Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak

Latah

Suatu reaksi berlebihan yang terjadi pada saat seseorang terkejut disebut sebagai latah. Reaksi yang keluar bisa seperti meniru kata-kata yang diucapkan orang lain, mengeluarkan kata-kata vulgar, atau melakukan gerakan tubuh tertentu. Kondisi ini umumnya timbul tanpa disadari oleh orang yang latah.

Latah adalah tanggapan spontan seseorang saat terkejut atau dikejutkan dengan hal tertentu, misalnya suara benda berbentur atau mendengar suara keras. Hal yang biasa disebut Jumping Frenchman of Maine ini bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Pada anak-anak hingga usia 3 tahun, perilaku meniru kata-kata atau gerakan tertentu adalah hal yang wajar, sebab itu juga bagian dari proses belajar berbicara. akan tetapi, jika berlanjut sampai anak berusia lebih dari 3 tahun, keadaan tersebut perlu mendapatkan penanganan dari dokter.

Penyebab Latah

Reaksi terkejut adalah respons yang biasa terjadi jika seseorang mendengar suara agak keras atau mendapat sentuhan yang tidak terduga. Namun, pada orang latah, reaksi tersebut bisa menjadi berlebihan.

Penyebab reaksi berlebihan bagi orang latah belum diketahui dengan pasti. Namun, latah dicurigai terjadi karena kondisi atau penyakit tertentu. Berikut ini adalah penjelasannya:

Latah pada anak-anak

Latah pada anak dapat diakibatkan oleh gangguan spektrum autisme, seperti sindrom Asperger.

Latah pada orang dewasa

Beberapa kondisi atau penyakit yang memicu latah pada orang dewasa yaitu:

  • Afasia
  • Cedera di kepala
  • Gangguan otak
  • Penyakit Parkinson
  • Demensia
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Skizofrenia atau skizofreina katatonik
  • Stroke
  • Epilepsi

Selain kondisi di atas, latah pada orang dewasa juga dapat dipicu oleh gangguan mental, seperti skizofrenia atau stres berat.

Gejala Latah

Seperti yang sudah dijelaskan di atasa, reaksi atau gejala latah dapat muncul pada saat seseorang terkejut. Umumnya reaksi yang muncula tidak disadari oleh penderita latah.

Dari bentuk reaksi yang timbul, orang latah akan menunjukkan salah satu dari perilaku, seperti berikut:

  • Ekolalia (echolalia), yakni mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orang lain, baik menyebutkan nama benda sumber bunyi, seperti menyebut “mobil” ketika mendengar suara mobil lewat
  • Koprolalia, adalah pengucapan kata-kata kasar, kotor, atau vulgar
  • Ekopraksia, mengkuti gerakan yang dilakukan oleh orang lain
  • Automatic obedience, melaksanakan gerakan yang diperintahkan oleh orang lain

Sementara itu, meskipun mirip, gejala sindrom Tourette berbeda dengan latah. Gejala gerakan atau ucapan berulang (tic) pada sindrom ini dapat dengan tiba-tiba keluar tanpa pemicu. Sedangkan latah terjadi apabila ada hal yang memicu penderita latah terkejut.

Saatnya ke dokter

Periksakan anak Anda ke dokter bila ia masih mengulangi kata-kata atau perilaku tertentu sampai berusia di atas 3 tahun.

Dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami gejala latah, terlebih lagi setelah mengalami kecelakaan, terbentur, atau terjatuh.

Bawa anak atau anggota keluarga ke IGD rumah sakit terdekat jikalau muncul kondisi seperti di atas, apalagi jika disertai demam, kaku leher, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Diagnosis Latah

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan seputar keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dokter bisa mendiagnosis pasien mengalami latah apabila pasien kesulitan menjawab pertanyaan atau hanya mengulangi pertanyaan yang diberikan.

Selanjutnya, dokter akan melaksanakan pemeriksaan fisik menyeluruh, juga pemeriksaan saraf.

Untuk menentukan diagnosis, dokter akan menyarankan pasien untuk mengikuti pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Uji kemampuan berbicara dan bertata bahasa
  • Pemindaian menggunakan CT scan atau MRI otak, untuk menemukan cedera, tumor, atau gangguan otak lain
  • Elektroensefalografi (EEG), untuk mendeteksi epilepsi

Pengobatan Latah

Tujuan dari pengobatan latah adalah untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Prosedur pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter di antaranya:

Terapi wicara

Untuk orang latah dengan perilaku ekolalia, dokter dapat memberikan terapi wicara. Terapi ini dimaksudkan untuk membiasakan penderita latah dengan ekolalia agar bisa menyampaikan kata atau kalimat yang mereka pikirkan dengan benar.

Contohnya, dokter akan memberikan satu pertanyaan, kemudian menyuruh pasien untuk menjawabnya dengan interfal waktu beberapa detik.

Obat-obatan

Apabila latah dipicu oleh atau menyebabkan gangguan kecemasan atau stres, dokter akan memberikan obat, antidepresan atau anticemas. Selajutnya, dokter akan memberikan obat antiepilepsi jika keluhan latah disebabkan oleh penyakit epilepsi.

Komplikasi Latah

Latah yang tidak diobati bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya dan menyebabkan gangguan stiap aktivitasnya, seperti:

  • Dipermainkan dalam sekolah atau pekerjaan
  • Masalah psikologis, menjadi malu untuk bergaul atau menjauhkan diri dari lingkungan
  • Depresi dan stres
  • Mudah mengalami perundungan

Pencegahan Latah

Untuk mencegah latah pada anak, orang tua harus mengajari anak kemampuan berbicara, yakni sering mengajaknya berkomunikasi dua arah. Disarankan kepada orang tua untuk mengenalkan banyak kosakata dan frasa pada anak.

Sementara itu, pencegahan latah pada orang dewasa, adalah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan yang memicu latah adalah:

  • Mengontrol kadar gula darah juga tekanan darah, untuk mencegah stroke
  • Menjalani pola hidup bersih dan sehat, untuk mencegah meningitis dan radang otak
  • Waspada dalam berkendara dan kenakan alat pelindung untuk mencegah cedera kepala
  • Rutin berobat dan kontrol ke dokter bila mempunyai riwayat skizofrenia atau epilepsi