Antibiotik hanya bekerja pada bakteri tertentu
Pilek, influenza dan banyak batuk/tenggorok sakit disebabkan virus sehingga antibiotik tidak membantu. Bahkan infeksi bakteri tidak selalu membutuhkan antibiotik, atau memerlukan jenis yang spesifik. Penggunaan yang tidak perlu memberi tekanan seleksi: bakteri rentan mati sementara yang resisten bertahan dan menyebar.
Gunakan obat tepat, bukan sekadar ‘habiskan selalu’
Minum antibiotik hanya dari tenaga kesehatan, sesuai dosis, jarak dan durasi yang diresepkan. Jangan meminta, berbagi, menyimpan sisa atau membeli sendiri. Jangan memperpanjang atau menghentikan terapi tanpa arahan; durasi terbaik berbeda tiap infeksi dan kini sering lebih singkat daripada kebiasaan lama. Laporkan alergi dan efek samping, bukan mengganti obat sendiri.
Tes membantu mempersempit pilihan
Kultur dan uji kepekaan dapat menunjukkan bakteri serta obat yang masih bekerja, tetapi sampel idealnya diambil sebelum antibiotik bila tidak menunda keadaan darurat. Terapi awal dapat luas pada sepsis lalu dipersempit setelah hasil. Antibiogram lokal, fungsi ginjal/hati, lokasi infeksi dan kehamilan memengaruhi pilihan; obat ‘lebih kuat’ tidak selalu lebih baik.
Pencegahan mengurangi kebutuhan antibiotik
Vaksinasi, cuci tangan, air/sanitasi aman, seks aman, keamanan pangan, perawatan luka dan pengendalian infeksi fasilitas kesehatan menurunkan infeksi. Peternakan dan lingkungan juga terkait melalui pendekatan One Health. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai pemacu pertumbuhan hewan, dan limbah obat tidak dibuang sembarang.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — antimicrobial resistance, WHO — global antibiotic resistance surveillance report 2025, CDC — antibiotic use and antimicrobial resistance. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.