Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Batu

Batu Ginjal; Nefrolitiasis

Pengertian batu ginjal

Nefrolitiasis atau yang dikenal dengan penyakit batu ginjal ialah keadaan dimana di dalam ginjal terbentuk benda keras mirip dengan batu. Benda keras ini tercipta dari residu zat-zat di darah yang tersaring oleh ginjal, Lalu menumpuk berdiam diri di ginjal membentuk kristal.

Penumpukan ini umumnya tercipta karena para individu tidak mengonsumsi air sesuai petunjuk, dengan kondisi sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau mempunyai masalah medis yang dapat memindahkan kadar senyawa tertentu dalam urine.

Batu ginjal dibagi menjadi empat jenis:

  1. Batu kalsium
  2. Batu asam urat
  3. Batu struvit dan
  4. batu sistin

Dari berbeda-bedanya jenis batu ginjal ini, tindakan pengobatan dan pencegahannya pun berbeda-beda.

Penyakit batu ginjal yang umumnya di alami orang dengan berusia diats 30 sampai 60 tahun, baik pria ataupun wanita. Akan tetapi, laki-laki berrisiko lebih tinggi ketimbang perempuan. Lewat observasi yang pernah dilakukan, hal ini dicurigai berkenaan dengan tersumbatnya saluran kencing pria.

Diagnosis batu ginjal

Pengumpulan informasi tentang gejala-gejala yang diderita pasien sangat penting di lakukan oleh dokter guna mendiagnosis batu ginjal. Dokter akan menanyakan adakah dari anggota keluarga yang mempunyai masalah yang sama dengan pasien, pola makan, adakah sesuatu yang mengonsumsi sedang yang dapat memicu terciptanya batu ginjal.

Lalu serangkaian pemeriksaan akan dilakukan, salah-satunyanya pemeriksaan laboratorium beragam tes, misalnya tes urine dan tes darah. Disisi lain juga ada bermacam pemindaian seperti rontgen, USG, dan intravenous pyelogram.

Pemeriksaan tes urine juga akan dilakukan guna memastikan apakah telah terjadi infeksi. Bila sampel urine menunjukan ada serpihan batu ginjal, Penggunaannya akan dilakukan dokter guna mengenali tipe batu ginjal apa yang diderita pasien supaya tindakan penanganannya tepat sasaran.

Disisi lain tes darah diperlukan guna memahami apakah ginjal masih bekerja dengan normal atau tidak, juga untuk memastian kadar zat-zat tertentu yang mempunyai peluang mengakibatkan terbentuknya batu ginjal.

Selain itu dokter juga akan melaksanakan pemeriksaan lewat citra gambar yang dapat membantu memberi informasi analisis juga menentukan kondisi batu ginjal secara akurat. Jenis pengamatan lewat citra gambar ini yang mungkin dilakukan adalah ultrasound scan, CT scan, intravenous urogram (IVU), X-ray, atau intravenous pyelogram (IVP).

Pemeriksaan utama dalam mendiagnosis penyakit batu ginjal, adalah CT scan. Opsi ini diambil karena hasilnya lebih presisi daripada cara pemeriksaan lainnya.

Gejala batu ginjal

Umumnya, bilaa skala batu ginjal terlalu kecil, penderita tidak merasakan gejala nya sama sekali. Batu ginjal ini akan keluar dengan sendirinya lewat ureter, yaitu terusan yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

Penderita akan merasakan sesuatu jika ukuran batu lebih besar dari ureter. Ketika akan buang air kecil, batu tersebut akan berbenturan dengan dinding ureter akibatnya menimbulkankan iritasi, bahkan luka. Inilah yang menyebabkan mengapa urine terlihat darah. Batu juga dapat menutup ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urinee ke luar tubuh) akibatnya urine yang akan keluar terhambat.

Gejala lain-lain dari batu ginjal adalah:

  • Sakit perut.
  • Khawatir atau gelisah.
  • Ketika buang air kecil terasa sakit.
  • Buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya.
  • Sakit di punggung bagian bawah yang terus-menerus, terkadang sakitnya sampai selangkangan. Pada penderita pria, sakit nya juga terasa pada skrotum dan testis.
  • Sakit pada perut dibagian samping dengan tempo yang beragam, dari hitungan menit hingga jam.
  • Saat berbaring tidak nyaman dan tenang karena sulitnya mendapatkan posisi yang nyaman.
  • Urine berdarah karena gesekan batu ginjal dengan ginjal atau ureter. Ketika batu ginjal menghambat ureter maka terjadilah penimbunan bakteri, sehingga bisa mengakibatkan infeksi ginjal.

Gejala infeksi ginjal serupa dengan gejala penyakit batu ginjal, namun umumnya penderita juga bakal mengalami:

  • Diare.
  • Menggigil.
  • Sangat lelah.
  • Demam yang tinggi.
  • Urine keruh dan beraroma tidak menyengat.

Pengobatan batu ginjal

Besar kecilnya ukuran batu sangat bergantung dalam melakukan terapi pengobtan batu ginjal. Bila ukuran batu kecil, dokter hanya akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi air putih yang sesuai petunjuk, karena batu masih masih bisa melewati saluran kemih. Tindakan tersebut dilakukan agar batu dapat keluar sendiri bersama dengan urine.

Jikalau sakit yang rasakan penderita sangat mengganggu, maka dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit, seperti obat antiradang yang bukan steroid atau ibuprofen. Guna mengurangi gejala tidak enak pada perut, seperti mual dan muntah, dokter akan memberikan obat antiemetik.

Apabila lokasi batu ginjal sudah berpindah, dari ginjal ke ureter serta memicu rasa sakit yang sangat parah, pasien akan dirujuk agar dirawat di rumah sakit guna mendapat perawatan yang lebih intens. Biasanya, ini dilakukan pada penderita yang cuma mempunyai 1 ginjal, mengalamai dehidrasi, tua diatas usia 60 tahun dan ibu hamil.

Tindakan lanjutan

Bila ukuran batu ginjal berada di atas 7 mm atau terlalu besar sehingga sulit untuk dikeluarkan secara alami, dokter dapat menganjurkan terapi tersendiri agar batu dapat keluar. Jenis-jenis tindakannya bergantung pada lokasi dan ukuran batu ginjal. Langkah-langkah untuk melakukan penanganan batu ginjal yang berukuran besar adalah:

  • Penggunaan alat uteroskop.
    Utereskop akan dimasukkan ke dalam ureter guna mengamati dimana letak penyumbatannya. Setelah diketahui, batu akan dileburkan memakai alat lain atau laser.Pasien akan dibius secara total ketika akan melewati langkah tersebut. Kinerja ureteroskopi manjur untuk batu ginjal berdiameter maksimal 15 mm.
  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)
    Langkah tersebut memakai gelombang suara dengan frekuensi tinggi guna meleburkan batu ginjal menjadi serpihan kecil. Diharapkan dengan hancur batu yang besar tadi dapat dikeluarkan dengan mudah.Biasanya penderita akan merasa kurang tenang, setelah tindakan ini dilakukan. Maka dokter akan memberikan obat pereda sakit. Kefektifitasan extracorporeal Shock Wave Lithotripsy mencapai 99% dalam menghancurkan batu ginjal dengan diameter sebesar 20 mm.
  • Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL)
    Langkah ini umumnya dilakukan apabila tindakan extracorporeal Shock Wave Lithotripsy dilakukan, misalnya pasien mengalami badan kegemukan.Sayatan kecil di permukaan kulit dekat dengan ginjal akan dilakukan, lalu nephroscope dimasukkan lalu akan meleburkan dan mengeluarkan serpihan batu ginjal. Percutaneous Nephrolithotomy sangat efektif menghancurkan batu sebesar 21-30 mm.

Pencegahan batu ginjal

Batu pada ginjal memang penyakit yang cenderung berulang, akan tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena penangkalannya sangatlah mudah. Ada 2 hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  1. Minumlah air yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan tubuh. Bila konsumsi air cukup, maka warna urine akan terlihat cerah.
  2. Pola makan menjadi perhatian utama. Bila batu ginjal berjenis batu kalsium, maka jauhkan makanan yang banyak mengandung oksalat.Oksalat akan merintangi peresapan kalsium. Tetapi Anda perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengubah pola makan.