Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak

Pembengkakkan Otak

Ketika otak membesar karena cedera, tumor, atau infeksi, tekanan di dalam rongga kepala meningkat, ini disebut pembengkakan otak.

Jika tidak ditangani, pembengkakan otak dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian karena menghambat aliran darah dari tengkorak dan mencegah darah yang kaya akan oksigen masuk ke otak.

Penyebab Pembengkakan Otak

Penyebab pembengkakan otak dapat beragam, termasuk:

  • cedera otak yang disebabkan oleh benturan
  • Infeksi, termasuk meningitis, ensefalitis, dan toksoplasmosis
  • Tumor dalam otak
  • Stroke, baik iskemik maupun perdarahan
  • Hiponatremia akut, yang disebabkan oleh kadar natrium yang rendah
  • Aneurisma otak yang pecah
  • Tekanan udara pada ketinggian tertentu, yang terkait dengan sakit gunung yang parah (sakit ketinggian)

Gejala Pembengkakan Otak

Pembengkakan otak dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada tiap penderita, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Gejala yang muncul antara lain:

  • Sakit kepala
  • Leher kaku dan nyeri
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Disfungsi koordinasi gerak
  • hilangnya rasa
  • Kejang
  • Perubahan tiba-tiba dalam suasana hati dan perilaku, seperti linglung, delirium, letargi, halusinasi, delusi, atau agresi
  • Tingkat kesadaran berkurangan
  • tidak dapat berkomunikasi dengan jelas
  • Lumpuh atau tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh
  • Penyakit inkontinensia urine
Saatnya ke dokter

Jika Anda menemukan seseorang yang menunjukkan gejala-gejala di atas, segera hubungi ambulans di nomor 119 karena pembengkakan otak adalah kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa dan dapat dihindari jika tidak ditangani segera.

Selain itu, jika Anda atau anggota keluarga Anda mengalami trauma kepala yang parah, pergi ke dokter. Ini terutama berlaku untuk sakit kepala yang tidak kunjung membaik atau malah memburuk.

Diagnosis Pembengkakan Otak

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis dan tes fisik untuk mengetahui fungsi otak dan tingkat kesadaran pasien. Selain itu, dokter akan melakukan tes berikut untuk memastikan lokasi, intensitas, dan sumber pembengkakan otak:

  • Cek darah
  • Pemindaian kepala menggunakan scan CT atau MRI
  • Pungsi lumbal

Pengobatan Pembengkakan Otak

Pembengkakan otak dapat pulih sendiri dalam beberapa hari pada kondisi yang dianggap ringan (seperti sakit tinggi), tetapi sebagian besar kasus dapat mengancam jiwa dan memerlukan pengobatan lebih lanjut.

Untuk mengatasi pembengkakan otak, beberapa tindakan umum adalah:

  • infus khusus untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan pada otak
  • Pemberian obat, untuk mengurangi pembengkakan otak dan mencegah pembekuan darah. Obat seperti dexamethasone, manitol, diuretik, dan warfarin adalah beberapa contohnya
  • Pemberian oksigen melalui alat bantu napas atau masker untuk memastikan jumlah darah yang cukup
  • Ventrikulostomi digunakan untuk mengeluarkan cairan otak yang berlebihan. Memasukkan tabung melalui sayatan kecil di kepala adalah cara melakukan prosedur ini
  • Operasi untuk mengobati penyebab pembengkakan otak. Jika pembengkakan otak disebabkan oleh tumor, dokter akan melakukan bedah pengangkatan tumor

Komplikasi Pembengkakan Otak

Pembengkakan otak yang parah dapat menyebabkan herniasi otak, yang dapat fatal, jika tidak ditangani segera. Selain itu, pembengkakan otak dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Kerusakan otak yang bertahan lama
  • Kebutaan
  • Hidrosefalus
  • Atrofi otak, yang berarti penyusutan jaringan otak
  • Gagal dalam fungsi kognitif
  • gangguan psikologis
  • Problem tidur
  • Epilepsi
  • Kelumpuhan
  • Koma

Pencegahan Pembengkakan Otak

Perawatan pencegahan pembengkakan otak disesuaikan dengan faktor risiko individu, seperti menghindari benturan yang dapat menyebabkan cedera kepala atau faktor risiko stroke.

Mencegah pembengkakan otak juga dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Hindari merokok
  • Menjaga gaya hidup sehat dan mendapatkan jumlah istirahat yang cukup
  • Mengenakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara
  • Saat melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan benturan, gunakan peralatan keselamatan atau alat pelindung diri
  • menjalani pemeriksaan jantung dan tekanan darah rutin

Jika Anda menyukai perjalanan ke dataran tinggi, seperti mendaki gunung, berhentilah di beberapa lokasi yang memiliki ketinggian tertentu. Tujuannya adalah agar tubuh dapat beradaptasi dengan tekanan di ketinggian tersebut terlebih dahulu.