Beranda/Infeksi Pernapasan dan RSV/Respiratory Syncytial Virus (RSV)

Infeksi Pernapasan dan RSV

Respiratory Syncytial Virus (RSV)

Pahami RSV sebagai virus pernapasan yang sering ringan tetapi dapat menyebabkan bronkiolitis/pneumonia pada bayi, lansia dan orang dengan penyakit jantung-paru atau imunitas lemah; gejala bertahap, apnea pada bayi kecil; perawatan cairan/oksigen tanpa antibiotik atau antiviral rutin; imunisasi ibu, antibodi bayi dan vaksin dewasa sesuai rekomendasi lokal; serta napas sulit atau dehidrasi sebagai darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanRSV sangat umum dan biasanya menyebabkan pilek, batuk, nafsu makan turun atau wheezing. Pada bayi sangat muda, tanda hanya dapat berupa rewel, aktivitas turun, sulit minum atau jeda napas. Prematur, penyakit jantung/paru, imunitas lemah dan usia lanjut meningkatkan risiko penyakit berat.

Gejala muncul bertahap

Keluhan biasanya mulai 4–6 hari setelah tertular: pilek, hidung tersumbat, batuk, bersin, demam dan wheezing. Bronkiolitis membuat napas cepat, dada tertarik dan sulit minum. Dewasa dapat mengalami flare asthma/COPD atau pneumonia. Gejala RSV tidak dapat dibedakan pasti dari flu/COVID hanya dari tampilan; tes dipakai bila memengaruhi isolasi atau terapi.

Perawatan utama adalah dukungan

Cairan/ASI sedikit tapi sering, saline dan suction lembut pada bayi, serta paracetamol/ibuprofen sesuai usia membantu. Jangan beri aspirin pada anak atau obat cough/cold pada anak kecil tanpa arahan. Antibiotik tidak bekerja pada RSV kecuali ada infeksi bakteri. Rumah sakit memberi oksigen, cairan/feeding support dan ventilasi bila perlu; bronchodilator/steroid tidak rutin untuk bronkiolitis sederhana.

Napas sulit, bibir biru atau bayi tidak minum adalah daruratKe IGD untuk napas cepat/berat, dada tertarik, grunting, jeda napas, bibir kebiruan, sulit dibangunkan, dehidrasi atau bayi minum jauh berkurang. Bayi sangat muda, prematur, penyakit jantung/paru dan lansia rapuh perlu dinilai lebih awal saat memburuk.

Kurangi penularan

RSV menyebar lewat droplet, tangan dan permukaan: cuci tangan, tutup batuk, bersihkan benda sering disentuh, ventilasi, tinggal di rumah saat sakit dan hindari kontak dekat dengan bayi/lansia rentan. Masker memberi lapisan perlindungan di ruang ramai/ketika merawat. Asap rokok meningkatkan risiko dan keparahan pernapasan.

Pencegahan medis berubah menurut negara

Vaksin RSV tersedia untuk kelompok dewasa/kehamilan tertentu dan long-acting monoclonal antibody dapat melindungi bayi; eligibility, musim dan produk mengikuti otoritas lokal. Umumnya perlindungan bayi berasal dari vaksin ibu atau antibodi bayi, bukan keduanya pada kebanyakan situasi. Tanyakan fasilitas kesehatan karena ketersediaan Indonesia dapat berbeda dari CDC.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — RSV symptoms and care, CDC — RSV in infants and young children, WHO — respiratory syncytial virus. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.