal ini akan menyebabkan penderitanya mengalami gangguan kecemasan atau depresi.

Pencegahan Jerawat Batu

Jerawat batu bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya, seperti berikut:

  • Cuci atau bersihkan wajah setelah bangun tidur atau beraktivitas, dengan menggunakan sabun pembersih wajah yang cocok dengan tipe kulit wajah Anda.
  • Memakai pelembab wajah dengan rutin yang cocok dengan jenis kulit.
  • Hindari menyentuh dan memencet jerawat.
  • Pastikan membersihja riasan wajah sebelum tidur.
  • Pergunakan produk kosmetik yang mengandung bahan nonkomedogenik.
  • Tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi yang lengkap serta seimbang, juga banyak asupan sayuran dan buah-buahan.
  • Kurangi mengonsumsi makanan manis dan berminyak.
  • Keramas rambut secara rutin, sebab rambut yang kotor bisa menimbulkan jerawat.
  • Perbanyak konsumsi air putih.
  • Hindari stres dan cukup tidur.
  • Jangan terlalu sering memakai pakaian yang ketat, terutama saat cuaca panas.
  • Ganti sprei dan sarung bantal dengan rutin.

Apabila timbul jerawat, berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan jerawat secara mandiri.