Kelebihan dosis obat dapat menyebabkan efek samping berbahaya, seperti kerusakan organ secara permanen atau bahkan kematian.
OD atau overdosis dapat terjadi saat menggunakan obat resep, obat bebas, atau obat herbal. Biasanya overdosis terjadi secara tidak sengaja, seperti pada anak-anak yang minum obat tanpa diawasi karena rasanya yang enak atau pada orang tua yang lupa telah minum obat sebelumnya.
Namun, seseorang juga bisa sengaja minum lebih banyak obat sehingga mereka mengalami overdosis. Ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami kecanduan atau ketergantungan obat, seperti obat untuk nyeri berat, dan juga sering terjadi pada percobaan bunuh diri.
Overdosis adalah kondisi darurat yang memerlukan bantuan medis segera. Jika tidak ditangani segera, pasien yang mengalami overdosis dapat mengalami masalah dengan fungsi organ seperti otak, ginjal, dan hati. Overdosis yang parah juga dapat menyebabkan kematian.
Penyebab Overdosis
OD atau overdosis terbagi dalam dua kategori berdasarkan sumbernya, yaitu:
- Tidak disengaja, yang berarti mengonsumsi lebih dari satu obat dalam jumlah atau waktu yang salah tanpa menyadari bahayanya
- Mengambil obat dengan sengaja melebihi dosis yang disarankan atau menggabungkan berbagai obat dalam satu dosis
Beberapa faktor risiko berikut dapat menyebabkan overdosis juga:
- Overdosis obat dapat terjadi karena tubuh memiliki toleransi yang rendah terhadap obat tertentu
- penggunaan berbagai obat secara bersamaan, atau jenis obat yang berbeda tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu
- Kondisi medis sebelumnya yang memerlukan penggunaan berbagai obat
- Karena efek samping obat lain atau konsumsi alkohol yang berlebihan, misalnya, lupa atau tidak fokus saat minum obat
- Penyimpanan obat yang buruk, seperti bungkus obat yang tidak tertutup dengan baik atau mudah dijangkau anak-anak
- Gangguan kesehatan mental seperti skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, PTSD, atau pemikiran bunuh diri
- Pernah mengalami alkoholisme atau penyalahgunaan NAPZA
Gejala Overdosis
Jenis obat yang dikonsumsi dapat menyebabkan gejala overdosis yang berbeda-beda, tetapi berikut ini adalah beberapa gejala overdosis berdasarkan jenis obat yang paling penting untuk diketahui:
Overdosis paracetamol
OD atau overdosis karena paracetamol dapat menyebabkan gejala berikut:
- Mengalami muntah
- Nyeri di bagian kanan tulang rusuk
- Laju napas yang lebih tinggi
- Penyakit kuning adalah ketika kulit dan bagian putih mata (sklera) berwarna kuning
- Kegagalan untuk berkoordinasi dengan tubuh
- Berkeringat, gemetar, dan gelisah akibat penurunan gula darah
Overdosis obat stimulan
OD (overdosis) stimulan, seperti amfetamin, dapat menyebabkan gejala berikut:
- Tingkat suhu tubuh meningkat pesat
- Laju pernapasan yang cepat
- Agitasi, yang berarti menjadi gelisah, jengkel, dan gugup
- Halusinasi
- paranoid atau selalu merasa diancam
- Sangat nyeri di lambung
- Sesak dada
- Kejang
- Sakit di dada
- Serangan jantung
- Henti jantung
Overdosis obat antidepresan
Ketika Anda mengambil terlalu banyak antidepresan, seperti escitalopram, fluoxetine, atau sertraline, Anda mungkin mengalami gejala berikut:
- Gelisah yang berlebihan
- Diare
- Mulut yang kering
- Mengalami muntah
- Tremor
- Sakit kepala kronis
- Halusinasi
- Sesak napas dan detak jantung yang sangat cepat
- Gerakan mata tanpa kontrol
- Delirium atau hilang kesadaran yang parah
- Kejang
- Berkurangnya kesadaran
OD (overdosis) obat opioid
Jika Anda mengambil obat opioid yang berlebihan, seperti codeine, oxycodone, fentanyl, morfin, atau tramadol, Anda mungkin mengalami gejala berikut:
- Kecilnya pupil mata
- napas yang lambat atau tidak teratur
- Suara mendengkur, berkumur, atau tersedak
- Berkurangnya kesadaran
- tidak menanggapi suara keras, guncangan, atau rasa sakit
- Henti napas
Overdosis benzodiazepine
Apabila Anda mengonsumsi terlalu banyak benzodiazepine, seperti diazepam, lorazepam, atau alprazolam, Anda dapat mengalami gejala berikut:
- Pusing
- Kantuk berat dan menantang untuk dibangunkan
- Stres dan gelisah
- Pandangan yang kabur
- Tidak jelas
- Berbicara dengan tidak jelas
- Laju napas yang menurun atau henti
Kapan harus ke dokter
Overdosis obat dapat menyebabkan kerusakan pada otak atau organ lain, seperti ginjal, dan bahkan mungkin kematian. Oleh karena itu, jika Anda atau anggota keluarga Anda menunjukkan gejala overdosis, segera cari pertolongan dan bawa pasien ke ruang gawat darurat (IGD) atau dokter terdekat.
Diagnosis Overdosis
Mengamati gejala overdosis dapat membantu Anda mendiagnosisnya. Dokter juga akan bertanya kepada pasien atau keluarganya tentang sejarah penggunaan obat pasien, yang dapat mencakup:
- Tipe obat
- Jumlah obat yang diambil dalam satu dosis
- Kekuatan obat, seperti miligram per tablet
- Jika ini adalah obat biasa, biasanya pasien mengambilnya
- Penyakit yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami
Beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan termasuk:
- Periksa darah
- Cek urine
- Pemindaian dengan menggunakan foto rontgen atau scanning tomography (CT)
- Rekaman rekaman jantung melalui elektrokardiografi
- Pemeriksaan isi lambung menggunakan spektrometer massa liquid chromatography/mass (LC/MS)
Pengobatan Overdosis
Berikut ini adalah tahapan pengobatan overdosis yang harus dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi:
Pertolongan pertama
Jika Anda melihat seseorang yang mengalami overdosis, cobalah untuk tetap tenang sebelum membawanya ke rumah sakit. Beri mereka pertolongan pertama seperti yang disebutkan di bawah ini jika mereka mengalami overdosis:
- Untuk mendapatkan bantuan, hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat.
- Jika ia tidak sadar tetapi masih bernapas, berbaringkan dia miring
- Mengangkat dagunya atau mendongakkan kepalanya untuk memastikan jalur napasnya terbuka.
- Sambil menunggu ambulans, selalu periksa kesehatannya dan ritme pernapasannya.
- Jangan berikan makanan atau minuman kepadanya.
- Jangan buat dia muntah.
- Saat dibawa ke rumah sakit, bawalah obat atau kemasan obat yang dicurigai dapat menyebabkan overdosis.
Pemberian obat
Dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan tingkat overdosis pasien setelah mereka tiba di unit gawat darurat. Salah satu hal yang dilakukan adalah:
- Penggunaan karbon aktif untuk mencegah obat yang menyebabkan overdosis diserap oleh tubuh
- Pemasangan infus memungkinkan obat keluar lebih cepat dari tubuh
- Bantuan jalur napas untuk mengatasi gangguan napas akibat overdosis, seperti pemberian oksigen atau intubasi
- Pemberian antidot obat, seperti naloxone hidroklorida untuk overdosis obat opioid atau acetylcysteine untuk overdosis paracetamol
- Jika overdosis obat penenang menyebabkan pasien gelisah, yang dapat membahayakan dirinya atau orang di sekitarnya
Terapi
Pasien yang mengalami overdosis yang disengaja akan disarankan untuk menjalani rehabilitasi atau terapi dengan psikolog atau psikiater untuk mengatasi gangguan kesehatan mental atau perilaku penyalahgunaan obat-obatan agar hal ini tidak terulang lagi.
Selain itu, pasien overdosis anak-anak menerima terapi karena menangani overdosis bisa menjadi pengalaman yang traumatis bagi mereka. Terapi ini dapat membantu mereka mengatasi trauma tersebut dan belajar cara menghindari overdosis di masa depan.
Komplikasi Overdosis
Overdosis yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius seperti:
- Mengganggu fungsi otak
- Kerusakan permanen pada ginjal atau hati
- Overdosis berulang, terutama pada pasien yang tidak mendapatkan perawatan psikologis
- Kematian karena gangguan napas
Pencegahan Overdosis
Salah penggunaan obat dapat menyebabkan overdosis. Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan untuk mengikuti panduan penggunaan obat yang tepat di bawah ini:
- Sebelum mengonsumsi obat, baca petunjuk pemakaian pada kemasan
- Mengikuti instruksi dokter tentang dosis dan cara mengonsumsi obat
- Jangan memindahkan obat ke tempat yang berbeda dari kemasan aslinya
- Jangan mengonsumsi obat saat mengonsumsi alkohol
- Berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda berencana untuk mengambil lebih dari satu obat sekaligus
- Menyimpan obat jauh dari anak-anak dan di tempat yang aman
- Mendampingi pemberian obat kepada orang dewasa dan anak-anak
- Menghentikan obat setelah keluhan hilang
- Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami overdosis sebelumnya sebelum menerima resep obat apa pun
- Sejak awal, beri tahu dokter Anda jika Anda merasa membutuhkan dosis obat yang lebih besar untuk obat yang Anda gunakan secara teratur
- Berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental atau pikiran Anda sebelum mengakhiri hidup