Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Darah, Kehamilan, Kesehatan Wanita

Malpresentasi Janin

Malpresentasi janin adalah ketika bagian tubuh janin masuk ke jalan lahir menjelang persalinan bukan ubun-ubun. Ini dapat berupa wajah, bokong, tangan, atau kaki.

Dalam istilah medis, presentasi mengacu pada bagian tubuh janin yang akan keluar pertama saat persalinan dan berada di jalan lahir. Hal ini dilakukan agar proses persalinan berjalan aman bagi ibu dan janin.

Bagian depan ubun-ubun, juga dikenal sebagai cephalic occiput-anterior, adalah tempat yang paling aman untuk membawa janin melalui vagina. Presentasi ini diberi tanda:

  • Kepala janin berada di depan ubun-ubun di jalan lahir
  • Dagu janin bersentuhan dengan dadanya
  • Wajah janin berada di belakang perut ibu

Janin yang terkena malpresentasi tidak berada di atas. Ibu yang mengalami kondisi ini biasanya tidak dapat melahirkan anak dengan cara yang normal, sehingga mereka harus menjalani operasi caesar.

Jenis Malpresentasi Janin

Ada lima kategori malpresentasi janin, yaitu:

1. Ubun-ubun belakang (cephalic occiput posterior)

Kebalikan dari cephalic occiput anterior adalah cephalic occiput posterior. Kepala janin berada di jalan lahir saat presentasi ini, tetapi wajahnya menghadap ke perut ibu, sehingga ubun-ubun tidak terlihat.

Pada sebagian besar kasus, presentasi ini tidak berbahaya dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat melalui persalinan vagina. Namun, terkadang janin sulit keluar dari vagina, menyebabkan operasi caesar diperlukan.

Jenis malpresentasi janin yang paling umum adalah cephalic occiput posterior, yang terjadi pada sekitar 5% kasus persalinan.

2. Presentasi sungsang

Empat jenis presentasi sungsang atau breech terdiri dari kaki atau bokong janin di jalan lahir dan kepala janin di atas.

  • Sungsang lengkap, juga dikenal sebagai breech penuh, adalah ketika bokong janin berada di dekat jalan lahir dengan dua kaki terlipat sempurna di bagian lutut.
  • Tidak sempurna breech, juga dikenal sebagai sungsang, terjadi ketika bokong janin berada di dekat jalan lahir, dengan salah satu kaki terletak di dekat bokong dan kaki lain terlipat di dekat lutut.
  • Frank breech adalah posisi bokong janin di dekat jalan lahir dengan dua kaki menekuk ke atas hingga dekat dengan wajah.
  • Jika salah satu atau kedua kaki janin berada di dekat jalan lahir, itu disebut breech.

Diperkirakan 1 dari 25 persalinan memiliki presentasi sungsang.

3. Presentasi lintang

Posisi janin yang horizontal atau melintang di dalam rahim dikenal sebagai presentasi lintang atau transversal. Dalam situasi ini, kepala bayi berada di sebelah kanan atau kiri perut ibu, dan bagian tubuh janin yang menghadap ke jalan lahir dapat menjadi punggung, bahu, atau perut.

Biasanya, sampai waktu persalinan tiba, janin masih akan bergerak. Jika tidak, posisinya dapat membahayakan ibu dan janin karena ada kemungkinan tali pusar prolaps saat air ketuban pecah. Dalam kasus seperti itu, janin harus dikeluarkan melalui operasi caesar.

Malpresentasi ini jarang terjadi, meskipun berbahaya. Hanya satu dari tiga ratus janin yang mengalami presentasi lintang saat persalinan.

4. Presentasi majemuk

Presentasi kompleks, juga dikenal sebagai presentasi majemuk, ditunjukkan dengan posisi tangan, lengan, atau kaki janin di sebelah kepala janin.

Karena bagian tubuh yang menyertai kepala janin akan masuk kembali ke dalam rahim selama proses persalinan, janin dengan presentasi ini biasanya dapat dilahirkan melalui vagina. Namun, dokter akan menyarankan operasi caesar jika tangan atau lengan janin melewati bagian kepala.

Studi menunjukkan bahwa presentasi majemuk hanya terjadi pada 1 dari 700 persalinan.

5. Presentasi dahi atau wajah

Pada presentasi ini, bagian tubuh janin di jalan lahir adalah dahi atau wajah, dan bagian kepala janin seperti mendongak. Secara alami, janin beralih ke posisi ubun-ubun pada pembukaan kedua persalinan.

Jenis malpresentasi janin yang paling jarang terjadi adalah presentasi dahi atau wajah, yang terjadi hanya sekali dari 800 persalinan. Ini biasanya terjadi pada janin yang kepalanya besar, pada kehamilan kedua atau selanjutnya, atau ketika kantung ketuban pecah terlalu cepat.

Penyebab dan faktor risiko malpresentasi janin

Meskipun penyebab malpresentasi janin belum diketahui secara pasti, beberapa faktor risiko berikut dikaitkan dengan masalah ini:

  • Hamil dengan dua atau lebih anak kembar
  • Hamil kedua atau lebih
  • Statistik persalinan prematur
  • Tulang panggul ibu yang kecil
  • Terlalu banyak (polihidramnion) atau terlalu sedikit air ketuban
  • Pertumbuhan benjolan di dalam rongga rahim yang tidak normal, seperti miom
  • Kelainan dalam bentuk rahim
  • anomali pada janin
  • Penyakit plasenta previa

Gejala Malpresentasi Janin

Ketika janin melakukan gerakan seperti menendang, ibu hamil dapat mengetahui posisinya. Sebagai contoh, tendangan biasanya dirasakan di bagian bawah perut atau di dekat selangkangan jika janin dalam posisi sungsang; sebaliknya, jika kepala janin berada di jalan lahir, tendangan akan dirasakan di bagian atas perut.

Kehamilan harus diperiksa secara teratur oleh dokter untuk memastikan posisi janin.

Saatnya ke dokter

Periksakan kehamilan Anda secara teratur sesuai jadwal yang dianjurkan agar dokter dapat mengetahui perkembangan kesehatan Anda dan janin Anda.

Kontrol kehamilan rutin memungkinkan Anda berbicara dengan dokter tentang pilihan metode persalinan terbaik. Ini juga akan memberi tahu Anda tentang manfaat dan risiko dari masing-masing metode, serta apa yang perlu Anda persiapkan sebelum persalinan.

Dokter biasanya menyarankan jadwal kontrol kehamilan sebagai berikut:

  • Usia kehamilan dari minggu ke empat hingga dua puluh delapan: satu bulan sekali
  • Usia kehamilan dari minggu ke-28 hingga 36: dua minggu sekali
  • Usia kehamilan dari minggu ke-36 hingga-40: satu minggu sekali

Diagnosis Malpresentasi Janin

Beberapa minggu sebelum persalinan, dokter kandungan dapat meraba perut pasien untuk mengetahui posisi kepala, punggung, dan bokong bayi.

Setelah itu, dokter akan melakukan USG kandungan untuk mengetahui posisi bayi, ukuran panggul pasien, dan posisi plasenta dan tali pusar janin. Pemeriksaan ini akan menentukan apakah bayi dilahirkan secara normal atau tidak.

Pengobatan Malpresentasi Janin

Pengobatan malpresentasi janin dapat berupa non-medis atau medis. Pada umumnya, posisi janin akan berubah sampai waktu persalinan dekat, tetapi ada beberapa kasus di mana posisinya tidak berubah sampai dekat waktu persalinan.

Pengobatan non-medis pada malpresentasi janin

Terapi non-medis kadang-kadang dapat membantu mengatasi malpresentasi janin jika waktu persalinan masih jauh. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum melakukannya.

Beberapa jenis terapi non-medis yang dimaksud termasuk:

  • Senam mengangkat panggul (breech tilt)
    Untuk melakukan breech tilt, berbaring di lantai dengan lutut menekuk dan telapak kaki rata dengan tanah. Kemudian angkat pinggul sampai membentuk sudut 30–40°, atau gunakan bantal untuk menopangnya. Lakukan ini selama 10–20 menit dan ulangi sampai dua hingga tiga kali setiap hari.
  • Puppy pose
    Posisikan tubuh Anda seperti merangkak dengan punggung lurus, lalu gerakkan tangan Anda secara perlahan ke depan sampai dahi Anda menyentuh lantai. Ingatlah bahwa bokong harus berada di atas, dan pinggul harus sejajar dengan lutut.
  • Forward-leaning inversion
    Setelah berlutut di pinggir kursi atau sofa, turunkan tangan Anda secara perlahan ke lantai dengan menopang tubuh Anda dengan lengan, jangan sampai kepala Anda menyentuh lantai. Anda dapat mengulangi prosedur ini tujuh kali sehari. Lakukan selama tiga puluh hingga lima puluh menit dan kemudian istirahat selama lima belas menit.
  • Terapi musik atau cahaya
    Studi menunjukkan bahwa cahaya atau musik dapat mendorong janin untuk bergerak. Anda dapat melakukan terapi ini dengan menyetel musik di headphone dan menempelkannya di area dekat rambut kemaluan. Anda juga bisa menggunakan senter untuk menyinari area tersebut.
Pengobatan medis pada malpresentasi janin

Terapi non-medis kadang-kadang berhasil mengatasi beberapa kasus malpresentasi janin. Namun, pada beberapa kasus, terapi di atas tidak berhasil mengubah posisi janin. Pada kasus ini, dokter akan melakukan prosedur ECV (versi luar kepala) pada usia kehamilan 37 atau 38 minggu.

Dokter akan melakukan prosedur CTG atau kardiotografi untuk memantau detak jantung janin sebelum melakukan ECV. Beberapa kali, mereka akan memberikan obat suntik untuk membuat rahim pasien rileks.

Selama prosedur ECV, dokter akan memijat perut pasien dengan bantuan USG untuk mengarahkan kepala janin ke posisi jalan lahir. Pijat ini dapat menyebabkan nyeri pada pasien.

Dokter dapat melakukan induksi untuk mempercepat proses persalinan jika posisi janin diubah ke posisi normal. Jika tidak berhasil, dokter akan menunggu satu minggu sebelum kembali melakukan ECV.

Jika itu tidak berhasil, dokter akan mempertimbangkan metode persalinan lain. Mereka akan memutuskan metode ini dengan mengukur lebar panggul pasien dan menghitung berat janin dengan USG.

Ada beberapa kondisi di mana ECV tidak dapat dilakukan dan pasien harus menjalani operasi caesar, seperti yang berikut:

  • Hamil dengan dua atau lebih anak kembar
  • Kapal air ketuban telah pecah
  • anomali pada janin, seperti anomali katup jantung
  • darah dalam vagina 7 hari sebelum ECV
  • Ketika waktu persalinan dekat, posisi janin tetap melintang

Komplikasi Malpresentasi Janin

Jika waktu persalinan masih jauh, tidak perlu khawatir tentang malpresentasi janin karena posisi janin di dalam rahim masih dapat berubah secara alami.

Namun, dokter akan segera melakukan operasi caesar jika posisinya masih belum berubah ke posisi normal sampai dekat waktu persalinan.

Malpresentasi janin dapat menyebabkan masalah seperti:

  • Hamil tersangkut di jalan lahir atau persalinan yang terlambat
  • Janin terikat pada tali pusar
  • Tali pusar keluar dari jalan lahir sebelum persalinan
  • Rahim robek
  • cedera pada jalan lahir atau rahim
  • cacat pada janin
  • Janin meninggal saat lahir

Pencegahan Malpresentasi Janin

Meskipun malpresentasi janin tidak dapat dihindari, menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur memungkinkan dokter untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan jika ada kondisi yang mengancam ibu dan janin.