Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Kostokondritis

Kostokondritis atau costochondritis merupakan peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan antara tulang dada dengan tulang rusuk. Kostokondritis adalah salah satu pemicu sakit dada, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Sakit dada yang dipicu oleh kostokondritis bisa terasa ringan atau berat. Terlebih lagi untuk beberapa kasus, gejala kostokondritis dapat menyamai nyeri dada karena serangan jantung.

Kostokondritis akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Akan tetapi, kadang kala pengobatan oleh dokter diperlukan, terutama jika gejala tidak membaik atau malah memburuk.

Penyebab Kostokondritis

Hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan kostokondritis. Tetapi, ada beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan penyakit ini, yaitu:

  • Batuk parah yang sampai menybabkan dada nyeri
  • Cedera di dada, karena terbentur atau kecelakaan
  • Olahraga yang berlebihan atau mengangkat beban yang sangat berat
  • Infeksi karena virus, bakteri, atau jamur, contohnya aspergillosis, infeksi saluran pernapasan, sifilis, dan TBC.
  • Masalah arthritis, seperti osteoarthritis, ankylosing spondylitis, atau rheumatoid arthritis
  • Tumor, baik yang jinak ataupun ganas (kanker)

Gejala Kostokondritis

Sakit di bagian dada yang bisa muncul tiba-tiba atau berkembang secara perlahan merupakan gejala kostokondritis. Sakit lebih terasa di tulang dada sebelah kiri dengan karakteristik seperti berikut:

  • Dada bagaikan seperti ditusuk atau ditekan
  • Sakitnya di lebih dari satu tulang rusuk
  • Sakit dapat menyebar ke perut juga punggung
  • Bila bergerak sakit akan semakin memburuk, seperti berbaring, batuk, bersin, atau menarik napas panjang
Saatnya ke dokter

Sakit dada dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Beberapa dari kondisi tersebut berpeluang menjadi fatal, seperti serangan jantung atau stroke. Maka dari itu, segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami sakit dada yang disertai mual, keringat dingin, dan sesak napas.

Konsultasikan kembali dengan dokter jika Anda sudah didiagnosis menderita kostokondritis namun nyeri di dada masih terasa meski sudah mengonsumsi obat-obatan.

Pemeriksaan juga harus segera dilakukan jika muncul gejala infeksi, seperti kemerahan, pembengkakan, dan keluar nanah dari area rusuk.

Diagnosis Kostokondritis

Untuk melakuka diagnosis dan menjalankan pemeriksaan penunjang, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba area tulang rusuk pasien.

Sakit yang dipicu oleh kostokondritis bisa menyerupai nyeri akibat penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan di sendi dan sistem pencernaan. Maka dari itu, dokter akan melakukan pemeriksaan seperti ini untuk menyingkirkan kemungkinan nyeri disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut:

  • EKG
  • Echo jantung
  • Rontgen
  • CT scan
  • MRI

Pengobatan Kostokondritis

Kostokondritis biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Sembari menunggu gejala membaik, pasien dapat melakukan beberapa upaya sederhana, seperti:

  • Cukup istirahat
  • Rutin melakukan latihan peregangan otot dada
  • Mengompres dengan hangat atau dingin di bagian yang sakit

Periksakan diri ke dokter, jika sakit dada yang dirasakan sudah mengganggu. Nantinya dokter akan meresepkan sejumlah obat, seperti:

  • Obat antiinflasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau diclofenac
  • Obat penghilang nyeri yang mengandung tramadol
  • Obat antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Obat antikejang, seperti gabapentin
  • Suntikan kortikosteroid pada area yang nyeri

Selain obat-obatan, dokter juga bisa melakukan terapi transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) pada pasien. TENS berfungsi untuk mencegah rasa sakit tidak sampai ke otak.

Apabila semua metode seperti di atas tidak juga dapat meredakan nyeri, dokter akan melakukan bedah untuk mengangkat bagian tulang rusuk yang mengalami peradangan. Pembedahan dilakukan sebagai alternatif terakhir pengobatan kostokondritis.

Komplikasi Kostokondritis

Kostokondritis adalah penyakit yang bisa berlangsung dalam jangka panjang. Dalam kondisi demikian, akan mengganggu kualitas hidup penderita. Meskipun sudah diobati, kostokondritis dapat kambuh kembali, terutama jika penderita melakukan aktivitas berlebihan, misalnya mengangkat beban berat.

Pencegahan Kostokondritis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab kostokondritis masih belum diketahui dengan pasti. Maka dari itu, penyakit ini akan sulit untuk dicegah. Namun, Anda dapat mencegah beberapa faktor pemicunya dengan melakukan beberapa upaya seperti berikut:

  • Sering mencuci tangan
  • Menjauhi orang yang sedang mengalami infeksi saluran napas
  • Memakai masker jika sedang di luar ruangan
  • Jangan melakukan olahraga atau mengangkat beban yang terlalu berat
  • Menggunakan pakaian pelindung jika sedang berkendara atau melakukan olahraga yang melibatkan benturan fisik