Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Jamur

Kandidiasis Oral

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur pada mulut yang dipicu oleh jamur Candida. Penyakit tersebut bisa menimbulkan bercak putih di mulut dan terasa sakit. Biasanya, kandidiasis oral menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jamur Candida hidup dalam mulut manusia. Akan tetapi, jumlahnya yang sedikit mampu dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh. Kandidiasis oral terjadi pada saat sistem imun menurun, yang memicu jumlah jamur Candida tumbuh dengan pesat.

Kandidiasis oral dapat dialami siapa saja, namun, lebih umum menyerang orang yang daya tahan tubuhnya menurun karena kondisi tertentu, contohnya para penderita HIV/AIDS atau sedang menjalani kemoterapi. Bayi dan lansia juga lebih mudah terserang penyakit ini, disebabkan oleh daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Penyebab Kandidiasis Oral

Jamur Candida hidup denagn alami di rongga mulut berikut organisme lainnya, seperti bakteri. Dalam kondisi normal, Candida tidak mengakibatkan infeksi, karena sistem imun tubuh bisa menangkal pertumbuhan jamur dan mempertahankan keseimbangan organisme di dalam mulut.

Namun, bila sistem imun melemah, keseimbangan organisme di dalam mulut juga akan berpengaruh. Hal tersebut dapat mengakibatkan jumlah jamur Candida bertambah banyak dan memicu infeksi pada rongga mulut.

Walaupun dapat menyerang siapa saja, kandidiasis oral lebih sering menyerang orang yang sudah tua serta bayi. Pada kedua kelompok usia ini, fungsi sistem imun tubuh telah banyak berkurang atau belum tumbuh dengan sempurna. Makanya, jamur Candida akan lebih mudah tumbuh dengan cepat.

Ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kandidiasis oral atau jamur mulut, seperti:

  • Meningkatnya kadar gula darah atau diabetes
  • Penyakit yang mengakibatkan sistem imun tubuh melemah, contohnya HIV/AIDS atau kanker darah
  • Proses terapi yang menyebabkan sistem imun lemah, seperti kemoterapi, radioterapi, atau obat seperti imunosupresan setelah transplantasi organ
  • Pemakaian kortikosteroid yang dihirup, seperti pada penderita asma
  • Kekurangan nutrisi, misalnya anemia defisiensi besi atau kekurangan vitamin B12
  • Mengalami nfeksi jamur pada bagian tubuh lain, misalnya di vagina
  • Memakai gigi palsu, khususnya bagi yang tidak menjaga kebersihannya
  • Mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang
  • Pemakaian obat kumur sebagai antibakteri secara berlebihan
  • Merokok

Gejala Kandidiasis Oral

Kandidiasis oral mempunyai gejala yakni dengan munculnya tanda gejala yang beragam, mulai dari yang sangat ringan sampai berat. Berikut ini merpakan berbagai gejala khas yang terjadi pada kandidiasis oral:

  • Muncul bercak putih pada dinding mulut, lidah, tenggorokan, dan gusi
  • Bercak pada dinding mulut diraba bertekstur seperti kapas
  • Apabila bercak putih dikeruk mengeluarkan darah
  • Mulut terasa sakit, perih, atau terbakar
  • Susah menelan makanan dan mulut banyak mengeluarkan air liur
  • Kemampuan merasa menggunakan lidah berkurang
  • Susah menyusu atau lebih sering ngiler

Gejala-gejala khas lain sebagai penyebab, kandidiasis oral juga adalah:

  • Gusi yang berada di balik gigi palsu memerah dan sakit, atau iritasi
  • Kulit di bagian mulut kering serta pecah-pecah, terutama di sudut bibir
  • Kemerahan juga sakit, tanpa bercak putih di beberapa bagian mulut, terlebih lagi pada pengguna steroid atau antibiotik jangka panjang
Saatnya ke dokter

Segera pemeriksaan ke dokter bila Anda atau anak Anda merasakan gejala kandidiasis oral seperti yang dibahas di atas. apabila sudah didiagnosis menderita kandidiasis oral, lakukan kontrol rutin ke dokter sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Konsumsi obat yang sudah diresepkan oleh dokter sampai habis sesuai petunjuk yang tertera. Ini harus dilakukan agar komplikasi dan peluang kambuh kembali kandidiasis oral dapat dicegah.

Diagnosis Kandidiasis Oral

Dalam mendiagnosis kandidiasis oral, dokter akan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Memeriksa kondisi rongga mulut
  • Memeriksa sampel bercak putih di mulut, untuk mengetahui jenis jamur sebagai penyebab infeksi
  • Melakukan tes darah untuk menemukan faktor risiko yang memicu terjadinya kandidiasis oral

Apabila kandidiasis oral telah menyebar hingga ke tenggorokan, dokter bisa melakukan biopsi serta endoskopi untuk menegakkan diagnosis. Endoskopi berguna untuk memeriksa jamur Candida yang sudah menyebar ke organ pencernaan lain, seperti lambung dan usus kecil.

Pengobatan Kandidiasis Oral

Untuk mengatasi kandidiasis oral, dokter akan memberikan resep obat antijamur berbentuk obat tetes (untuk bayi), obat minum, tablet isap, ataupun obat kumur. Obat-obat antijamur yang umumnya digunakan untuk mengatasi kandidiasis oral adalah:

  • Amphotericin B
  • Clotrimazole
  • Miconazole
  • Fluconazole
  • Itraconazole
  • Nyistatin

Jenis dan durasi obat yang digunakan untuk pengobatan kandidiasis oral nantinya akan ditentukan oleh dokter dilihat dari keparahan gejala yang dialami pasien. Biasanya, durasi pengobatan kandidiasis oral adalah 7 hingga 14 hari. Biasanya gejala akan hilang dalam beberapa minggu.

Selain pengobatan di atas, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan pengobatan mandiri di rumah. yaitu dengan:

  • Membersihkan rongga mulut dengan berkumur menggunakan air garam atau larutan baking soda
  • Berkumur dengan air cuka apel, air lemon, atau campuran air dengan minyak oregano
  • Mengonsumsi makanan kesehatan probiotik atau yogurt tanpa gula (plain)
  • Konsumsi campuran kunyit, lada hitam, dan air atau susu yang dipanaskan
  • Mengonsumsi makanan kesehatan yang mengandung minyak cengkeh
  • Mengonsusmsi vitamin C dari buah-buahan, misalnya buah jeruk atau lemon

Komplikasi Kandidiasis Oral

Apabila tidak diobati sampai tuntas, kandidiasis oral akan sering kambuh dan menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Infeksi jamur akan menyebar ke tenggorokan, lambung, hingga usus
  • Jamur tersebut akan masuk ke aliran darah sehingga menyebar ke organ lain, seperti jantung, otak, atau mata
  • Sepsis, yang dapat merenggut nyawa

Pada bayi yang terkena kandidiasis oral juga dapat menularkan penyakit tersebut ke ibunya. Penularan dari bayi ke ibu ini bisa mengakibatkan infeksi jamur Candida pada payudara. Berikut tanda-tanda infeksi jamur pada payudara antara lain:

  • Puting payudara akan memerah atau gatal
  • Kulit pada seputar puting dan areola bersisik, pecah-pecah, atau mengkilap
  • Sakit pada payudara ketika menyusui
  • Payudara terasa sakit seperti ditusuk-tusuk

Pencegahan Kandidiasis Oral

Kandidiasis oral dapat dicegah dengan beberapa upaya, antara lain:

  • Janagan bertukar alat makan dengan siapapun
  • Hindari menggunakan obat kumur antibakteri dengan berlebihan
  • Membersihkan gigi 2 kali sehari
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi
  • Jaga dan perhatikan kebersihan gigi palsu bila menggunakannya
  • Hindari konsumsi makanan manis
  • Jangan merokok dan konsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter
  • Berkumur-kumur dengan air setelah menggunakan kortikosteroid hirup dalam obat asma
  • Periksakan diri ke dokter apabila mulut Anda sering kering
  • Segera berobat dan kontrol dengan rutin bila menderita penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kandidiasis oral