Pengertian disleksia
Disleksia merupakan gangguan dalam proses belajar yang dikenali dengan kesulitan membaca, mengeja atau menulis. Orang dengan disleksia akan menemukan kesulitan dalam mengenali kata-kata yang diucapkan serta merubahnya menjadi huruf atau kalimat.
Penyakit disleksia termasuk sebagai penyakit gangguan saraf pada bagian otak yang memproses bahasa. Keadaan ini bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Walaupun disleksia menyebabkan orang kesulitan dalam belajar, penyakit ini tidak akan mempengaruhi tingkat kecerdasan penderitanya.
Walaupun persis, disleksia berbeda dengan auditory processing disorder (APD). Audiotory processing disorder merupakan masalah otak yang mampu mengolah suara yang didengar dengan baik, yang menyebabkan penderitanya mendengar informasi yang salah, misalnya “bukan” menjadi “buka”. Sementara itu disleksia terjadi pada bagian otak yang mengolah bahasa.
Penyebab disleksia
Hingga kini belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan disleksia, kemungkinan besar ini diduga berhubungan dengan kelainan genetik yang mempengaruhi kinerja otak dalam membaca dan berbahasa. beberapa faktor yang dicurigai sebagai pemicu kelainan genetik adalah:
- Ada riwayat disleksia pada keluarga lain
- Lahir secra prematur atau lahir dengan berat badan rendah
- Terekspos oleh nikotin, alkohol, narkotika dan zat adiktif lainnya, atau terjadi infeksi saat kehamilan
Gejala disleksia
Penyakit disleksia bisa memunculkan gejala yang beragam, tergantung usia serta tingkat keseriusannya. Pada bayu dibawah lima tahaun, gejala akan sulit dikenali, namun apabila anak sudah memasuki usia sekolah, gejalanya sudah bisa mulai terlihat, terutama ketika anak belajar membaca.
Gejala yang timbul bisa terbagi dua berlandaskan waktu kemunculannya, yakni:
- Gejala disleksia pada anak
- Lambat dalam mempelajari nama serta bunyi abjad
- Perkembangan bicara lebih lambat dibandingkan anak seusianya
- Selalu menulis dengan terbalik, misalnya menulis ‘dan’ menjadi ‘nad’
- Kesulitan membedakan huruf tertentu saat menulis, misalnya ‘m’ dengan ‘w’ atau ‘i’ dengan ‘l’
Lain daripada keluhan di atas, anak dengan disleksia bisa menderita kesulitan dalam sejumlah aktivitas berikut:
- Memproses dan mengerti apa yang didengar
- Mendapatkan kata yang tepat untuk menjawab suatu pertanyaan
- Membaca, mengeja, menulis, serta berhitung
- sulit mengingat huruf, angka, dan warna
- Melafazkan kata yang tidak biasa
- Mengerti tata bahasa dan memberi afiks pada kata
2. Disleksia pada remaja dan orang dewasa
Untuk remaja dan orang dewasa, disleksia bisa mengakibatkan penderitanya selalu salah mengucapkan nama atau kata, serta kesulitan dalam membaca atau menulis. Maka dari itu, penderita suka menghindari kegiatan membaca dan menulis.
Disleksia bisa juga mengakibatkan penderita kesulitan dalam:
- Mengeja
- Mengerti lelucon atau pernyataan sebuah kata yang memiliki makna lain (idiom), seperti “srigala berbulu domba”
- Meringkas suatu cerita
- Belajar bahasa asing
- Mengingat sesuatu
- Berhitung
Saatnya ke dokter
Jangan tunggu lama-lama, segera melakukan konsultasi dengan dokter apabila terlihat kemampuan membaca dan menulis anak terasa lambat, atau anak menunjukkan gejala disleksia seperti yang telah disebutkan di atas. Apabila tidak cepat ditangani, kesulitan membaca yang di derita akan berlanjut hingga dewasa.
Diagnosis disleksia
Disleksia bisa terdiagnosis, apabila dokter terlebih dahulu menyisihkan kemungkinan gangguan membaca yang disebabkan oleh kondisi lain. Dokter juga bisa memberi rujukan ke psikolog anak, dokter anak ahli tumbuh kembang, atau terapis wicara apabila dibutuhkan.
Kemudian, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut agar lebih bisa memastikan diagnosis:
- Menanyakan riwayat keluarga yang memiliki gangguan belajar
- Bertanya tentang kondisi keluarga, termasuk anggota keluarga yang tinggal di rumah, serta masalah dalam keluarga
- Melakukan beberapa pertanyaan untuk diisi oleh anggota keluarga juga guru di sekolah
- Melaksanakan tes fungsi saraf untuk memeriksa apakah disleksia berhubungan dengan gangguan pada saraf otak, penglihatan, dan pendengaran
- Melangsungkan tes psikologi agar dapat memahami kondisi kejiwaan anak dan menyingkirkan kemungkinan gangguan belajar yang dialaminya ada hubungannya dengan kecemasan atau depresi
- Melakukan tes akademis yang akan dikaji oleh ahli di bidangnya
Penanganan Disleksia
Disleksia termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun tindakan dan penanganan sejak awal akan terbukti ampuh untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam membaca.
Diantaranya adalah metode yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan baca tulis penderita disleksia adalah fonetik. Metode fonetik berpusat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenali dan memproses suara. Dalam metode fonetik, penderita akan dibimbing untuk:
- Memahami bunyi kata yang terdengar persis, seperti ‘papar’ dan ‘pacar’
- Menulis serta mengeja, dari dari kata yang paling sederhana hingga kalimat yang sulit
- Mengenali huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut
- Membaca kalimat dengan sesuai dan mengerti arti yang dibaca
- Mengatur kalimat dan memahami kosakata baru
Komplikasi disleksia
Disleksia bisa juga berakibat pada beberapa komplikasi, seperti:
- Susah untuk belajar
- Sulit berinteraksi sosial
- Perilaku terganggu dan kecemasan
- Gampang marah dan lebih senang menyendiri
- Sulit mencari pekerjaan
Pencegahan disleksia
Disleksia tidak bisa dicegah. Tetapi, orang yang mempunyai keluarga dengan riwayat disleksia dianjurkan agar melakukan konseling sebelum menikah serta merencanakan kehamilan. Arahnya adalah untuk mengetahui seberapa besar risiko anak mengalami disleksia.
Walaupun disleksia merupakan penyakit seumur hidup, namun deteksi dan penanganan sejak dinibisa membantu proses belajar. Usaha sendiri yang bisa dilakukan untuk penderita disleksia dapat tertolong, terutama anak-anak, antara lain:
- Biasakan anak untuk mengenali buku membaca sejak dini
- Membacakannya buku bisa lewat dongeng
- Mengajaknya untuk ikut berpartisipasi atau bernyanyi pada saat membaca buku bersama-sama
- Membahas bersama isi buku yang dibaca
- Pastikan sewaktu membaca bersama adalah hal yang peling menyenangkan baginya