Infeksi Tropis

Malaria

Pahami malaria sebagai infeksi Plasmodium dari nyamuk Anopheles, terutama falciparum, vivax dan knowlesi yang relevan di Indonesia, gejala demam, menggigil, sakit kepala, nyeri, mual dan anemia yang tidak selalu berpola periodik, risiko berat pada anak, hamil, traveller dan imunitas lemah, diagnosis rapid test dan microscopy yang perlu diulang bila awal negatif, terapi ACT berdasarkan spesies, resistansi, berat dan kehamilan, primaquine atau tafenoquine setelah tes G6PD untuk relapse vivax-ovale, severe malaria dengan artesunate intravena, kelambu, repellent, chemoprophylaxis dan vaksin di wilayah tertentu, serta larangan teh Artemisia.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 12 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Malaria
RingkasanMalaria adalah infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan nyamuk Anopheles dan dapat mematikan. Di Indonesia, falciparum dan vivax penting, sementara knowlesi dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara. Demam setelah tinggal atau bepergian ke wilayah malaria harus dites cepat; pola menggigil tiga hari sekali tidak harus ada.

Gejala dan malaria berat

Demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, lelah, mual, muntah, diare, anemia, dan kuning dapat muncul sekitar 10–15 hari atau lebih setelah gigitan. Falciparum dapat memburuk dalam 24 jam. Bingung, kejang, sesak, gula rendah, anemia berat, shock, perdarahan, urine gelap, ginjal gagal, atau parasite tinggi adalah malaria berat.

Tes parasit

Rapid diagnostic test dan thick-thin blood smear mengonfirmasi parasit serta spesies dan density. Satu hasil negatif awal tidak selalu menyingkirkan; bila kecurigaan kuat, smear diulang sesuai protokol sambil mencari dengue, typhoid, sepsis, leptospirosis, dan infeksi lain. Riwayat wilayah, tanggal, obat pencegah, transfusi, serta kehamilan wajib disebut.

Demam setelah paparan malaria memerlukan tes segeraKe IGD bila demam disertai bingung, kejang, sesak, pingsan, urine gelap atau sedikit, kuning, perdarahan, muntah terus, atau sangat lemah. Anak kecil, ibu hamil, traveller nonimun, dan orang dengan HIV perlu ambang pertolongan lebih rendah meski gejala tampak ringan.

Terapi harus lengkap dan tepat

ACT adalah dasar terapi falciparum tanpa komplikasi di banyak wilayah; regimen mengikuti pedoman Indonesia, usia, berat, kehamilan, spesies, dan resistansi. Vivax atau ovale memerlukan obat blood-stage plus radical cure untuk hypnozoite, tetapi primaquine atau tafenoquine dapat memicu hemolysis dan hanya setelah status G6PD dinilai. Severe malaria memerlukan artesunate intravena segera.

Pencegahan

Gunakan kelambu berinsektisida, repellent terdaftar, pakaian panjang, screen, dan kendalikan tempat nyamuk sesuai program lokal. Traveller perlu konsultasi chemoprophylaxis sebelum berangkat dan tetap waspada setelah pulang; obat tidak 100% mencegah. Vaksin malaria digunakan pada anak di program wilayah tertentu. Artemisia tea atau jamu tidak dianjurkan untuk mencegah atau mengobati.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization — malaria. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.