Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Bayi Lahr Tidak Normal, Kesehatan Bayi

Omphalocele; Omfalokel

Keluarnya organ dalam rongga perut bayi, seperti lambung, usus, dan hati, melalui pusar dikenal sebagai omfalokel atau kelainan lahir kongenital. Omfalokel dapat dilihat saat bayi masih dalam kandungan; namun, mereka mungkin tidak terlihat sampai lahir.

Menurut penelitian, 1 dari 5.000 kelahiran mengalami omfalokel, yang merupakan kelainan lahir yang cukup jarang.

Meskipun keduanya merupakan kondisi yang berbeda, omphalocele sering disamakan dengan gastroschisis. Pada gastroschisis, organ yang keluar tidak diselubungi oleh selaput membran.

Penyebab Omphalocele

Kelainan perkembangan janin dapat menyebabkan omfalokel. Di antara usia kehamilan enam dan sepuluh minggu, usus dan organ janin seperti hati, kandung kemih, lambung, indung telur, atau testis biasanya menonjol ke pusar.

Pada bayi dengan omfalokel, usus dan organ yang menonjol tersebut tidak akan kembali ke dalam rongga perut saat usia kehamilan memasuki minggu ke-11.

Omfalokel belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, beberapa orang percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh perubahan (mutasi), atau kelainan pada gen atau kromosom.

Faktor risiko omphalocele

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan ibu hamil mengalami omfalokel, meskipun penyebabnya belum diketahui:

  • Konsumsi alkohol
  • kebiasaan merokok
  • Menggunakan antidepresan yang termasuk dalam kategori SSRI (selective serotonin-reuptake inhibitors)
  • Mengalami obesitas

Bayi dengan omfalokel juga sering mengalami kelainan genetik lainnya, seperti sindrom Turner, sindrom Patau (trisomi 13), sindrom Edward (trisomi 18), sindrom Down (trisomi 21), dan sindrom Beckwith-Wiedemann, serta kelainan bawaan pada tulang belakang, jantung, dan organ pencernaan.

Gejala Omphalocele

Omphalocele mudah dikenali karena gejalanya yang jelas: organ dalam perut keluar melalui lubang pusar dan diselubungi oleh selaput pelindung.

Pada omphalocele ringan, lubang tidak terlalu besar sehingga hanya satu organ atau sebagian usus yang keluar. Pada omphalocele parah, lubang cukup besar sehingga usus, hati, kandung kemih, lambung, dan testis juga bisa keluar.

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri Anda secara teratur ke dokter untuk memastikan bahwa Anda hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat mendeteksi apakah janin mengalami omphalocele, selain memastikan kesehatan kehamilan.

Dokter akan menyarankan pemeriksaan kehamilan yang lebih sering jika janin mengalami omfalokel. Ini dilakukan untuk melacak perkembangan janin dan merencanakan persalinan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil dan janin.

Diagnosis Omphalocele

Omfalokel dapat ditemukan pada janin baik saat bayi masih di dalam kandungan maupun setelah dilahirkan. Omfalokel dapat ditemukan melalui USG kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Setelah menemukan omfalokel, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan pada janin, seperti:

  • Analisis jantung janin dan fungsinya melalui echocardiogram janin
  • Pemeriksaan amniocentesis untuk mengidentifikasi kelainan genetik

Omfalokel pada bayi baru lahir dapat dilihat secara fisik. Jika bayi memilikinya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti Rontgen, untuk mengidentifikasi kemungkinan kelainan organ lainnya.

Pengobatan Omphalocele

Operasi yang dikenal sebagai penanganan omfalokel bertujuan untuk memasukkan kembali organ yang menonjol ke dalam rongga perut. Waktu operasi tergantung pada kondisi bayi dan tingkat keparahan omfalokel. Operasi akan dilakukan segera setelah kelahiran jika omfalokelnya ringan.

Jika omfalokel parah, organ akan secara bertahap dimasukkan ke dalam perut. Ini karena rongga perut bayi masih dalam perkembangan. Dokter akan melakukan prosedur berikut selama perkembangan rongga perut bayi:

  • Bayi harus disimpan di inkubator agar tetap hangat
  • Instalasi ventilator atau alat bantu napas
  • Makanan dan cairan diberikan melalui infus
  • Memasang selang nasogastrik untuk mengeluarkan udara dan cairan dari rongga perut
  • Untuk mencegah infeksi bakteri, oleskan krim antibiotik pada selaput yang melapisi organ di luar perut
  • Melindungi organ yang keluar dengan pelindung khusus agar tidak terhidrasi

Setelah rongga perut bayi berkembang, operasi akan dilakukan lagi untuk memasukkan organ yang keluar. Setelah itu, lubang tempat organ keluar ditutup dan dijahit.

Komplikasi Omphalocele

Baik sebelum maupun setelah kelahiran, omfalokel dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti:

  • Perlambatan pertumbuhan
  • kesulitan dengan makanan dan napas
  • Infeksi yang terjadi karena selaput pelindung organ pecah
  • kematian jaringan di organ yang keluar dari pusar akibat pasokan darah yang buruk

Pencegahan Omphalocele

Ibu hamil disarankan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan rutin ke dokter kandungan, menjalani gaya hidup sehat, dan tidak mengonsumsi obat tanpa konsultasi dengan dokter untuk mengurangi risiko mengalami omfalokel.

Beberapa tindakan tambahan yang dapat Anda lakukan saat hamil adalah:

  • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • mengonsumsi suplemen atau vitamin, seperti asam folat, yang diresepkan oleh dokter
  • Jangan merokok dan minum alkohol
  • Menjaga berat badan yang diinginkan