Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma merupakan kanker yang menyerang sel melanosit di mata. Sel melanosit berguna memproduksi melanin, yaitu pigmen yang menghasilkan warna pada kulit, rambut, dan mata.

Penyakit kanker mata melanoma adalah jenis kanker yang jarang terjadi (langka). Namun, kanker ini adalah jenis kanker mata primer yang paling sering terjadi. Kanker mata primer merupakan kanker mata yang berasal dari sel-sel di mata itu sendiri, tidak kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain.

Kanker mata melanoma biasanya menyerang jaringan uvea yang terdiri dari iris (selaput pelangi), badan siliar, dan koroid. Penyakit kanker mata melanoma yang terjadi di uvea disebut juga dengan melanoma intraokular.

Penyakit ini sulit terdeteksi karena jarang memberikan gejala spesifik pada stadium awal. Akan tetapi, dalam tahap lanjut, perkembangan sel kanker dapat menyebabkan gangguan penglihatan, timbulnya floaters, bahkan kebutaan.

Penyebab Kanker Mata Melanoma

Penyebab terjadinya kanker mata melanoma dari mutasi atau perubahan genetik pada sel melanosit. Mutasi ini mengakibatkan sel-sel melanosit tumbuh secara tidak terkendali serta merusak sel serta jaringan di sekitarnya.

Dari ukurannya, kanker mata melanoma bisa dibagi menjadi tiga kategori, antara lain:

  • Kecil, jaringan memiliki lebar 5–16 mm serta ketebalannya sampai dengan 1–3 mm
  • Sedang, pabila jaringan melanoma memiliki lebar tidak lebih dari 16 mm dengan ketebalan sekitar 3–8 mm
  • Besar, bila lebar jaringan melanoma lebih dari 16 mm atau ketebalannya lebih dari 8 mm

Penyebab utama terjadinya mutasi gen ini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada faktor serta kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mata melanoma, seperti:

  • Kulit putih
  • Usia lanjut
  • Mempunyai keluarga yang [ernaj mendrita kanker mata melanoma
  • Memiliki warna mata cerah, seperti biru, hijau, atau abu-abu
  • Selalu terekspos sinar matahari atau sinar ultraviolet, misalnya terlalu sering menggunakan lampu ultraviolet (sunbed) sebagai penggelap kulit (tanning)
  • Mengalami masalah kulit tertentu, seperti dysplastic nevus syndrome, yakni kondisi ketika tahi lalat tumbuh  terlalu banyak dan menyebar di berbagai bagian tubuh
  • Menderita nevus of Ota atau oculodermal melanocytosis, yakni koeadaan berlebihan melanosit pada jaringan sehingga terjadi hiperpigmentasi (lebih gelap atau muncul bercak coklat) di mata, termasuk bagian uvea

Selain beberapa hal yang telah disampaikan di atas, terlalu sering main gadget jenis ponsel juga jenis pekerjaan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mata melanoma. Contohnya adalah tukang las. Akan tetapi, hubungan dan keterkaitan keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Gejala Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma bisa menyerang bagian mata kanan atau kiri, termasuk lapisan terluar mata (konjungtiva). Akan tetapi, kanker ini paling sering menyerang bagian uvea mata yang berupa jaringan iris, badan siliaris, dan jaringan koroid.

Kebanyakan kanker mata melanoma yang tumbuh di bagian uvea cenderung tidak kelihatan sehingga sukar untuk terdeteksi. Umumnya, kanker mata melanoma akan memperlihatkan gejala bila sudah berkembang ke tahap lanjut.

Gejala kanker mata melanoma bisa beragam. Kondisi tersebut tergantung dari lokasi serta ukuran kanker, apakah pertumbuhan sel kanker sudah memengaruhi retina. Kebanyakan, beberapa gejala yang menandakan kanker mata melanoma adalah:

  • Pandangan mulai terganggu, kabur, buram, atau tidak bisa melihat
  • Penglihatan pada tepi menghilang
  • Keluar bintik hitam di iris yang terlihat makin membesar
  • Timbul sensasi seperti killatan cahaya atau debu kecil (floaters)
  • Seperti ada bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan
  • Keluar benjolan di kelopak mata dan terus semakin membesar
  • Mata sebelah terlihat lebih menonjol
  • Bentuk pupil berubah

Pada tahap berikutnya, kanker mata melanoma dapat menimbulkan rasa nyeri di sekitar mata. Namun, kondisi ini terjadi bila kanker telah menyebar ke organ lain.

Saatnya ke dokter

Gejala atau tanda-tanda kanker mata melanoma sering kali tidak menunjukkan apa pun di awal perkembangannya. Hali ini umumnya diketahui ketika penderita memeriksakan mata pada keluhan atau penyakit yang lain.

Periksakan diri ke dokter bila muncul gejala seperti di atas. Gejala kanker mata melanoma bisa saja menyerupai seperti keluhan medis lain. Pemeriksaan sedini mungkin akan bisa memastikan penyebab keluhan yang Anda alami.

Secepatnya ke dokter bila Anda tidak bisa melihat secara mendadak. Kondisi itu bisa saja menandakan adanya kondisi yang berbahaya.

Diagnosis Kanker Mata Melanoma

Untuk mendiagnosis keluhan yang dialami pasien, dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan, juga riwayat pekerjaan.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi mata pasien. Dalam pemeriksaan mata, bisa saja dokter akan meneteskan obat pada mata untuk memperbesar pupil. Hal tersebut dimaksudkan agar dokter dapat melihat seluruh bagian mata.

Kemudian, pemeriksaan mata akan dilakukan dengan bantuan berbagai alat, seperti:

  • Oftalmoskopi, untuk mengecek bagian dalam mata, termasuk retina dan saraf optik
  • Silt-lamp biomicroscopy, untuk melihat retina, saraf optik, serta bagian lain di mata menggunakan pancaran sinar dan mikroskop yang khusus digunakan untuk mata
  • Gonioskopi, untuk mengecek pertumbuhan kanker di area yang sulit dilihat, sekalian untuk mengecek ada tidaknya penyumbatan di tempat keluarnya cairan mata

Bila diperlukan, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan pendukung sepeti berikut untuk memastikan kondisi mata dan penyebaran kanker:

  • Pemindaian menggunakan USG mata, CT scan, PET scan, dan MRI, untuk mengecek kondisi bagian dalam mata juga untuk melihat penyebaran kanker mata
  • Angiografi mata, untuk menggambarkan kondisi pembuluh darah mata, juga mengetahui keberadaan tumor
  • Bopsi mata, untuk menemukan sel kanker dengan mengambil sampel jaringan mata
  • Ocular coherence tomography (OCT), agar dapat diketahui kondisi mata dengan menggunakan gelombang cahaya

Kanker mata melanoma bisa dikategorikan sebagai kanker stadium lanjut bila sudah menjalar ke jaringan lain di sekitar mata dan saraf optik. Selain di sekitar mata, penyakit ini juga bisa menjalar ke bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening dan hati.

Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Untuk melakukan pengobatan kanker mata melanoma akan sangat tergantung dari lokasi, ukuran, stadium, usia serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Bila melanoma masih berukuran kecil dan tidak menyebar, dokter hanya melakukan pengamatan dengan meminta pasien untuk kontrol rutin.

Namun jika melanoma tumbuh dengan cepat, dokter akan memberikan pengobatan dengan metode pengobatan seperti berikut:

Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan melanoma di mata. Jenis operasi yang dilakukan tergantung dari ukuran dan gejala kanker. Bila kanker berukuran kecil, operasi yang dilakukan adalah dengan mengangkat jaringan kanker dan sedikit jaringan sehat di sekeliling kanker.

Jenis-jenis operasi yang biasa dilakukan, adalah:

  • Iridektomi yakni pengangkatan sebagian iris
  • Iridosiklektomi, adalah operasi pengangkatan iris dan badan siliaris
  • Sclerouvectomy atau endoreseksi, yakni proses pengangkatan tumor dengan mengangkat sesedikit mungkin bagian lain di mata

Pada kanker yang berukuran besar, operasi dilaksanakan untuk mengangkat seluruh bola mata (enukleasi). Operasi tersebut dapat diikuti dengan pemasangan bola mata palsu (prostetik) untuk memperbaiki tampilan pada mata.

Radioterapi

Radioterapi adalah dengan menembakkan sinar radiasi berenergi tinggi ke jaringan kanker. Umumnya radioterapi dilakukan untuk mengatasi kanker mata berukuran sedang.

Jenis radioterapi yang biasa digunakan untuk menangani kanker mata melanoma adalah brachytherapy dan stereotactic radiotherapy.

Krioterapi

Krioterapi adalah cara membekukan jaringan kanker di mata sehingga rusak dan mati.

Terapi penyinaran

Terapi jenis ini menggunakan sinar dengan frekuensi tertentu. Misalnya termoterapi yang menggunakan sinar inframerah.

Terapi penyinaran bisa digabungkan juga dengan terapi lain, terutama radioterapi.

Komplikasi Kanker Mata Melanoma

Bila tidak ditangani dengan benar, kanker mata melanoma bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti:

  • Glaukoma
  • Metastasis, yakni kanker menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kulit, hati, tulang, dan paru-paru
  • Ablasi retina
  • Kebutaan permanen

Pencegahan Kanker Mata Melanoma

Penyebab pasti kanker mata melanoma masih belum diketahui. Akan tetapi, Anda dapat menghindari faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, misalnya dengan:

  • Menjauhkan paparan sinar ultraviolet secara berlebihan, misalnya dengan mengenakan kacamata pelindung ketika sednag melakukan terapi dengan lampu ultraviolet (sunbed), atau memakai kacamata hitam pada saat beraktivitas di bawah terik matahari
  • Memakai alat pelindung mata ketika melakukan kegiatan yang berisiko mencederai atau membahayakan mata