Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak

Chorea

Pengertian chorea

Chorea merupakan kelainan saraf otot yang mengakibatkan pergerakan tubuh yang tanpa disadari juga tidak bisa diprediksi. Penyakit ini berkaitan dengan gerak cepat dan tak terkoordinasi, yang biasanya terjadi di bagian wajah, tangan, dan kaki.

Tanda serta gejala chorea sangat banyak, mulai dari gejala yang ringan hingga gejala yang berat. Chorea juga bisa mengganggu kemampuan seseorang untuk makan.

Penyebab chorea

Chorea bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti:

  • AIDS
  • Penyakit genetik, misalnya Huntington
  • Masalah imun, seperti SLE (Systemic Lupus Erythematosus)
  • Infeksi, seperti chorea Syndenham
  • Obat-obatan, seperti levodopa dan neuroleptics
  • Kelainan metabolik, seperti hipoglikemia
  • Kehamilan

Diagnosis chorea

Sulit sekali untuk dapat mendiagnosis chorea. Ini dikarenakan terdapat beberapa penyakit yang juga mirip dengan chorea. Maka dari itu, dokter harus melakukan tanya jawab medis dengan detail kepada pasien, terutama tentang riwayat medis, yang mungkin berkaitan dengan chorea.

Pemeriksaan pendukung juga akan dilakukan, seperti pemeriksaan darah lewat laboratorium juga MRI (magnetic resonance imaging). Kandungan tembaga yang rendah bisa jadi penyakit genetik Wilson yang bisa memicu chorea.

Gejala chorea

Gejala dari chorea yang umum, adalah genggaman khas yang disebut milkmaid. Penderita biasanya tidak memiliki kekuatan otot tangan, sehingga saat menggenggam akan mudah terlepas. Gejala lain juga adalah menjulurkan lidah dengan tidak sadar.

Karena penyakit lain juga bisa menunjukkan gejala chorea, seperti:

  • Huntington
    Umumnya chorea dialami oleh penderita Huntington yang muncul ketika beranjak dewasa. Sejalan dengan berlalunya waktu, akan munul gejala gerakan menyentak yang tanpa disadari.
  • Chorea-acanthocytosis
    Pada chorea acanthocytosis akan melibatkan pergerakan tangan serta kaki. seperti, pergerakan mengangkat bahu, mendorong pinggul, juga pada pergerakan wajah tanpa disadari –seperti gigi menggiling, bersendawa, mengences, menggigit lidah atau bibir, kesulitan untuk berkomunikasi, vokal seperti mendengus atau bicara cadel.
  • Chorea Syndenham
    Chorea pada penyakit ini umumnya menyertakan wajah dan tangan. Penderita bisa kesulitan melakukan gerakan yang disadari, sehingga akan kesulitan untuk menggunakan baju atau makan.

Serta gejala lain yang meliputi, sering menjatuhkan barang, cara melangkah yang tidak normal, otot-otot lemah, bicara yang pelo, hingga tonus otot yang hilang.

Pengobatan chorea

Dalam pengobatan chorea bergantung dari tipe penyakitnya. Pengobatan sebenarnya bertujuan untuk mengobati penyakit yang berhubungan.

Huntington diobati dengan antipsikotik, seperti haloperidol, risperidon, dan lain-lain. Syndenham diobati dengan antibiotik.
Chorea karena parkinson tidak ada obatnya. akan tetapi gejala yang timbul bisa diatasi dengan obat seperti dopamin.

Obatan lain yang bisa digunakan adalah reserpin dan tetrabenazine yang bisa menekan kadar dopamin, benzodiazepin dan antikovulsan.

Pengobatan dengan metode pembedahan, yaitu dengan memasang elektroda untuk stimulasi otak akan memberikan hasil yang cukup baik. Alat ini membantu mengatur impuls saraf pada otak. akan tetapi, meskipun prosedur ini dapat membantu, chorea tidak dapat disembuhkan.