Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan kanker yang berawal dari kandung kemih karena pertumbuhan sel-sel abnormal. Gejala kanker kandung kemih biasa ditemui dengan adanya darah dalam urine.

Kandung kemih merupakan organ yang berada di tengah-tengah perut bagian bawah. Organ tersebut berfungsi sebagai penampung urine sebelum dibuang dari tubuh lewat saluran yang disebut uretra.

Penyakit terjadi saat sel-sel di dalam kandung kemih tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk sel kanker. Bila terus tumbuh, sel kanker akan menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih, atau ke organ lain yang lebih jauh, seperti hati, tulang, dan paru-paru.

Jenis Kanker Kandung Kemih

Berdasarkan dari lokasi kanker yang tumbuh, kanker kandung kemih dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:

  • Jenis urothelial carcinoma
    Urothelial carcinoma merupakan jenis kanker kandung kemih yang paling sering terjadi. Urothelial carcinoma berawal di sel urothelial, yakni sel yang meliputi bagian dalam kandung kemih.
  • Squamous cell carcinoma
    Jenis squamous cell carcinoma berawal dari sel-sel skuamosa berbentuk pipih dan tipis yang muncul di lapisan kandung kemih. Jenis kanker kandung kemih seperti ini terjadi bila kandung kemih mengalami iritasi berkesinambungan, misalnya akibat penggunaan kateter urine dalam waktu yang lama atau infeksi kandung kemih berulang.
  • Adenocarcinoma
    Adenocarcinoma hidup di sel glandular, yakni sel di dalam kelenjar penghasil lendir di kandung kemih. Jenis adenocarcinoma terjadi bila kandung kemih mengalami peradangan dalam jangka panjang.

Penyebab Kanker Kandung Kemih

Penyakit kanker kandung kemih Penyebab utamanya adalah perubahan (mutasi) pada sel-sel di dalam kandung kemih. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tersebut bertumbuh dengan tidak terkendali dan membentuk sel kanker yang bisa menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain.

Belum diketahui dengan pasti apa yang penyebab sel-sel tersebut bermutasi menjadi sel kanker. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kandung kemih, yaitu:

  • Laki-laki
  • Dengan usia di atas usia 55 tahun
  • Mempunyai kebiasaan merokok
  • Mempunyai riwayat kanker pada keluarga atau pada diri sendiri
  • Sering terpapar bahan kimia, seperti arsenik atau bahan kimia yang digunakan pada industri pembuatan kulit, karet, tekstil, dan cat, seperti aniline dyes, benzidine, xenylamine, o-toluidine, 4-aminobiphenyl, serta 2-naphthylamine
  • Telah pernah menjalani radioterapi untuk mengatasi kanker yang terjadi di dekat kandung kemih, seperti kanker usus
  • Pernah juga menjalani kemoterapi dengan obat cisplatin atau cyclophosphamide
  • Terlalu awal menhdapai menopause, yakni di bawah usia 45 tahun
  • Memakai kateter urine denga masa yang lama
  • Sakit infeksi saluran kemih dan batu kandung kemih menahun
  • Menderita skistosomasis yang di biarkan
  • Menderita diabetes tipe 2

Gejala Kanker Kandung Kemih

Biasanya gejala yang paling sering terjadi pada penderita kanker kandung kemih adalah adanya darah dalam urine (hematuria) yang membuat warna urine menjadi kemerahan atau kecokelatan.

Gejala lain yang bisa dirasakan penderita kanker kandung kemih adalah:

  • Selalu buang air kecil pada malam hari
  • Intensitas buang air kecil makin meningkat
  • Tidak mampu menahan buang air kecil (inkontinensia urine)
  • Sakit atau serasa terbakar ketka buang air kecil
  • Merasa ingin buang air kecil dengan tiba-tiba

Bila kanker kandung kemih terus berkembang dan menjalar ke bagian tubuh lain, gejala yang timbul akan semakin beragam, seperti:

  • Terasa nyeri pada panggul
  • Tubuh gampang lelah
  • Tidak nafsu makan
  • Berat tubuh menurun
  • Pembengkakan pada tungkai
  • Terasa nyeri tulang

Saatnya ke dokter

Secepatnya pergi ke dokter bila Anda atau keluarga Anda mengalami gejala di atas, terutama bila Anda menduga ada darah dalam urine.

Untuk jadi catatan: Adanya darah dalam urine bukan berarti menandakan kanker kandung kemih, namun bisa juga akibat cystitis, infeksi ginjal, batu ginjal, pembesaran kelenjar prostat, atau urethritis (peradangan pada uretra).

Maka dari itu, penting bagi Anda memeriksakan diri ke dokter apabila mendapati darah dalam urine. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan agar penyebabnya segera diketahui dan ditangani dengan tepat.

Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Untuk melakukan diagnosis pada kanker kandung kemih, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien, riwayat kesehatan serta keluarga pasien, apakah pasien pernah terpapar zat kimia yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker kandung kemih.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mengetahui keberadaan benjolan sebagai penanda kanker.

Apabila ada dugaan kanker kandung kemih, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Uji sitologi urine, agar keberadaan sel-sel kanker di dalam sampel urine pasien dapat ditemukan
  • Pemindaian menggunakan MRI, CT scan, atau foto Rontgen yang dilengkapi zat kontras, untuk melihat kondisi kandung kemih
  • Penggunaan sistoskopi, untuk melihat keadaan kandung kemih dengan selang kecil berkamera
  • Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan dari kandung kemih, untuk mendapati sel-sel kanker pada sampel jaringan yang diambil

Kemudian, setelah pasien telah dipastikan terkena kanker kandung kemih, dokter akan memastikan stadium atau tingkat keparahan kondisi. Hal tersebut akan membantu dokter dalam menentukan pola pengobatan yang tepat.

Terdapat 5 jenis stadium kanker kandung kemih, berikut ini adalah penjelasannya:

  • Stadium 0
    Kanker masih di satu tempat atau belum menyebar melewati lapisan kandung kemih.
  • Stadium I
    Kanker sudah melewati lapisan kandung kemih, namun belum sampai ke lapisan otot di kandung kemih.
  • Stadium II
    Kanker sudah menyebar sampai ke lapisan otot di kandung kemih.
  • Stadium III
    Kanker telah menjalar pada jaringan sekitar kandung kemih.
  • Stadium IV
    Kanker sudah menjalar ke organ lain di sekitar kandung kemih, seperti hati, paru-paru, kelenjar getah bening, bahkan tulang.

Pengobatan Kanker Kandung Kemih

Untuk melakukan pengobatan kanker kandung kemih, dokter akan memastikan semua jenis kanker, stadium, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukana dalah:

  1. Imunoterapi
    Imunoterapi merupakan pemberian obat atau vaksin untuk menolong sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker. Metode ini dapat dilakukan dengan menyuntikkan vaksin langsung ke kandung kemih (intravesikal).Vaksin yang dipakai pada imunoterapi kanker kandung kemih adalah vaksin BCG yang biasa digunakan untuk mencegah tuberkulosis (TB). Vaksin tersebut dapat menarik sel-sel kekebalan tubuh ke kandung kemih untuk melawan sel kanker.
  2. Kemoterapi
    Kemoterapi yakni pemberian dua obat atau lebih untuk membasmi sel kanker. Mirip seperti imunoterapi, obat kemoterapi dapat disuntikkan langsung ke kandung kemih atau lewat pembuluh darah vena.Obat yang biasa diberikan dalam kemoterapi kanker kandung kemih adalah kombinasi antara cisplatin dengan methotrexate atau vinblastin.
  3. Radioterapi
    Radioterapi atau terapi radiasi adalah untuk membasmi sel kanker menggunakan bantuan sinar radiasi tingkat tinggi, seperti sinar X dan proton. Dalam beberapa kasus, radioterapi dapat dikombinasikan dengan kemoterapi atau dilakukan setelah operasi pengangkatan sel kanker.
  4. Operasi

Jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kandung kemih antara lain:

  • Transurethral resection of bladder tumor (TURBT), yakni pengangkatan kanker dengan kawat khusus atau resectoscope
  • Kistektomi parsial, yakni pengangkatan sebagian kandung kemih yang telah terkena sel kanker
  • Kistektomi radikal, yakni pengangkatan seluruh kandung kemih serta sebagian organ di sekitarnya

Komplikasi Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih bisa menyebar ke organ lain di sekitarnya, seperti kelenjar getah bening di panggul, hati, paru-paru, juga tulang. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah:

  • Anemia atau kurang darah
  • Tidak dapat ereksi pada pria
  • Penurunan seksual pada wanita
  • Inkontinensia urine atau tidak terkontrolnya keinginan buang air kecil
  • Terjadi pembengkakan ginjal dan ureter (hidronefrosis)
  • Uretra menyempit (stiktur uretra)

Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Seperti yang telah dijelaskan di atas, belum ditemukan penyebab kanker kandung kemih. Maka dari itu, penyakit ini sulit untuk dicegah.

akan tetapi, risiko terserang kanker kandung kemih dapat diminimalisir dengan menjalani pola hidup sehat, seperti:

  • Berhenti merokok (bagi perokok) serta jauhi paparan asap rokok.
  • Hindari paparan kimia, dengan cara melindungi diri dengan alat pengaman serta mengikuti prosedur keselamatan di lingkungan kerja.
  • Tidak minum dan mandi dengan air sungai atau danau, untuk mencegah skistosomiasis yang bisa berkembang menjadi kanker kandung kemih.
  • Minum air dengan cukup
  • Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan.
  • Berlahraga dengan rutin untuk menjaga kesehatan tubuh.