Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Hormon

Penyakit Addison

Penyakit Addison adalah kelainan langka yang terjadi karena tubuh kekurangan hormon yang seharusnya diproduksi oleh kelenjar adrenal. Ini dapat terjadi pada siapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada wanita berusia 30 hingga 50 tahun.

Penyakit Addison terjadi ketika kelenjar adrenal rusak sehingga tidak dapat menghasilkan cukup hormon steroid, termasuk kortisol dan aldosteron, meskipun hormon ini memiliki peran penting bagi tubuh.

Hormon aldosteron membantu ginjal mengatur tekanan darah, fungsi jantung, daya tahan tubuh, dan kadar gula darah, sementara hormon kortisol menjaga tekanan darah, gula darah, dan fungsi jantung.

Pada awal penyakit Addison, gejalanya cenderung ringan. Namun, seiring kerusakan kelenjar adrenal menjadi lebih parah, keluhan dapat menjadi lebih parah bahkan sampai mengancam jiwa.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Addison

Bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula) kelenjar adrenal bertanggung jawab untuk menghasilkan berbagai hormon steroid, termasuk kortisol dan aldosteron.

Penyakit Addison menyebabkan kerusakan korteks kelenjar adrenal sehingga tidak dapat memproduksi cukup hormon kortisol dan aldosteron. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan korteks kelenjar adrenal adalah:

  • Penyakit autoimun
  • Perdarahan dari kelenjar adrenal
  • Kanker yang masuk ke kelenjar adrenal dari organ lain
  • Amiloidosis
  • Kelainan keturunan
  • Operasi yang dilakukan pada kelenjar adrenal

Meskipun penyakit Addison dapat dialami oleh siapa saja, orang-orang dengan faktor risiko berikut lebih berisiko mengalaminya:

  • Kelamin wanita
  • Berusia antara 30 dan 50 tahun
  • Konsumsi obat untuk sindrom Cushing
  • Jika Anda menderita penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1 atau vitiligo
  • Mengalami infeksi yang berlangsung lama, seperti HIV/AIDS atau tuberkulosis
  • mengalami anemia pernisiosa sebagai akibat dari kekurangan vitamin B12
  • Mengalami kanker
  • Mengambil obat antikoagulan, kortikosteroid, atau antijamur
  • Keluarga yang memiliki riwayat penyakit Addison
Kondisi terkait penyakit Addison (Insufisiensi Adrenal Sekunder)

Insufisiensi adrenal sekunder adalah jenis penyakit yang gejalanya mirip dengan penyakit Addison tetapi tidak disebabkan oleh kerusakan kelenjar adrenal.

Namun, penyakit Addison, yang juga dikenal sebagai insufisiensi adrenal primer, disebabkan oleh penurunan jumlah hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang kelenjar adrenal, yaitu hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotropic hormone; ACTH).

Kelainan pada kelenjar pituitari biasanya menyebabkaninsufisiensi adrenal primer. Selain itu, penghentian tiba-tiba terapi kortikosteroid pada orang yang memiliki penyakit jangka panjang, seperti asma atau arthritis, juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Gejala Penyakit Addison

Pada tahap awal penyakit Addison sulit dideteksi karena gejalanya mirip dengan keluhan penyakit lain. Gejala dapat mencakup:

  • Sudah lelah dan tidak bersemangat
  • Sakit di perut
  • Keinginan besar untuk makan makanan asin
  • Kantuk
  • Mengalami muntah atau muntah
  • Diare
  • Lesu
  • Tidak nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan
  • Hipoglikemia, atau gula darah rendah dalam darah
  • Sakit kepala
  • Pusing saat berdiri
  • Hiperpigmentasi, atau bagian lipatan tubuh yang gelap
  • Ketidaknyamanan dan kram otot
  • Mudah menjadi marah
  • Sering mengeluarkan air kecil
  • Sering kehausan
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Rambut rontok
  • Memiliki menstruasi yang tidak teratur
  • Pubertas yang terlambat pada anak-anak
  • hilangnya keinginan seksual
  • Depresi

Kerusakan pada kelenjar adrenal dapat menyebabkan gejala yang parah pada kondisi yang sudah parah. Gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya, yang dikenal sebagai krisis Addison atau krisis adrenal.

Ini adalah gejala dan tanda krisis adrenal:

  • Tubuh lemah sekali
  • Nyeri di kaki atau punggung bagian bawah
  • Sakit perut yang sangat parah
  • Mutlah dan diare yang parah, yang menyebabkan dehidrasi
  • Tekanan darah yang sangat rendah, yang menyebabkan syok
  • Linglung
  • Mengurangi kesadaran
Kapan harus ke dokter

Karena gejala penyakit Addison tidak khas, penderita sering kali tidak menyadari bahwa keluhan mereka adalah gejalanya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, temui dokter segera. Anda harus melakukannya terutama jika Anda memiliki keluhan seperti:

  • Hiperpigmentasi pada kulit
  • Sangat lelah
  • Berkurangnya berat badan
  • Mengalami masalah pencernaan, seperti diare
  • Nyeri pada sendi atau otot
  • Sangat pusing dan hampir akan pingsan

Jika Anda mengalami gejala krisis Addison dan melihat orang di sekitar Anda mengalami penurunan kesadaran, segera hubungi ambulans atau bawa mereka ke IGD atau dokter terdekat.

Diagnosis Penyakit Addison

Dokter akan bertanya kepada pasien tentang hal-hal berikut untuk mendiagnosis penyakit Addison:

  • Gejala yang ditimbulkan
  • Penyakit yang dialami
  • Penyakit keturunan

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk tes tekanan darah dan pemeriksaan kulit untuk mengidentifikasi hiperpigmentasi.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis dan menemukan penyebab penyakit Addison. Beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan termasuk:

Tes darah

Tes ini mengukur kadar gula, natrium, kalium, hormon kortisol, aldosteron, dan adrenokortikotropik (ACTH) dalam darah. Selain itu, tes darah juga mengidentifikasi antibodi yang berpotensi merusak kelenjar adrenal.

Tes stimulasi ACTH

Tes stimulasi ACTH dilakukan untuk mengetahui tingkat hormon kortisol dalam darah baik sebelum maupun sesudah penyuntikan ACTH sintetis. Pada pasien dengan penyakit Addison, tingkat hormon kortisol rendah setelah penyuntikan ACTH sintetis.

Pemindaian

Pemindaian kelenjar adrenal dapat dilakukan dengan bantuan citra resonansi magnetik (CT) atau MRI. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengidentifikasi ukuran kelenjar adrenal yang tidak normal atau kelainan pada kelenjar pituitari serta mengidentifikasi faktor yang menyebabkan insufisiensi adrenal.

Pengobatan Penyakit Addison

Metode yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit Addison adalah dengan mengganti hormon steroid yang telah berkurang dan tidak dapat diproduksi oleh tubuh.

  • Pemberian kortikosteroid tablet
    Prednison atau metilprednisolon dapat digunakan untuk menggantikan hormon kortisol. Dokter juga dapat meresepkan fludrokortison sebagai pengganti hormon aldosteron.
  • Pemberian kortikosteroid suntik
    Pasien yang tidak dapat meminum kortikosteroid tablet biasanya menerima suntikan.

Selain itu, penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan kelenjar adrenal juga perlu ditangani. Untuk tuberkulosis yang menyebabkan kerusakan kelenjar adrenal, dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik selama minimal enam bulan.

Pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur selama masa pengobatan, yaitu tiap enam bulan atau satu tahun sekali, dengan tujuan untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

Selain itu, pasien harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk menyesuaikan dosis obat mereka jika:

  • Infeksi yang menyebabkan demam tinggi
  • Mengalami kecelakaan, seperti mobil
  • menjalani operasi, seperti operasi gigi, endoskopi, atau penambalan gigi
  • Menjalankan aktivitas fisik yang berat

Komplikasi Penyakit Addison

Krisis adrenal, sebuah komplikasi penyakit Addison, dapat terjadi jika:

  • Penyakit Addison tidak diperiksa atau diobati dengan cepat
  • Pasien meninggalkan pengobatan tanpa izin dokter
  • Ketika mereka mengalami stres fisik, cedera, atau infeksi, pasien tidak mengunjungi dokter untuk menyesuaikan dosis obat mereka

Krisis adrenal adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera karena jika tidak ditangani segera, dapat menyebabkan koma, kerusakan otak permanen, dan kematian.

Pencegahan Penyakit Addison

Karena penyakit Addison tidak dapat dicegah, periksakan diri Anda segera ke dokter jika Anda mengalami gejalanya. Ini terutama berlaku untuk mereka yang memiliki faktor risiko yang terkait dengan penyakit ini. Penanganan dan pemeriksaan dini dapat mencegah penyakit berkembang dan mengurangi risiko komplikasi.