Gejala dan malaria berat
Demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, lelah, mual, muntah, diare, anemia, dan kuning dapat muncul sekitar 10–15 hari atau lebih setelah gigitan. Falciparum dapat memburuk dalam 24 jam. Bingung, kejang, sesak, gula rendah, anemia berat, shock, perdarahan, urine gelap, ginjal gagal, atau parasite tinggi adalah malaria berat.
Tes parasit
Rapid diagnostic test dan thick-thin blood smear mengonfirmasi parasit serta spesies dan density. Satu hasil negatif awal tidak selalu menyingkirkan; bila kecurigaan kuat, smear diulang sesuai protokol sambil mencari dengue, typhoid, sepsis, leptospirosis, dan infeksi lain. Riwayat wilayah, tanggal, obat pencegah, transfusi, serta kehamilan wajib disebut.
Terapi harus lengkap dan tepat
ACT adalah dasar terapi falciparum tanpa komplikasi di banyak wilayah; regimen mengikuti pedoman Indonesia, usia, berat, kehamilan, spesies, dan resistansi. Vivax atau ovale memerlukan obat blood-stage plus radical cure untuk hypnozoite, tetapi primaquine atau tafenoquine dapat memicu hemolysis dan hanya setelah status G6PD dinilai. Severe malaria memerlukan artesunate intravena segera.
Pencegahan
Gunakan kelambu berinsektisida, repellent terdaftar, pakaian panjang, screen, dan kendalikan tempat nyamuk sesuai program lokal. Traveller perlu konsultasi chemoprophylaxis sebelum berangkat dan tetap waspada setelah pulang; obat tidak 100% mencegah. Vaksin malaria digunakan pada anak di program wilayah tertentu. Artemisia tea atau jamu tidak dianjurkan untuk mencegah atau mengobati.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization — malaria. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
