Cairan pembersih telinga yang direkomendasikan BPOM.
Dokter spesialis telinga, hidung juga tenggorokan adalah expert yg paling aman untuk membersihkan telinga.
Akan tetapi Kamu juga bisa melakukannya sendiri dgn menggunakan cairan khusus. Banyak dijual bebas di apotek langgaan mu.
Inilah alternative jika ingin membersihkan telinga sendiri di rumah, apabila tidak sempat ke dokter.
Apa sih cairan pembersih telinga yang aman?
Banyak merek dagang cairan pembersih telinga yg beredar di pasaran. Maka dari itu, Kamu harus bijak memilih cairan pembersih telinga yg cocok dengan kebutuhanmu.
Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi zat apa saja yang terkandung dalam cairan pembersih telinga ini dan boleh digunakan untuk mengatasi gangguan telinga ringan. antara lain:
1. Natrium dokusat
Zat cair natrium dokusat ini berfungsi untuk membersihkan telinga dengan melembekkan kotoran yg ada didalam telinga gampang keluarnya.
Namun harus diingat, cairan pembersih telinga ini bukan untuk anak. Mengingat sifatnya yang mudah menyebabkan iritasi di permukaan kulit telinga menjadi kemerahan.
2. Fenol gliserin
Fenol Gliserin ini hampir menyerupai hidrogen peroksida, mampu melunakkan serumen sekaligus melembabkan lubang telinga.
Pembersih telinga ini tergolong aman dan tidak menimbulkan iritasi.
3. Hidrogen peroksida (H2O2 3%)
Hidrogen peroksida atau perhidrol yang mampu untuk mengeluarkan membersihkan bagian dalam telinga dan kotoran telinga (serumen).
Berhati-hatilah. Memakai cairan H2O2 ini, untuk membersihkan telinga. Penggunaan dgn berlebihan dapat juga membuat infeksi.
Kemungkinan nya masih ada cairan yang tertinggal didalam telinga, sehingga terus melembabkan lingkungan bagian dalam telinga.
Akibat nya bakteri akan tumbuh subur didalam liang telinga yang lembap, apabila digunakan terus menerus.
Obat tetes untuk membersihkan telinga yang terinfeksi
Diluar dari tiga rekomendasi BPOM di atas, jenis cairan pembersih yang diberikan untuk Kamu yang mengalami infeksi telinga akan disesuaikan dengan pencetusnya.
Apabila infeksi telinga terjadi akibat bakteri, dokter akan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik, jenis neomycin dan polymyxin (untuk menghentikan pertumbuhan bakteri) dan kortikosteroid (untuk menghentikan peradangan dan pembengkakkan).
Waspadalah dengan penggunaan antibiotik yang berlebihan. Karena bisa mengurangi keefektifan obat, bahkan membuat Kamu resisten terhadap antibiotik. Maka dari itu, gunakanlah cairan pembersih telinga sesuai saran dokter, maksimal 4 kali dalam satu hari.
Infeksi telinga pada anak dan bayi juga bisa menggunakan cairan pembersih diatas.
Biasanya dokter hanya menyarankan penggunaan selama 5-7 hari (terutama untuk anak yang berusia 6 tahun atau lebih) dan maksimal 10 hari
berturut-turut jika tidak ada komplikasi serius pada telinga, misalnya gendang telinga robek.
Menggunakan cairan pembersih telinga dengan benar:
Genggam botol berisi obat tetes telinga untuk membuatnya hangat, lalu teteskan cairan pembersih telinga
Lakukan cara ini untuk meminimalisir rasa pusing setelah obat diteteskan ke telinga.
Kamu juga boleh melakukannya dengan merendam badan botol ke dalam air hangat, atau suam-suam kuku.
BPOM juga memperbolehkan cairan pembersih telinga yang mengandung hidrogen peroksida, natrium dokusat, dan fenol gliserin untuk dicampur sedikit dengan air hangat dengan rasio 1:1.
Agar tidak terjadi kontaminasi, mintalah bantuan orang lain untuk membantu meneteskan, dan jangan lupa mencuci tangan.
Ujung botol jangan disentuh dengan tangan atau menempelkan dipermukaan telinga yang terinfeksi, agar obat tidak tercemar kuman.
Lakukan langkah-langkah cara membersihkan telinga yang benar berikut:Berbaring dengan telinga yang sakit/ infeksi menghadap ke atas.
Posisikan ujung penetes cairan pembersih menghadap ke lubang telinga, jangan tersentuh kulit.
Teteskan cairan pembersih telinga sesuai jumlah tetesan yang direkomendasikan oleh dokter.
Diam saja selama 5 menit, bila perlu tutup lubang telinga menggunakan kapas, terutama untuk anak-anak.
Lakukan hal yang sama pada telinga sebelahnya jika memang mengalami infeksi.
Ujung pipet pada botol obat tetes telinga setelah penggunaan, jangan lupa dibersihkan kemudian tutup rapat. Cuci kembali tangan Kamu, setelah memberikan obat.
Simpan obat diwadah tertutup rapat, ditempat kering dan terlindung dari cahaya dgn suhu lingkungan tidak lebih dari 15 derajat celcius. Ini cara lain untuk membersihkan telinga dengan aman
Pilihan terapi telinga yang aman untuk menjaga kesehatan telinga adalah irigasi telinga.
Irigasi telinga merupakan cara pmbersihan telinga dgn benar dari kotoran atau benda asing.
Dalam tindakan ini, dokter akan membilas saluran telinga dengan air steril atau cairan saline steril.
Jangan membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud & baby oil. Sebab, cotton bud & baby oil dapat membuat kotoran semakin masuk ke dalam telinga.
Cara yang aman untuk mengeluarkan kotoran telinga dan membersihkannya agar terhindar dari masalah tersebut.
Catatan:
Apabila Kamu ingin membersihkan telinga karena ada infeksi (ditandai dengan rasa nyeri, bengkak, demam, maupun keluar cairan telinga),
sebaiknya periksakan dahulu keluhan Anda pada dokter THT.
Hal yang sama juga berlaku untuk membersihkan kotoran telinga dalam pada bayi atau anak-anak.
Kamu perlu memastikan alasan untuk mengeluarkan kotoran telinga ini.
Menggunakan cairan pembersih nonresep hanya dibolehkan untuk kasus masalah ringan, misalnya membersihkan kotoran telinga atau ada hewan (semut atau serangga) yang masuk ke dalam telinga.