Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Autoimun, Kesehatan Kulit, Kulit, Penyakit Kulit

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid bulosa adalah munculnya lepuhan di kulit yang terasa gatal yang berisi cairan. Lepuhan ini lebih sering muncul di area lipatan tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan perut bagian bawah.

Pemfigoid bulosa dapat terjadi pada siapa saja, tetapi gejalanya sering muncul di salah satu area kulit, tetapi dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk mencegah lepuhan baru dan infeksi kulit, pemfigoid bulosa harus ditangani segera.

Penyebab Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid bulosa adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan kulit yang menghubungkan lapisan kulit tengah (dermis) dan lapisan kulit terluar (epidermis).

Peradangan muncul sebagai akibat dari kondisi di atas, yang menyebabkan epidermis dan dermis tidak saling mengikat, menyebabkan luka lepuh.

Meskipun alasan tepat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan kulit masih belum diketahui, beberapa hal berikut mungkin menyebabkan masalah ini:

  • Penggunaan etanercept, sulfasalazine, dan furosemide
  • Penyakit kulit seperti lichen planus dan psoriasis
  • Diabetes, RA, kolitis ulseratif, stroke, demensia, penyakit Parkinson, dan multiple sclerosis adalah beberapa penyakit medis
  • Paparan sinar ultraviolet dan radioterapi untuk pengobatan kanker

Gejala Pemfigoid Bulosa

Salah satu gejala awal pemfigoid bulosa adalah berubahnya warna kulit menjadi kemerahan, kehitaman, dan gatal. Gejala ini biasanya terjadi di lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, atau perut.

Setelah beberapa minggu atau bulan, pada permukaan kulit akan muncul luka lepuh yang dipenuhi dengan cairan bening atau cairan bercampur darah.

Lepuhan ini tidak mudah pecah ketika ditekan dengan lembut, tetapi lepuh yang robek atau pecah dapat sakit, tetapi tidak meninggalkan bekas luka.

Saatnya ke dokter

Anda disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti di atas. Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan jika Anda mengalami keluhan seperti berikut:

  • Tanda-tanda infeksi seperti demam dan bernanah pada kulit
  • Luka lepuh dapat muncul di mulut, hidung, atau mata

Diagnosis Pemfigoid Bulosa

Dokter akan mendiagnosis pemfigoid bulosa dengan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya tentang gejala pasien dan obat yang mereka ambil.

Untuk memastikan diagnosis, mereka akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah dan biopsi kulit.

Pengobatan Pemfigoid Bulosa

Tujuan dari pengobatan pemfigoid bulosa adalah untuk menghilangkan lepuhan pada kulit, menghilangkan gatal, serta mencegah timbulnya lepuhan baru.

Obat-obat yang bisa digunakan untuk pemfigoid bulosa antara lain:

Kortikosteroid

Obat kortikosteroid, yang tersedia dalam bentuk salep dan tablet, berfungsi untuk mengurangi peradangan dengan mengurangi aktivitas sistem imun.

Kortikosteroid tablet tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama karena dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertesi, kolesterol tinggi, osteoporosis, dan infeksi.

Oleh karena itu, pengobatan harus secara bertahap dihentikan setelah lepuhan kulit hilang.

Obat imunosupresif

Imunosupresif diberikan untuk mengurangi dosis kortikosteroid untuk menghindari efek samping kortikosteroid karena keduanya bekerja dengan menekan fungsi sistem imun.

Obat imunosupresif seperti mycophenolate mofetil, methotrexate, rituximab, dan azathioprine adalah beberapa contohnya.

Salep antibiotik

Dokter akan memberikan salep antibiotik, seperti tetracycline hydrochloride, jika ada infeksi pada kulit atau lepuhan pecah.

Untuk mencegah luka bertambah parah, pasien pempfigoid bulosa disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Hindari sinar matahari langsung
  • Kenakan pakaian berbahan katun dan longgar untuk mengurangi gesekan pada kulit.
  • Setelah mandi, gunakan pelembab dan sabun khusus untuk kulit sensitif.
  • Jika Anda memiliki luka lepuh di mulut, jangan makan makanan yang keras atau renyah.
  • Jangan melakukan hal-hal yang melibatkan bagian tubuh yang telah mengalami luka lepuh.

Komplikasi Pemfigoid Bulosa

Pemfigus bulosa yang tidak segera ditangani dan bertahan lama dapat menyebabkan beberapa masalah berikut:

  • Infeksi sekunder
  • Sepsis
  • Proses pembentukan jaringan parut
  • Luka yang sudah lama sembuh

Selain itu, komplikasi terkait pengobatan pemfigoid yang tidak sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan pasien juga dapat terjadi, seperti:

  • Penyakit yang terjadi pada sumsum tulang belakang
  • Patah tulang dan osteoporosis
  • Infeksi sel skuamosa
  • Limfoma
  • Tumbuh kembang yang tidak normal pada anak

Pencegahan Pemfigoid Bulosa

Tidak ada cara untuk mencegah pemfigoid bulosa, karena penyebabnya tidak diketahui. Namun, penderita dapat melakukan hal-hal berikut untuk mencegah luka lepuh menjadi lebih parah:

  • Hindari makanan keras atau renyah seperti kerupuk atau keripik.
  • Hindari olahraga yang dapat menyebabkan cedera kulit.
  • Mengelola stres dengan sebaik mungkin.