Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Vagina

Kanker vagina merupakan kanker yang tumbuh kembang di vagina. Kanker ini adalah kanker yang bermula dari vagina, bukan dari organ lain di sekitar vagina, seperti serviks, rahim, atau indung telur.

Vagina merupakan saluran yang menyambungkan rahim dan leher rahim (serviks) dengan bagian luar tubuh. Saluran tersebut mempunayai fungsi sebagai jalan keluar darah haid (menstruasi) dan jalan keluar bayi ketika bersalin normal.

Kanker vagina adalah kanker yang jarang terjadi serta tidak menimbulkan gejala pada tahap permulaan. Oleh karena itu, kanker vagina tahap awal seringkali terdiagnosis dengan tanpa sengaja pada saat pemeriksaan kesehatan rutin dan pap smear.

Namun, apabila kanker vagina telah memasuki tahap lanjut, akan menimbulkan gejala berupa rasa gatal serta benjolan pada vagina, Sakit pada panggul, serta rasa sakit ketika buang air kecil.

Jenis-Jenis Kanker Vagina

Kanker vagina bisa dibedakan menjadi beberapa tipe dilihat dari jenis sel tempat kanker bermula, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamorsa, yakni jenis kanker vagina yang sering sekali terjadi, yang berawal dari sel-sel tipis dan datar pada permukaan vagina
  • Adenokarsinoma, yakni kanker vagina yang berawal dari sel-sel kelenjar permukaan vagina
  • Melanoma, yakni kanker yang tumbuh pada sel-sel penghasil pigmen (melanosit) di vagina
  • Sarkoma vagina, adalah kanker yang hidup dan berkembang pada sel-sel jaringan penghubung atau sel-sel otot di dinding vagina

Penyebab Kanker Vagina

Munculnya kanker vagina belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Kanker bisa muncul saat sebagian sel-sel tubuh mulai berubah (bermutasi), selanjutnya tumbuh dengan tidak terkendali dan menyerang sel-sel sehat di dekatnya. Sel kanker juga dapat menyebar dan menyerang jaringan tubuh yang lain (metastasis).

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, kebanyakan kasus kanker vagina terkait dengan infeksi virus human papillomavirus (HPV).

Faktor risiko kanker vagina

Faktor-faktor yang diduga berisiko menyebabkan sel normal di vagina bermutasi dan berubah menjadi kanker adalah:

  • Orang dengan usia di atas 60 tahun
  • Memakai hormon estrogen sintetik diethylstilbestrol (DES)
  • Penderita infeksi HPV (human papillomavirus)
  • Telah mengikuti prosedur pengangkatan rahim (histerektomi)
  • Penderita infesksi HIV
  • Menderita kelainan prakanker, seperti vaginal intraepithelial neoplasia (VAIN)
  • Mempunyai kebiasaan merokok
  • Berhubungan seksual di usia dini
  • Berganti-ganti pasangan seksual

Gejala Kanker Vagina

Pada tahap permulaan, kanker vagina tidak memperlihatkan gejala atau tanda tertentu. Akan tetapi, seiring perkembangannya, kanker vagina dapat menyebabkan tanda dan gejala berikut:

  • Vagina mengeluarkan darah yang tidak normal, contohnya ketika atau setelah berhubungan seksual, di luar waktu menstruasi, atau setelah menopause
  • Muncul benjolan pada vagina atau gatal yang tidak kunjung hilang
  • Keputihan mengeluarkan darah, atau encer
  • Vagina bau
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Sembelit
  • Selalu buang air kecil
  • Nyeri panggul

Saatnya ke dokter

Periksaan diri ke dokter bila mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas. Lakukan pemeriksaan panggul dengan rutin jika dokter menyarankan Anda untuk melakukannya. Sebab kanker vagina terkadang tidak bergejala.

Melakukan pemeriksaan sejak dini bisa memastikan penyebab keluhan yang Anda alami. Bila gejala yang dialami adalah kanker sebagai penyebabnya, pengobatan akan bisa segera dilakukan.

Diagnosis Kanker Vagina

Terkadang kanker vagina ditemukan pada saat pasien melakukan pemeriksaan rutin pada area kewanitaannya sebelum muncul gejala atau keluhan.

Untuk mendiagnosis kanker vagina, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien. Kemudian, dokter akan memeriksa bagian luar serta bagian dalam vagina pasien untuk melihat adanya tanda kelainan.

Pemeriksaan bagaian dalam vagina dilakukan dengan pemeriksaan colok vagina dengan menggunakan spekulum untuk membuka saluran vagina.

Selanjutnya, dokter akan meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pap smear, untuk mengangkat sampel dari vagina
  • Kolposkopi, untuk melihat keadaan vagina dan serviks dengan lebih rinci
  • Biopsi, yakni mengambil sampel jaringan yang mengalami kelainan, agar pertumbuhan sel dan jaringan yang abnormal dapat dipastikan
  • Pemindaian menggunakan foto Rontgen, CT scan, MRI, PET scan, sistoskopi dan proctoscopy (endoskopi rektum), untuk mendapati keberadaan serta ukuran kanker, dan seberapa jauh kanker sudah menyebar

Stadium Kanker Vagina

Di lihat dari klasifikasi TNM (tumor, nodul, dan metastasis), kanker vagina bisa dibagi ke dalam 4 stadium, yaitu:

  • Stadium 1
    Pada stadium 1 ini, penyebaran kanker terbatas hanya pada dinding vagina.
  • Stadium 2
    Di stadium 2, kanker yang ada di dinding vagina telah menyebar, namun belum mencapai dinding panggul.
  • Stadium 3
    Stadium tiga, kanker telah menyebar ke rongga panggul dan mulai menghalangi aliran urine sehingga mengakibatkan hidronefrosis.
  • Stadium 4A
    Pada stadium 4A, kanker telah menyebar ke organ lain, seperti anus atau kandung kemih, namun belum sampai ke kelenjar getah bening di panggul atau selangkangan.
  • Stadium 4B
    Di stadium ini, kanker telah menyebar ke organ lain yang areanya jauh dari vagina, seperti paru-paru, hati, atau tulang

Pengobatan Kanker Vagina

Pengobatan kanker vagina bertujuan untuk menghilangkan kanker. akan tetapi, cara yang dilakukan berbeda pada setiap pasien, tergantung dari jenis kanker dan stadium yang di derita. Di bawah adalah penjelasannya:

Radioterapi

Radioterapi adalah metode utama untuk menangani kanker vagina. Ada dua jenis radioterapi, yaitu:

  • Radioterapi eksternal, yakni radioterapi dengan memancarkan sinar radiasi ke vagina serta panggul untuk membunuh sel kanker
  • Radioterapi internal (brachytherapy)yakni radioterapi dengan menanamkan bahan radioaktif pada vagina atau area di sekitarnya. Ini dilakukan untuk menangani kanker vagina stadium awal atau penanganan lanjutan setelah radioterapi eksternal
Operasi

Ada lima jenis operasi untuk menangani kanker vagina, yaitu:

  • Operasi pengangkatan tumor, yakni mengangkat tumor dan sebagian jaringan vagina sehat di sekitarnya
  • Vaginektomi parsial, yaitu mengangkat kanker juga sebagian dari vagina
  • Vaginektomi radikalyakni mengangkat seluruh vagina
  • Vaginektomi dan histerektomi radikal, untuk mengambil seluruh vagina, rahim, indung telur, saluran indung telur, serta kelenjar getah bening di panggul
  • Pelvic exenteration, untuk mengambil jaringan vagina, rektum, indung telur, rahim, kandung kemih, dan usus besar bagian bawah
Kemoterapi

Apabila radioterapi dan operasi tidak bisa mengontrol atau menghilangkan kanker, dokter akan menyarankan kemoterapi. Kemoterapi yakni pemberian obat-obatan untuk membasmi sel kanker dan umumnya dikombinasikan dengan radioterapi.

Selain cara-cara pengobatan di atas, dokter juga bisa mengusulkan pasien melakukan terapi paliatif. Umumnya penderita akan diberikan antinyeri yang ampuh (tramadol), sehingga sakit tidak menghalangi aktivitas dan istirahat pasien.

Terapi paliatif bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala yang diderita. Terapi tersebut juga bisa memberikan semangat dan dorongan terhadap pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.

Komplikasi Kanker Vagina

Pada kanker vagina yang tidak cepat ditangani bisa membesar dan menyebar ke jaringan sekitar vagina. Terlebih lagi, kanker vagina juga bisa menyebar hingga ke organ yang letaknya jauh, seperti paru-paru, hati, dan tulang.

Pencegahan Kanker Vagina

Belum ada cara tepat yang benar-benar bisa mencegah terjadinya kanker vagina. Akan tetapi, ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker vagina, yaitu:

  • Jangan merokok
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual
  • Melakukan pemeriksaan kandungan dan pap smear secara rutin
  • Vaksinasi HPV
  • Jangan berhubungan seksual di usia dini
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual