Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Hormon

Akromegali; Growth Hormone

Pengertian akromegali

Akromegali atau growth hormone adalah suatu kondisi yang muncul akibat kelebihan hormon pertumbuhan di dalam tubuh. Growth hormone, adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dalam otak manusia.

Growth hormone memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Untuk orang dewasa, growth hormone memengaruhi level kekuatan, energi otot, serta kesehatan tulang.

Pada anak-anak, growt hormon disebut gigantisme. Kondisi ini sangat jarang sekali terjadi. Serta pada orang dewasa, akromegali sering kali ditemukan saat usia setengah baya.

Kondisi ini juga sangat jarang ditemukan. Pada setiap satu juta orang hanya ditemukan tiga kasus baru akromegali setiap tahunnya.

Penyebab akromegali

Penyebab terjadinya akromegali terkait degan hormon pertumbuhan. Hormon dalam tubuh manusia umumnya diatur dalam bentuk kaskade dalam Sistem regulasi. Misalnya untuk growth hormone, kaskade dimulai dengan produksi (GHRH) growth hormone-releasing hormone oleh hipotalamus otak.

Stimulasi GHRH pada kelenjar pituitari untuk mendapatkan growth hormone. Hati akan terstimulasi untuk menghasilkan insulin-like growth factor I (IGF-I) pada saat hormon ini mengalir dalam aliran darah. Dan kadar IGF-I yang tinggi akan memberi sinyal kelenjar pituitari untuk mengurangi produksi growth hormone.

Bila produksi growth hormone berlebihan, produksi IGF-I juga akan berlebih. Inilah yang dapat menyebabkan pembesaran organ dan kelebihan pertumbuhan tulang. Juga bisa merubahan metabolisme gula dan lemak, sehingga dapat menyebabkan masalah jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi.

Penyebab terjadinya Kelebihan produksi growth hormone adalah adanya tumor jinak pada kelenjar pituitari yang dinamakan adenoma. Berdasarkan sizenya, adenoma ini dapat dibedakan menjadi makro (bila berukuran lebih dari 1cm) dan mikro.

Adenoma dalam otak yang membesar juga dapat menekan jaringan tertentu dalam otak sehingga memberi gejala tertentu (tergantung dari lokasi adenoma).

Meski jarang ditemukan, pada bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, pankreas, dan bagian lain dari otak akromegali ditemukan oleh sebab karena tumor.

Tumor ini menghasilkan GNRH yang menyebabkan produksi growth hormone oleh kelenjar pituitari. Dengan cara langsung tumor ini juga bisa memproduksi growth hormone.

Diagnosis akromegali

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melakukan anamnesis seputar tanda dan gejala yang dirasakan, juga pemeriksaan fisik untuk menentukan diagnosis akromegali.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan untuk mendukung diagnosis adalah:

  • Pencitraan: MRI atau CT-scan untuk menilai adanya adenoma pituitari atau tumor pada bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan sinar X untuk menilai manifestasi kelebihan growth hormone dan IGF-I pada tulang.
  • Tes konsumsi glukosa (gula) oral: menilai kadar growth hormone setelah konsumsi gula. Pada keadaan normal konsumsi gula akan menstimulasi pituitari untuk mengurangi produksi growth hormone.Kadar IGF-I.
  • Kadar growth hormone: kenaikan kadar hormon ini (>10 ng/ml) setelah mengkonsumsi gula, ditambah dengan gejala klinis dari akromegali, dapat memastikan diagnosis.

Gejala atau tanda-tanda akromegali yang dapat dikenali antara lain:

  • kelopak mata bengkak & tebal
  • Sakit kepala
  • Kelebihan keringat
  • Tekanan darah meninggi
  • Penglihatan terganggu
  • Siklus haid berubah, terkadang disertai keluarnya cairan dari payudara
  • Ereksi melemah
  • Libido menurun
  • Perhatikan ukuran cincin atau sepatu yang berubah, pertanda adanya pembengkakan pada lengan/jari dan kaki
  • Alis dan rahang bawah menonjol, terdapat ruang antar gigi, bibir bawah dan hidung yang membesar
  • Sakit pada sendi
  • Kulit pada area wajah dan ekstremitas terasa kasar dan berminyak
  • Kuku tebal dan keras
  • Kerutan pada dahi dan area sekitar hidung-mulut menjadi lebih dalam
  • Pori-pori kulit yang tampak membesar dan terjadi hiperpigmentasi

Pengobatan akromegali

Pada kasus adenoma pituitari, kemungkinan penanganan akromegali yang disarankan adalah pembedahan untuk membuang tumor. Pembedahan umumnya sukses pada kasus diameter tumor di bawah 10mm.

Obat-obatan dapat diberikan apabila pembedahan tidak menurunkan level growth hormone, atau bisa diberikan pada kasus tumor berukuran besar untuk mengecilkan ukurannya sebelum dilakukan pembedahan.

Obat-obatan yang mungkin diberikan adalah somatostatin analog, GH receptor antagonist (GHRA), dan dopamine agonist.

Apabila setelah pembedahan masih terdapat tumor, dan obat-obatan tidak dapat membantu mengurangi gejala maka dapat dipertimbangkan terapi radiasi.