Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Mencegah Hipertensi dan Pengobatannya

Pengertian Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat. Hipertensi bisa terjadi selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Bahkan, tanpa gejala sedikitpun, kerusakan pembuluh darah dan jantung terus berlanjut dan dapat dideteksi.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke.

Untuk mencegah hipertensi, Upayakan agar Anda menjaga berat badan tetap ideal, tidak merokok, olahraga yang teratur, dan hindari stres. Selain itu, kurangil asupan garam, gula serta mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3, kalium, kalsium, dan magnesium.

Gejala Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali tidak menampakkan gejala. Akan tetapi, pada beberapa orang dengan tekanan darah yang sangat tinggi akan muncul gejala seperti:

  • Sakit kepala di kepala
  • Hidung keluar darah atau mimisan
  • Nyeri di dada atau napas sesak
  • Walaupun demikian, gejala hipertensi ini tidak spesifik dan baru muncul apabila tekanan darah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

Penyebab Hipertensi

Pemicu tekanan darah tinggi atau penyebab hipertensi dibagi menjadi:

Hipertensi primer

Hipertensi primer menyerang 90% penderita hipertensi. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti dan cenderung terjadi bertahap selama bertahun-tahun. Faktor gaya hidup tidak sehat dan genetik diduga memiliki peranan penting.

Hipertensi sekunder

Hipertensi yang diketahui penyebabnya, terjadi pada 5-10% penderita hipertensi. Biasanya muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi daripada hipertensi primer.

Beberapa kondisi dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hipertensi tipe ini antara lain sleep apnea, masalah ginjal, tumor kelenjar adrenal, masalah tiroid, cacat bawaan dalam pembuluh darah, dan obat-obatan tertentu (pil KB, obat flu, obat antinyeri).

Diagnosis Hipertensi

Diagnosis tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat mudah sekali, yakni dengan dengan menggunakan alat pengukur tekanan. Pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:

  • Tekanan darah normal
    Tekanan darah Anda normal jika di bawah 120/80 mm Hg. Prahipertensi adalah tekanan sistolik yang berkisar dari 120-139 mm Hg, atau tekanan darah diastolik yang berkisar dari 80-89 mm Hg. Prahipertensi cenderung memburuk dari waktu ke waktu.Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140-159 mm Hg, atau tekanan diastolik berkisar 90-99 mm Hg.

    Sementara itu hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Ini adalah tekanan sistolik 160 mm Hg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mm Hg atau lebih tinggi.

    Bisa saja doketr akan melakukan dua sampai tiga kali pembacaan tekanan darah, masing-masing pada tiga atau lebih dari pertemuan terpisah sebelum mendiagnosis Anda benar-benar mengalami  hipertensi. Hal ini dikarenakan tekanan darah biasanya bervariasi sepanjang hari.

Selain itu, dokter mungkin akan meminta Anda untuk mencatat tekanan darah ketika berada di rumah atau di tempat kerja untuk memberikan informasi tambahan.

Pengobatan Hipertensi

Mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi yang paling penting adalah dengan modifikasi gaya hidup. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, antara lain adalah:

  • Mengurangi asupan garam
  • Olahraga teratur
  • Menurunkan berat badan
  • Berhenti merokok
  • Obat antihipertensi diberikan apabila tidak ada perubahan setelah Anda modifikasi gaya hidup.
  • Ada banyak jenis obat antihipertensi yang terdiri dari golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II receptor blockers, calcium chanel blocker, dan sebagainya.

Semua obat tersebut berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara kerja yang berbeda-beda. Indikasi pemberian obatnya pun berbeda-beda disesuaikan dengan usia, derajat hipertensi, dan penyakit lain yang mendasari.

Awalnya dokter akan memberikan satu jenis obat hipertensi dengan dosis paling rendah dan dipantau terus selama beberapa waktu. Apabila kurang efektif, maka dokter akan menaikkan dosis obat atau menambahnya dengan obat antihipertensi yang lain.