Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Pendengaran

Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga pecah adalah keadaan saat ada lubang atau robekan pada gendang telinga. Hal ini umumnya disebabkan oleh cedera di telinga atau akibat komplikasi dari infeksi telinga.

Gendang telinga fungsi utamanya adalah untuk menerima gelombang suara dari telinga luar, dan mengubahnya menjadi getaran, lalu menyambung getaran suara tersebut ke telinga bagian tengah dan dalam.

Pada telinga bagian dalam, getaran akan diganti menjadi sinyal listrik yang kemudian diteruskan ke otak agar disempurnakan menjadi suara. Apabila gendang telinga rusak atau pecah, proses pendengaran akan terganggu.

Gendang telinga yang pecah bisa sembuh dengan sendirinya. Bisa dalam beberapa minggu atau bulan. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, masalah ini memerlukan tindakan medis berupa operasi.

Penyebab gendang telinga pecah

Gendang telinga yang pecah bisa dipicu oleh beberapa kondisi, seperti berikut:

  • Infeksi
    Infeksi pada telinga, terutama di telinga bagian tengah (otitis media), adalah penyebab umum terjadinya gendang telinga pecah. Infeksi yang terjadi membuat cairan di telinga menumpuk sehingga gendang telinga bisa tertekan dan robek.
  • Tekanan
    Terdapat tekanan yang drastis antara telinga luar dan telinga tengah, cntohnya ketika menyelam, di dalam pesawat, berkendara ke dataran tinggi, atau mendaki gunung, bisa mengakibatkan gendang telinga robek. Hal tersebut sering di bilang barotrauma.
  • Cedera
    Gendang telinga yang pecah juga bisa dipicu oleh cedera pada telinga atau sisi kepala. Atau, cedera langsung karena memasukkan benda asing ke dalam liang telinga, misalnya cotton bud atau alat korek telinga.
  • Suara yang keras
    Suara yang sangat keras atau suara ledakan, misalnya suara tembakan, dapat menyebabkan gendang telinga pecah. Hal ini disebut dengan acoustic trauma. Akan tetapi, kasus seperti ini sangat jarang terjadi.
Faktor risiko gendang telinga pecah

Gendang telinga pecah bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut, yaitu:

  • Mengalami infeksi telinga yang akut
  • Pernah mengalami gendang telinga pecah
  • Pernah melakukan operasi di telinga
  • Melakukan kegiatan di lokasi yang bisa merasakan perubahan tekanan udara, seperti mendaki gunung, menyelam, atau naik pesawat
  • Menderita cedera pada telinga karena kecelakaan ketika berkendara atau berolahraga
  • Memasukkan suatu benda ke dalam telinga, seperti mengorek telinga dengan cotton buds atau alat pengorek telinga lainnya

Gejala gendang telinga pecah

Gejala awal yang timbul ketika gendang telinga pecah adalah nyeri pada telinga dengan tiba-tiba. Sakit bisa saja memburuk dalam beberapa menit, lalu mereda setelah itu. Akan tetapi, ada sebagian kecil kasus, sakit juga bisa bertahan lebih lama.

Selain keluhan sakit di telinga, penderita gendang telinga pecah bisa mengalami gejala bawaan yang berbeda-beda, antara lain:

  • Pendengaran terganggu
  • Demam
  • Telinga terasa gatal
  • Ada suara berdenging di telinga (Tinnitus)
  • Keluar cairan seperti nanah yang bisa bercampur darah dari lubang telinga
  • Vertigo
Saatnya ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila merasakan gejala yang telah disebutkan di atas atau terjadi cedera di telinga. Gendang telinga mempunyai struktur yang tipis dan halus sehingga rentan untuk rusak jika telinga menderita cedera atau penyakit tertentu.

Kunjungi IGD rumah sakit bila mengalami gejala yang parah, seperti keluarnya cairan dari telinga, rasa sakit sekali pada telinga, tiba-tiba tuli, atau pusing yang mengakibatkan mual dan muntah.

Diagnosis gendang telinga pecah

Mendiagnosis gendang telinga pecah, biasanya dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan oleh pasien, riwayat penyakit pasien, serta kebiasaan pasien saat membersihkan telinga.

Kemudian, dokter akan memeriksa gendang telinga menggunakan otoskop. Dokter juga akan melihat kondisi tenggorokan pasien.

Agar diagnosis dapat ditegakkan, pada gendang telinga pecah, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari tahu sebab pecahnya gendang telinga, sekalian memeriksa apakah ada gangguan pendengaran. Berikut tes yang akan dilakukan meliputi:

  • Tes kultur, terutama pada cairan yang keluar dari telinga (bila ada), tujuannya adalah untuk memastikan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi telinga
  • Audiometri, yang fungsinya untuk memeriksa kemampuan mendengar pasien terhadap berbagai suara yang masuk
  • Timpanometri, berfungsi sebagai pemeriksa reaksi gendang telinga terhadap getaran suara, yang menggunakan alat khusus bernama timpanometer

Pengobatan gendang telinga pecah

Biasanya, gendang telinga yang pecah dapat sembuh dengan sendirinya dalam kuru waktu 6 hingga 8 minggu. Akan tetapi, bla gendang telinga pecah tidak juga sembuh atau terjadi tanda infeksi, penanganan medis harus segera dilakukan.

Beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani gendang telinga pecah adalah:

Penanganan medis

Penanganan medis pada gendang telinga bertujuan untuk menghilangkan sakit dan mengatasi atau mencegah terjadinya infeksi. Tindakan medis yang dapat dilakukan dokter antara lain:

  • Pemberian obat-obatan seperti, antibiotik minum untuk mengobati infeksi telinga. Dokter juga bisa memberikan obat penghilang nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, apabila nyerinya tidak juga kunjung mereda.
  • Penambalan robekan atau lubang (myringoplasty) diberikan apabila robekan atau lubang pada gendang telinga tidak tertutup dengan sendirinya, dokter akan melakukan penambalan menggunakan kertas khusus. Dokter akan mengoleskan bahan kimia di tepi robekan, lalu memasang kertas khusus di atasnya.
    Penambalan ini akan terus dilakukan berulang kali untuk merangsang proses penyembuhan gendang telinga sampai tertutup sepenuhnya.
  • Dengan pembedahan apabila penambalan robekan atau lubang pada gendang telinga tidak berhasil. Dokter akan menjalankan metode operasi gendang telinga atau timpanoplasti. Proses ini dilakukan dengan metode mencangkok jaringan lain ke gendang telinga yang pecah.
Perawatan mandiri di rumah

Agar proses pemulihan gendang telinga yang pecah bisa cepat segera membaik, pasien juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah, seperti:

  • Melindungi telinga agar tetap kering dengan menggunakan penutup telinga atau alat khusus untuk menghindari masuknya air ketika mandi
  • Hindari kegiatan yang berisiko memperburuk gendang telinga robek atau menyebabkan infeksi telinga, seperti berenang, bepergian dengan pesawat terbang, berada di dataran tinggi, atau melakukan olahraga yang berat
  • Jangan membersihkan telinga untuk sementara sampai gendang telinga yang pecah pulih kembali
  • Hindari membuang lendir hidung terlalu keras
  • Berobat ke dokter bila mengalami pilek

Pencegahan gendang telinga pecah

Melindungi gendang telinga dengan baik adalah salah satu pencegahan yang sangat efektif. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

  • Tidak membersihkan telinga dengan benda apa pun. Dengan cotton bud atau kapas hanya boleh digunakan untuk membersihkan daun telinga
  • Pemeriksakan ke dokter apabila mengalami infeksi atau gangguan lain di telinga
  • Tidak melakukan perjalanan menggunakan pesawat apabila sedang mengalami pilek atau sinusitis.
  • Pakai penutup telinga, kunyah permen karet, atau menguap ketika ada perubahan tekanan telinga, supaya tekanan yang ada di dalam telinga tetap stabil.
  • Menggunakan ear mup atau penutup telinga jika bekerja di tempat yang bising.