Info Kesehatan Keluarga Indonesia

THT

Anosmia

Pengertian anosmia

Anosmia adalah kondisi gangguan hilangnya indra penciuman yang dimulai dengan hilangnya daya mencium dengan sempurna. Keadaan ini lain hal dengan hiposmia, adalah menurunnya kemampuan mencium, tetapi tidak sepenuhnya. Terlebih, pada mereka yang menderita anosmia, rasa makanan yang dikonsumsi juga berbeda.

Akan tetapi, anosmia tidaklah penyakit ekslusif. Tetapi suatu tanda atau keadaan menjadi penanda adanya gangguan kesehatan lainnya.

Penyebab anosmia

Sebab terjadinya anosmia adalah semacam akibat dari berbagi ganjalan yang mengubah indra penciuman. Keadaan seperti infeksi sinus, alergi, hidung tersumbat akibat pilek, atau kualitas udara yang buruk adalah penyebab utama terjadinya anosmia.

Pemicu lain anosmia adalah:

  • Polip hidung, adalah benjolan lunak mirip buah anggur pada rongga hidung yang mencegah aliran udara lewat hidung.
  • Rusaknya saraf penciuman akibat trauma atau tindakan pembedahan akibat cedera pada hidung.
  • Terkena zat kimia beracun, seperti pelarut yang mengandung zat kimia tertentu atau pestisida.
  • Pengobatan tertentu, termasuk beberapa jenis antibiotik, antidepresan, pengobatan antiradang, pengobatan jantung, dan sebagainya.
  • Sejarah pemakaian narkotika atau obat-obatan terlarang, misalnya kokain, putai dan sejenisnya yang digunakan lewat hidung.
  • Uzur (Tua), Adalah mulai berkurangnya kemampuan indra penciuman. Sama seperti indra penglihatan dan pendengaran, yang bisa melemah dengan makin bertambahnya usia. 60 tahun keatas dimana Kemampuan indra mencium mulai menurun.
  • Keadaan kesehatan khusus, seperti Parkinson, defisiensi nutrisi, Alzheimer, sklerosis multipel, serta gangguan hormonal.
    Sejarah pernah mendapatkan terapi radiasi untuk menangani kanker pada daerah leher dan kepala.
Diagnosis anosmia

Gejala anosmia ialah kehilangan kepekaan terhadap bau yang ada di sekitarnya. Keadaan ini disadari saat seseorang merasa tidak asing dari satu aroma, tetapi ia tidak bisa tercium aroma yang tidak asing bagi dirinya itu.

Guna memastikan kelainan yang mendasari terpicunya anosmia, dokter akan melaksanakan tanya jawab medis dengan mendatail, pemeriksaan fisik, bahkan pemeriksaan pendukung tertentu jika dibutuhkan.

Ketika tanya jawab medis tersebut akan dicari bukti seputar gejala dan tanda lain yang berkaitan dengan anosmia, seperti flu, pilek, hidung tersumbat, sejarah alergi, sejarah cedera, terkena asap atau zat kimia, pemakaian obat-obatan tertentu, dan sebagainya. Dalam eksplorasi fisik dokter akan menilai kemungkinan adanya peradangan, pembengkakan, produksi cairan atau lendir, juga polip pada hidung.

Saat diagnosis belum bisa ditetapkan lewat tanya jawab medis serta pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan pasien mengikuti pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan laboratorium, penggambaran menggunakan sinar X, magnetic resonance imaging (MRI) ataua computerized tomography (CT).

Pengobatan anosmia

Penanganan atas anosmia dapat dilakukan bergantung dari penyakit yang menyebabkan terjadinya keluhan tersebut. Misalnya, bila seorang dicurigai menderita jangkitan pada sinus atau rongga hidung, atau sejenisnya, dokter bisa memberi resep atas pengobatan yang dibutuhkan masalah spesifik tersebut.

Begitu juga ketika didapati adanya polip hidung. Dokter akan mengadakan penilaian guna memastikan memang diperlukan langkah lebih lanjut untuk mengatasinya.

Berhubung pemicu anosmia sangat beragam, penagkalannya pun bergantung dari pasal kesehatan yang menjadi penyebab timbulnya anosmia. Sebagian keadaan seperti lanjut usia, terapi radiasi, macam-macam penyakit berat seperti Alzheimer, Parkinson, atau cedera hidung misalnya, tidak bisa dicegah begitu saja.

Namun, ada sebagian yang dapat dilakukan guna mempertahankan agar penciuman tetap terjaga. Diantaranya dengan tidak menggunakan zat-zat berbahaya, seperti narkotika dan obat-obatan terlarang. Dan jangan sembarangan mengonsumsi jenis obat-obatan keras lainnya agar tidak ketergantungan.

Jaga organ penciuman dari terlampau banyak terkena zat kimia pada aroma buatan wewangian tubuh, pewangi ruangan, pembasmi serangga, pestisida, serta zat kimia beracun lainnya.