Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Darah

Asidosis

Pengertian asidosis

Asidosis adalah masalah kesehatan yang dikarenakan oleh saat darah dalam tubuh terlalu banyak mengandung asam. Kadar asam yang tinggi ini bisa terjadi karena hilangnya senyawa bikarbonat dari darah (asidosis metabolik) atau menumpuknya karbondioksida yang tidak bisa dikeluarkan secara maksimal dari paru (asidosis respiratorik).

Faktor terjadinya risiko asidosis adalah:

  • Diet tinggi lemak namun rendah karbohidrat
  • Penyakit gagal ginjal
  • Kegemukan
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Keracunan aspirin atau methanol
  • Penyakit gula (diabetes)

Diagnosis pada asidosis

Diagnosa asidosis ditetapkan dari penghitungan skala pH darah yang menunjukkan angka < 7.35. Semakin rendah pH berarti semakin asam sifat darah.

Wajarnya, tubuh mempunyai aturan asam-basa yang diawasi dengan ketat supaya pH darah tetap dalam keadaan normal sepanjang waktu. Hanya saja dalam keadaan tertentu, saat asam dalam tubuh begitu menumpuk dan basa banyak tersisih, maka terjadilah asidosis.

Secara global, ada dua jenis asidosis yang terbedakan atas penyebabnya. Kedua jenis itu adalah:

  1. Asidosis respiratorik timbul pada saat paru tidak kuat lagi menyisishkan karbondioksida dari dalam darah. Turun nya kemampuan paru ini disebabkan oleh berbagai penyakit. Seperti penyakit asma, obesitas, benturan dada, penggunaan obat bius, konsumsi alkohol berlebihan, kelemahan otot napas, gangguan saraf, dan perubahan bentuk dada.
  2. Asidosis metabolik berbeda dengan respiratorik. Asidosis metabolik timbul karena masalah pada sistem metabolisme. Pada asidosis metabolik, yang terjadi adalah:
  • Tubuh tidak sanggup membuang berlebihnya kadar asam
  • Keluarnya basa dari dalam tubuh debgab cara berlebihan

Hal ini dapat terjadi karena seseorang mengalami berbagai keadaan yang dilatar belakangi masalah tersebut, seperti:

  • Asodosis hiperkloremik
    Muntah dan diare bosa mengakibatkan sodium bikarbonat tubuh banyak terbuang. Sedangkan bikarbonat ini bersifat basa. Banyak nya kehilangan basa dari tubuh sangat berpotensi membuat pH darah turun, dan menjadi lebih asam.
  • Ketoasidosis diabetes
    Asupan gula darah yang tidak terawasi dengan baik pada penderita diabetes bisa membuat tubuhnya bereaksi memproduksi keton. Keton ini sangat bersifat asam. Apabila produksinya melimpah, asidosis tidak akan terhindarkan.
  • Asidosis laktat
    Kecanduan alkohol, kejang, kekurangan oksigen, gagal jantung, gagal hati, rendahnya kadar gula darah, juga terlalu berat berolahraga bisa mengakibatkan tubuh melepaskan asam laktat secara berlebihan. Jika terus-menerus, menumpuknya kadar asam ini akan mendominasi pH darah dan berakhir pada asidosis.
  • Renal tubular asidosis.
    Disebabkan gangguan fungsi ginjal, tubuh tidak lagi kuat membuang kelebihan asam melalui urine. Risikonya asam tertumpuk dalam darah dan mengakibatkan asidosis.

Penyebab asidosis

Pada awal terjadinya asidosis, tubuh memenuhi beragam restitusi sebagai usaha menetralkan pH darah. Lewat sistem pernapasan, tubuh berusaha membuang karbondioksida sebanyak-banyaknya.

Dengan cara lain juga, tubuh berusaha membuang asam lewat urine. Hanya saja, jika asam yang tertumpuk terlalu banyak dan terus menerus, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk melakukan restitusi. Alhasil dapat terjadi gangguan jantung, bahkan bisa-bisa koma.

Tanda dan gejala yang dialami seorang dengan asidosis metabolik bisa beragam, dari ringan hingga berat seperti:

  • Mual muntah
  • Cepat lelah
  • Ritme napas cepat
  • Letih/lemas
  • Penurunan kesadaran
  • Koma
  • Hingga kematian

Pada asidosis respiratorik, gejala yang dapat terjadi meliputi:

  • Nyeri pada kepala
  • Mengantuk berat
  • Koma

Pengobatan asidosis

Pengobatan yang perlu disegerakan adalah Menumpas pemicunya. Dalam beberapa kasus, penderita akan diberikan pengobatan bikarbonat untuk menetralkan pH darah.

Sisanya, pengobatan dilakukan berdasarkan penyakit yang melatarinya, misalnya:

  • Pada penderita diabetes, di berikan insulin
  • Untuk penderita asama, diberikan obat pelega napas pada asidosis respiratorik

Berbagai komplikasi bisa saja terjadi dikarenakan asidosis, misalnya:

  • Gagal ginjal
  • Masalah ginjal
  • Timbulnya batu ginjal
  • Masalah kesehatan tulang
  • Terhambatnya pertumbuhan

Pencegahan asidosis

Asidosis dapat dicegah atau dihindari dengan berbagai cara, seperti:

  • Konsumsi air yang Cukup, agar tidak mengalami dehidrasi
  • Mengontrol kadar gula darah selalu stabil bagi para penderita diabetes
  • Tidak konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan agar tetap ideal