Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak, Kanker

Kanker Bibir

Kanker bibir merupakan salah satu jenis kanker mulut yang terjadi pada saat sel abnormal berkembang dan tumbuh dengan tidak terkendali di bibir. Gejala awal kanker bibir yang tidak dipedulikan oleh si penderita karena terlihat tidak serius, terjadi seperti bibir pecah-pecah atau sariawan.

Biasanya kanker bibir terjadi bermula di kulit bibir, baik bibir area luar maupun bagian dalam yang tersambung dengan rongga mulut. Jenis kanker yang biasanya memicu kanker bibir adalah karsinoma sel skuamosa.

Jenis kanker bibir ini dapat menyebar dengan cepat. Oleh sebab itu, dibutuhkan penanganan secepatnya agar kondisi penderita tidak makin parah. Bila ditangani dengan cepat, kanker bibir mempunyai peluang kesembuhan yang tinggi.

Penyebab Kanker Bibir

Belum diketahui secara pasti penyebab kanker bibir. BIasanya, kanker berawal ketika DNA sel mengalami perubahan atau bermutasi. Perubahan ini menjadikan sel tumbuh secara tidak terkendali sehingga menjadi sel kanker. Sel kanker ini juga bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke area tubuh lain lewat darah atau cairan limfatik.

Faktor risiko kanker bibir

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker bibir adalah:

  • Orang dengan jenis kelamin laki-laki
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Merokok
  • Orang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Kebanyakan terpapar sinar matahari
  • Menderita infeksi HPV
  • Mempunyai sistem imun yang lemah
  • Sering mengalami luka berulang di bibir, misalnya karena tusuk gigi atau tergigit

Gejala Kanker Bibir

Gejala awal kanker bibir biasanya berupa luka. Keadaan ini sering dianggap sebagai gejala penyakit lain yang tidak berbahaya, misalnya sariawan atau luka karena tergigit ketika makan. Akan tetapi, luka yang diakibatkan oleh kanker bibir biasanya tidak juga sembuh malah makin bertambah parah.

Gejala-gejala lain dari kanker adalah:

  • Luka yang sembuh-sembuh atau makin membesar
  • Tumbuh benjolan (tumor) atau area bibir tertentu terjadi penebalan
  • Warna bibir berubah, misalnya muncul bercak merah atau putih di bibir
  • Muncul area berwarna pucat pada bibir yang terlihat seperti bekas luka
  • Bercak di bibir yang mengelupas atau terasa gatal
  • Mengeluarkan darah, nyeri, dan mati rasa di area bibir
  • Rahang bengkak
Kapan harus ke dokter

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera ke dokter, Khususnya jika memiliki salah satu dari faktor risiko kanker bibir. Selanjutnya, lakukan kontrol rutin ke dokter gigi untuk merawat kebersihan gigi dan mulut. Tindakan ini, akan mengurangi risiko terjadinya kanker bibir.

Diagnosis Kanker Bibir

Dalam melakukan diagnosis kanker bibir, dokter akan menanyakan kepada pasien beberapa hal, seperti berikut:

  • Gejala yang dirasakan
  • Penyebab luka di bibir
  • Riwayat penyakit pasien
  • Kebiasaan merokok atau kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Obat-obatan yang sedang maupun yang pernah dikonsumsi atau terapi yang sedang dijalani

Setelah sesi wawancara, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik guna melihat tanda-tanda kanker pada bibir, setelah itu, dilanjutkan dengan beberapa tes berikut:

  • Uji darah lengkap, guna melihat keberadaan sel kanker
  • Biopsi, untuk menetapkan keberadaan sel kanker di jaringan bibir
  • CT scan, PET scan, dan MRI, untuk memastikan apakah terjadi penyebaran kanker
  • Endoskopi, untuk menemukan penyebaran kanker bibir ke mulut atau saluran pencernaan yang lebih jauh

Pengobatan Kanker Bibir

Pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kanker bibir adalah:

  • Operasi, dengan cara mengangkat sel kanker dan memperbaiki bentuk bibir bila tumor berukuran besar
  • Terapi radiasi, untuk membunuh sel kanker menggunakan X ray
  • Kemoterapi, untuk membasmi sel kanker dengan obat-obatan, bisa dalam bentuk minum atau infus
  • Terapi obat target, guna mematikan sel kanker tanpa mengganggu sel-sel tubuh yang sehat
  • Imunoterapi, untuk menaikkan sistem kekebalan tubuh pasien dalam melawan sel kanker

Pengobatan di atas bisa dilakukan masing-masing atau digabungkan antara satu dengan yang lain. Untuk kanker bibir yang telah menyebar luas atau sulit untuk diobati, pengobatan yang dilakukan umumnya hanya untuk meringankan gejala, biasanya dengan kemoterapi atau imunoterapi.

Komplikasi Kanker Bibir

Berbagai komplikasi yang akan terjadi karena kanker bibir adalah:

  • Bentuk bibir berubah yang mengubah penampilan
  • Makan mengalami kesulitan, bila kanker telah besar atau menyebabkan luka yang nyerinya tidak tertahankan
  • Kanker menyebar ke mulut atau saluran pencernaan yang lebih jauh
  • Kanker menyebar ke kelenjar getah bening atau saraf
  • Mengalami gangguan emosional dan psikologis, seperti depresi

Komplikasi juga bisa timbul karena pengobatan kanker bibir, seperti:

  • Tubuh gampang lelah
  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok
  • Anemia
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Mudah mengalami infeksi

Pencegahan Kanker Bibir

Untuk mengurangi risiko terkena kanker bibir, Anda bisa melakukan beberapa hal tips seperti:

  • Jangan merokok
  • Mungurangi kebiasaan minum alkohol
  • Memakai pelembap bibir yang mengandung SPF
  • Melakukan vaksin HPV
  • Jangan melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan atau tidak menggunakan kondom
  • Periksakan gigi secara berkala ke dokter gigi
  • Membersikan gigi dan mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari
  • Istirahat dan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, juga rutin berolahraga guna mempertahankan sistem imun tubuh