Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi

Infeksi Jamur

Infeksi jamur merupakan penyakit yang dipicu oleh jamur. Penyakit ini bisa menular antarmanusia, dari hewan yang terpapar, atau benda yang telah terkontaminasi jamur. Walaupun biasanya terjadi di kulit, infeksi jamur juga dapat menyerang paru-paru atau otak.

Ada beberapa spesies jamur yang bisa hidup di kulit juga organ dalam tubuh manusia. Untuk tubuh yang sehat, jamur tersebut umumnya tidak menimbulkan penyakit. Jamur akan menginfeksi bila kebersihan tubuh tidak terjaga.

Akan tetapi, bagi orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang menderita diabetes, HIV/AIDS, pasien kemoterapi, atau pasien yang baru melakukan peoses transplantasi organ, jamur dapat mengakibatkan infeksi serius.

Penyebab serta Gejala Infeksi Jamur

Infeksi jamur dibagi dalam beberapa jenis, dari jenis jamur penyebabnya. Setiap jenis infeksi bisa ditemukan dengan gejala yang berbeda. Berikut ini gejala yang menyertai dan jenis infeksi jamur:

Kurap

Kurap atau tinea adalah infeksi kulit karena jamur Microsporum,Epidermophyton, dan Trichophyton. Umumnya jamur ini hidup di tanah. Seseorang dapat terinfeksi jika kontak langsung dengan penderita kurap ataupun hewan atau benda yang terkena jamur ini.

Kurap bisa muncul di kulit kepala, wajah, janggut, tangan, sela-sela jari kaki, maupun selangkangan.

Gejala kurap yang bisa tampak pada kulit antara lain:

  • Gatal
  • Ruam mirip cincin
  • Kulit kemerahan, bersisik, juga pecah-pecah
  • Rambut rontok
Infeksi Jamur Kuku

Infeksi jamur kuku muncul saat jamur di kuku tumbuh sangat masif. Jenis jamur penyebab infeksi jamur kuku serupa dengan jamur penyebab kurap.

Infeksi jamur kuku bisa menyerang siapa saja, namun lebih sering dialami oleh penderita diabetes, lansia, pengguna kuku palsu, serta orang yang menderita cedera kuku. Gejala infeksi jamur kuku meliputi:

  • Warna berubah menjadi kuning, cokelat, atau putih
  • Posisi kuku jadi berubah, terasa longgar dari dasar kuku
  • Kuku menebal dan rapuh, ditambah bau
Candidiasis

Candidiasis dipicu oleh infeksi jamur Candida. Penyebab infeksi ini akibat kurangnya kebersihan diri, sering mengenakan pakaian ketat, serta daya tahan tubuh melemah karena kondisi tertentu, seperti diabetes, obesitas, atau penyakit autoimun.

Tergantung dari bagian tubuh yang terinfeksi, gejala candidiasis antara lain:

  • Munculnya bercak putih yang terasa nyeri di dalam mulut atau kerongkongan
  • Kulit pecah-pecah di ujung bibir
  • Vagina terasa nyeri dan gatal yang disertai keputihan
  • Ruam kulit disertai rasa panas
Infeksi Candida auris

Seperti namanya, infeksi ini diakibatkan oleh jamur Candida auris. Berbeda denagn jamur Candida lain, Candida auris tahan dari obat antijamur yang umum digunakan untuk mengobati candidiasis. Umumnya infeksi Candida auris menyerang pasien yang dirawat dalam waktu jangka panjang di rumah sakit.

Gejala yang biasa dirasakan karena infeksi Candida auris meliputi:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran
Aspergillosis

Aspergillosis terjadi karena paparan jamur Aspergillus. Jamur ini bisa ditemukan di tumpukan kompos, gandum, juga sayuran yang membusuk. Hal tersebut lebih berisiko terjadi pada orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, penderita asma, atau penderita cystic fibrosis.

Aspergillosis bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam. Akan tetapi, gejala yang sering muncul adalah batuk yang juga disertai darah atau lendir, juga sesak napas.

Infeksi jamur mata

Infeksi jamur ini diakibatkan oleh bermacam jenis jamur, misalnya Fusarium, Aspergillus, dan Candida.

Infeksi ini juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya cedera mata, operasi katarak atau transplantasi kornea, atau juga penggunaan obat tetes mata dan cairan pembersih lensa kontak yang telah terkontaminasi.

Gejala-gejala infeksi jamur mata bisa berupa:

  • Mata merah dan nyeri
  • Pandangan kabur
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Kornea mata luka
Pneumocystis pneumonia (PCP)

PCP diakibatkan oleh jamur Pneumocystis jirovecii yang menyebar lewat udara. PCP lebih lebih sering menyerang orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien yang mengonsumsi obat imunosupresif, atau orang yang menjalani prosedur transplantasi organ

PCP bisa ditemukan dengan beberapa gejala seperti berikut:

  • Demam serta menggigil
  • Batuk kering juga mengi
  • Napas sesak
  • Nyeri dada
Cryptococcus neoformans

Infeksi cryptococcus neoformas dipicu oleh jamur Cryptococcus neoformans. Ketika terhirup, spora jamur ini umumnya hanya menyebabkan infeksi pada orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS.

Gejala Cryptococcus neoformans tergantung dari bagian tubuh yang terinfeksi, namun biasanya berupa:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
Histoplasmosis

Penyebab histoplasmosis adalah jamur Histoplasma. Jamur tersebut bisa ditemukan di tanah yang terpapar kotoran burung atau kelelawar. Infeksi terjadi saat spora jamur di tanah terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Gejala-gejala yang menandakan histoplasmosis adalah:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Batuk kering
Mucormycosis

Penyebab mucormycosis adalah jamur golongan Mucormycetes yang biasa ditemui pada daun, kayu, tanah, atau di tumpukan kompos. Jamur tersebut adalah penyebab penyakit jamur hitam terjadi pada pasien COVID-19 di India.

Mucormycosis muncul saat seseorang menghirup spora jamur tanpa sengaja. Infeksi juga bisa terjadi jika luka terbuka pada kulit, lalu terpapar jamur ini. Infeksi ini juga berisiko terjadi pada orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, misalnya pada penderita kanker dan diabetes.

Gejala mucormycosis bisa terjadi tergantung bagian tubuh yang terinfeksi antara lain:

  • Batuk disertai sesak napas
  • Demam
  • Ruam kehitaman pada lapisan dalam hidung atau mulut
  • Sakit perut yang diikuti mual dan muntah
  • Kulit melepuh kemerahan

Faktor risiko infeksi jamur

nfeksi jamur dapat dialami oleh siapa saja, namun infeksi jamur lebih berisiko terjadi pada orang dengan faktor-faktor di bawah ini:

  • Penderita penyakit diabetes
  • Menderita HIV/AIDS
  • Melakukan transplantasi organ
  • Penderita kanker
  • Menggunakan obat penekan sistem imun (imunosupresan)
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit dengan waktu yang lama
  • Mempunyai berat badan bersih atau obesitas
  • Mendekati masa menopause
  • Menderitai cedera atau infeksi di kuku dan kulit
  • Abai menjaga kebersihan diri juga lingkungan sekitar
Saatnya ke dokter

Bila mengalami gejala infeksi jamur, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan sangat disarankan jika gejala timbul setelah terpapar sesuatu yang menjadi sumber jamur penyebab infeksi, seperti tanah kompos atau tanah yang tercemar kotoran hewan.

Orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, secepatnya lakukan pemeriksaan ke dokter jika terpapar jamur penyebab infeksi. Hal ini dapat mencegah terjadinya perburukan penyakit serta komplikasi.

Diagnosis Infeksi Jamur

Diagnosis infeksi jamur dimulai dengan wawancara medis terkait gejala serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lebih menyeluruh, khususnya di bagian kulit yang terinfeksi jamur.

Apabila infeksi jamur telah mengenai organ dalam, seperti paru-paru atau otak, biasanya dokter akan melakukan pemindaian menggunakan CT scan atau MRI. Kemudian, dokter akan memeriksa sampel darah, urine, nanah, atau cairan otak, untuk memastikan diagnosis, tergantung pada organ yang terinfeksi.

Prosedur dalam melakukan pemeriksaan sampel tersebut tergantung pada jenis infeksi jamur itu sendiri, yaitu:

Tes KOH

Pada tes ini dokter akan mengambil sampel kerokan kulit yang terinfeksi, kemudian mencampurnya dengan larutan KOH (kalium hidroksida). Sampel ini selanjutnya akan dilihat di bawah mikroskop.

Kultur jamur

Kultur jamur dimaksudkan untuk menemukan jamur di bagian tubuh yang terinfeksi. Denag cara ini, dokter akan mengambil sampel darah, kulit, kuku, atau lapisan dalam kulit pasien, untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Jika dicurigai terdapat infeksi di otak dan tulang belakang, dokter juga akan memeriksa sampel cairan otak dengan cara pungsi lumbal.

Biopsi

Biopsi adalah dengan mengambil contoh jaringan untuk dianalisis di bawah mikroskop. Dokter akan mengambil sampel kulit, jaringan, organ, atau tumor, tergantung pada area yang terinfeksi.

Pengobatan Infeksi Jamur

Cara pengobatan infeksi jamur tergantung dari jenis infeksinya, level keparahan, serta bagian tubuh yang terinfeksi. Biasanya, pasien akan diberikan obat antijamur.

Penting: Bentuk juga dosis obat antijamur, juga lama pengobatan antijamur beragam, tergantung dari jenis infeksi jamur yang terjadi juga keadaan pasien. Dalam beberapa kasus, obat antijamur mesti diberikan di rumah sakit. Maka dari itu, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tersebut.

Obat antijamur yang dapat digunakan diantaranya adalah:

  • Amphotericin B
  • Clotrimazole
  • Flucanozole
  • Itraconazole
  • Ketoconazole
  • Griseofulvin
  • Miconazole
  • Nystatin
  • Terbinafine
  • Tioconazole
  • Voriconazole

Apabila organ yang terinfeksi jamur dan terinfeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.

Selain pemberian obat-obatan, dokter juga akan melakukan sejumlah prosedur berikut:

Debridement

Debridement merupakan proses bedah yang dilakukan dengan mengangkat jaringan tubuh yang rusak atau terinfeksi. Agar infeksi tidak menjalar, debridement dilakukan agar jaringan yang sehat dapat lebih cepat pulih.

Operasi

Untuk infeksi jamur yang terjadi di paru-paru, tulang, dan sendi, dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat bagian organ yang terinfeksi. Selain itu, untuk mengatasi infeksi jamur pada mata, beberapa metode operasi yang bisa dilakukan adalah:

  • Vitrektomi, agar cairan dari bola mata dapat di keluarkan
  • Pergantian kornea, yaitu mengganti kornea yang rusak dengan kornea sehat dari pendonor, agar fungsi penglihatan kembali normal
  • Enukleasi, yaitu mengangkat seluruh bola mata dan saraf yang terkait dengan bola mata agar infeksi tidak menyebar

Jika infeksi jamur terjadi di kuku, dokter akan melakukan operasi cabut kuku.

Komplikasi Infeksi Jamur

Jika infeksi jamur yang tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi serius, antara lain:

  • Menyebarnya infeksi ke lapisan kulit yang lebih dalam (selulitis)
  • Inflamasi paru-paru (pneumonia)
  • Perdarahan di paru-paru
  • Infeksi menyebar ke otak, jantung atau ginjal
  • Menumpuknya cairan pada selaput pelindung paru (efusi pleura)
  • Pneumothorax (penumpukan udara pada rongga dada)
  • Inflamasi selaput pelindung jantung (perikarditis)
  • Inflamasi selaput otak (meningitis)
  • Gagal napas
  • Kelumpuhan
  • Kejang

Pencegahan Infeksi Jamur

Infeksi jamur bisa dicegah dengan menerapkan berbagai upaya seperti berikut:

  • Menjaga kebersihan kulit juga keringkan tubuh jika basah.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan rutin, terutama jika menyentuh suatu permukaan di tempat ramai.
  • Tidak berbagi pakai handuk, pakaian, alas kaki, gunting kuku, atau sisir kepada siapapun.
  • Pastikan kuku kaki tetap pendek.
  • Gunakan gunting kuku khusus, untuk kuku yang terinfeksi dan bedakan dengan yang tidak.
  • Kenakan alas kaki dimanapun Anda berada.
  • Tidak menggaruk area kulit yang terinfeksi.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat juga sepatu.
  • Mengenakan pakaian yang selalu bersih untuk beraktivitas.
  • Cuci segera pakaian setelah digunakan.
  • Ganti pakaian dalam dan kaus kaki dengan rutin.
  • Cuci dan keringkan sepatu denagn rutin.
  • Perhatikan berat badan jika menderita obesitas.
  • Pastikan gula darah agar selalu terkontrol jika menderita diabetes.