Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Jantung

Kanker jantung merupakan benjolan yang timbul karena adanya pertumbuhan sel kanker di serambi atau bilik jantung. Hal ini bisa berakibat pada gagal jantung, perikarditis, atau aritmia. Kanker jantung juga bisa menyebar ke organ lain di luar jantung.

Jantung merupakan dari jaringan ikat dan sel otot yang tidak berubah dengan cepat. Kondisi ini menyebabkan kanker yang benar-benar berasal dari jantung (kanker jantung primer) jarang sekali terjadi. Meski demikian, tidak jarang jantung terkena kanker yang berasal dari organ lain (metastasis) atau yang biasa disebut dengan kanker jantung sekunder.

Jenis Kanker Jantung

Di bawah ini adalah contoh jenis kanker jantung primer yang bisa terjadi:

1. Cardiac angiosarcoma
Cardiac angiosarcoma berawal pada serambi jantung bagian kanan. Kanker jenis ini tumbuh sangat cepat dan berisiko sekali menyebar ke bagian lain di jantung atau tubuh.

2. Cardiac rhabdomyosarcoma
Cardiac rhabdomyosarcoma berawal pada serambi kanan jantung, namun juga bisa berkembang di serambi kiri jantung serta bilik jantung. Benjolan yang keluar akibat kanker jenis ini lama-kelamaan akan mengisi ruangan jantung dan merintangi aliran darah.

3. Pericardial mesothelioma
Pericardial mesothelioma adalah jenis kanker jantung yang bisa menyebar ke tulang belakang, jaringan lunak di dekatnya, ataupun ke otak. Kondisi ini bisa menyebabkan tamponade jantung.

4. Primary lymphoma
Umumnya primary lymphoma menyerang orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang menderita HIV atau AIDS. Jenis kanker jantung yang jarang sekali terjadi ini cenderung tumbuh dengan cepat. Hal tersebut nisa menyebabkan gagal jantung, aritmia, atau tamponade jantung.

Kanker jantung sekunder jauh lebih sering terjadi di banding kanker jantung primer. Pemicu kanker jantung sekunder adalah kanker dari organ lain, yakni organ yang jauh maupun dekat dari jantung. Pemicu kanker jantung sekunder yang paling banyak adalah:

  • Kanker kulit melanma
  • Kanker paru-paru
  • Kanker payudara
  • Kanker esofagus
  • Kanker kolorektal
  • Leukemia

Penyebab Kanker Jantung

Biasanya kanker terjadi karena sel mengalami perubahan sehingga sel tersebut tumbuh tanpa terkendali. Penyebab pasti kanker jantung sendiri belum diketahui. Akan tetapi, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, seperti:

  • Laki-laki
  • Berumur 30–50 tahun
  • Mempunyai kebiasaan merokok
  • Menderita HIV atau AIDS
  • Riwayat keluarga yang juga menderita kanker jantung
  • Pernah mengalami paparan sinar radiasi
  • Memiliki kebiasaan mengonsusmsi minuman beralkohol secara berlebihan

Gejala Kanker Jantung

Umumnya gejala kanker jantung terjadi adalah gagal jantung secara tiba-tiba. Gejala tersebut meliputi:

  • Napas sesak napas ketika sedang beraktivitas atau bahkan hanya mengerjakan sesuatu yang ringan
  • Mudah lelah
  • Kesulititan bernapas saat sedang berbaring
  • Merasa seperti tercekik
  • Dada sesak atau berat
  • Aritmia dan jantung berdetak cepat
  • Sakit dada
  • Pingsan
  • Kaki bengkak, tungkai, pergelangan kaki, atau perut
  • Pembuluh darah di leher membesar
Saatnya ke dokter

Periksakan diri ke dokter bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas. Lakukan pemeriksaan rutin juga bila Anda mempunyai faktor risiko yang telah disebutkan di atas, terutama jika ada anggota keluarga yang juga menderita kanker jantung.

Diagnosis Kanker Jantung

Dalam melakukan diagnosis kanker jantung, dokter akan menanyakan pasien seputar gejala, riwayat kesehatan serta keluarganya. Selanjutnya, diteruskan dengan pemeriksaan fisik.

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa tes penunjang berikut untuk menegakkan diagnosis kanker jantung:

  • Ekokardiografi, guna  menemukan ukuran dan lokasi benjolan
  • Elektrokardiogram, untuk mengetahui aritmia dan kerusakan pada otot jantung
  • Pemindaian menggunakan CT scan dan MRI, agar dapat memastikan ukuran, lokasi, dan karakteristik lain dari benjolan
  • Rontgen dada, guna melihat pembesaran jantung atau edema paru
  • Kateterisasi jantung, untuk mengecek apakah pembuluh jantung mengalami penyempitan
  • Biopsi, untuk menemukan jenis kanker yang terjadi pada jantung

Pengobatan Kanker Jantung

Untuk mengobati kanker jantung, akan tergantung pada lokasi dan ukuran benjolan, juga faktor lain, seperti kesehatan dan usia pasien. Ada beberapa perlakuan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menangani kanker jantung, yaitu:

  • Kemoterapi atau terapi radiasi, berfungsi untuk mengecilkan benjolan dan meringankan gejala kanker jantung
  • Operasi, untuk membersihkan kanker yang menutupi ruang jantung serta aliran darah
  • Transplantasi jantung, mengganti organ jantung yang sakit dengan jantung yang sehat dari pendonor. Hal ini dilakukan bila pilihan lain sudah tidak memungkinkan

Komplikasi Kanker Jantung

Kanker jantung bisa mempengaruhi kinerja jantung penderitanya. Hal ini berakibat pada beberapa masalah yang berisiko mengancam jiwa. Di bawah ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin muncul akibat kanker jantung:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Gagal jantung yang berat
  • Pernapasan terganggu
  • Tamponade jantung
  • Perikarditis

Penyebaran kanker jantung juga bisa masuk ke bagian tubuh yang lain, namun paling sering menyebar ke sistem saraf, seperti tulang belakang atau otak. Selain itu, kanker jantung juga bisa menyebar ke organ paru-paru.

Gejala juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain bisa meliputi:

  • Sakit punggung menahun
  • Mengalami gangguan ingatan
  • Batuk darah

Pencegahan Kanker Jantung

Kanker jantung sulit untuk dicegah, karena penyebab yang pasti belum diketahui. Akan tetapi, pada umumnya kanker jantung disebabkan oleh penyebaran kanker dari tempat lain, ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ini, misalnya:

  • Berhenti atau tidak merokok
  • Mengurangi kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari
  • Menghindari paparan radiasi atau menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standard bila beraktifitas di sekitar radiasi
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Melakukan vaksin HPV guna mencegah kanker serviks
  • Memantau kondisi kesehatan sendiri, misalnya dengan melakukan SADARI atau mengamati perubahan tahi lalat, dan berkonsultasi dengan dokter jika ada perubahan yang mencurigakan