Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kekurangan Nutrisi

Refeeding Syndrome

Refeeding syndrome atau sindrom refeeding adalah kondisi yang dapat terjadi akibat pemberian terapi nutrisi yang tidak tepat kepada pasien dengan malnutrisi kronis, termasuk kwashiorkor dan marasmus. Jika tidak ditangani, refeeding syndrome bisa menyebabkan kematian.

Malnutrisi bisa mengubah metabolisme tubuh dalam memproses nutrisi. Sebagai contoh, tubuh yang tidak memperoleh karbohidrat dalam jumlah yang cukup untuk diolah menjadi energi akan mengambil simpanan lemak dan protein.

Seiring waktu, kondisi tersebut bisa memengaruhi kadar fosfat, yaitu salah satu jenis elektrolit yang membantu tubuh mengubah glukosa menjadi energi.

Malnutrisi bisa ditangani dengan refeeding, yaitu pemberian nutrisi melalui selang makan atau infus. Namun, jika tubuh penderita menerima nutrisi terlalu cepat, kadar elektrolit dapat menjadi tidak seimbang. Kondisi tersebut bisa mengganggu fungsi organ sehingga penderita berisiko mengalami refeeding syndrome.

Penyebab Refeeding Syndrome

Refeeding syndrome dapat terjadi bila tubuh penderita malnutrisi menerima nutrisi terlalu cepat atau dalam jumlah banyak. Selain itu, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena refeeding syndrome, yaitu:

  • Dalam tiga hingga enam bulan, berat badan akan turun
  • Indeks massa tubuhnya di bawah 18 tahun
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Memiliki kondisi yang dapat menyebabkan malabsorbsi, seperti sindrom usus pendek, cystic fibrosis, dan penyakit radang usus
  • Mengalami gangguan makan, seperti bulimia dan anoreksia nervosa
  • Diabetes yang tidak terkendali
  • Menggunakan terlalu banyak diuretik secera atau antasida
  • Mengalami gangguan metabolisme sebagai akibat dari pengobatan kanker
  • Menjalani pengobatan obesitas kronis melalui diet ekstrem

Gejala Refeeding Syndrome

Sekitar empat hari setelah proses refeeding dimulai, gejala refeeding syndrome biasanya muncul. Tanda-tandanya dapat berupa:

  • Sakit di perut
  • Mengalami mual dan muntah
  • Sakit pada otot
  • Gampang kelelahan atau lesu
  • Bingung
  • Susah bernapas
  • Tensi darah tinggi
  • Kejang
  • Aritmia atau kelainan pada irama jantung
  • Koma
Saatnya ke dokter

Jika Anda atau anggota keluarga Anda mengalami gejala refeeding syndrome, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter. Penting untuk diingat bahwa pemeriksaan dokter harus segera dilakukan untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk.

Diagnosis Refeeding Syndrome

Dokter akan memeriksa pasien untuk tanda vital seperti tekanan darah dan denyut nadi dan menanyakan riwayat kesehatan dan gejalanya untuk mendiagnosis refeeding syndrome. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk mengetahui gejala refeeding syndrome, seperti:

  • Hiperglikemia, atau gula darah tinggi
  • Hipofosfatemia, atau tingkat fosfat yang rendah
  • Hiponatremia, atau rendahnya natrium dalam darah
  • Hipokalemia adalah tingkat kalium yang rendah
  • Hipomagnesemia, atau kekurangan magnesium

Pengobatan Refeeding Syndrome

Dokter akan memberikan perawatan untuk refeeding syndrome sesuai dengan seberapa parah gejala pasien. Mereka akan memberikan perawatan pertama untuk memastikan kondisi pasien kembali stabil. Dokter akan melakukan sesuatu untuk mencegah gejala refeeding syndrome muncul kembali jika kondisi pasien sudah membaik. Dokter di rumah sakit dapat melakukan perawatan berikut:

  • Pemberian nutrisi dengan perlahan, meningkatkan kalori secara bertahap
  • Memberikan cairan infus berdasarkan kondisi pasien

Komplikasi Refeeding Syndrome

Refeeding syndrome adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada penderitanya, seperti kerusakan jantung, otak, atau ginjal, dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Refeeding Syndrome

Salah satu cara untuk mencegah refeeding syndrome adalah dengan mengurangi kemungkinan komplikasi. Dokter dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Mengevaluasi kondisi kesehatan individu yang berisiko mengalami sindrom refeeding
  • Menentukan program refeeding yang sesuai dengan malnutrisi dan masalah kesehatan lainnya
  • Mengawasi penyediaan nutrisi dan cairan kepada individu yang mengalami malnutrisi