Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Rambut

Botak; Alopecia

Pengertian Botak

Kebotakan atau botak disebut dalam dunia medis dengan alopecia. Kebotakan dan kerontokan rambut adalah masalah pertumbuhan rambut yang sering dijumpai.

Diagnosis pada kebotakan

Diagnosis kebotakan sangatlah mudah dilakukan melewati pemeriksaan langsung pada rambut orang yang menderita. Satu dari jenis kebotakan rambut yang selalu ditemukan yakni alopesia androgenetik.

Biasanya kebotakan akan memperlihatkan pola yang khas, yaitu botak di daerah frontotemporal (area depan kepala).

Alopesia arti nya adalah kerontokan rambut. Sedangkan istilah androgenetik memiliki dua arti yang mengarah dalam dua faktor penyebab utama, yaitu androgen dan kerentanan genetik.

Kebotakan memang selalu berhubungan dengan androgen. Hal tersebut ditandai dengan tidak timbulnya kelainan alopesia pada orang yang menjalani kebiri sebelum pubertas. Selain faktor androgen, faktor genetik juga tidak kalah berperan pentingnya dalam penyebab kebotakan jenis ini. Observasi pada dua orang kembar dewasa, mendapati angka tingkat penyebaran mencapai 80%-90% pada kembar identik.

Harus juga diingat bahwa daur pertumbuhan rambut ada dalam tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (fase anagen), fase involusi katagen, dan fase istirahat (fase telogen). Fase telogen dengan ciri-ciri rambut terlepas (eksogen). Untuk kebotakan jenis ini, tempo fase anagen menurun, lain hal dengan fase telogen tetap atau memanjang. Proses tersebut dapat menyebabkan rambut gagal tumbuh maksimal dikarenakan panjangnya tidak cukup untuk sampai permukaan kulit. Pemanjangan fase ini yang menyebabkan penurunan jumlah rambut.

Diagnosis tersebeut bisa dilakukan lewat tanya jawab medis serta pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan fisik akan terlihat adanya kebotakan pada area bagian depan kepala (regio frontotemporal). Rambut lebih cenderung tipis dan gampang sekali rontok.

Tanda-tanda kebotakan

Temuan lain yang membuat kebotakan adalah terdapatnya riwayat penipisan garis rambut dari keluarga. Umumnya juga dijumpai rambut yang pendek dan tipis pada daerah bagian frontal dan vertex. Pemeriksaan pull test dilaksanakan guna membantu menilai kerontokan rambut. Lalu pemeriksaan dengan larutan KOH guna menyingkirkan kemungkinan infeksi jamur, bisa juga dilakukan.

Berikut tanda-tanda kebotakan yang bisa terlihat:

  • Terlihat dimulai dari daerah depan rambut
  • Rambut mulai menipis dari daerah vertex (mahkota kepala)
  • Rambut mudah sekali rontok

Pengobatan pada kebotakan

Bila tidak dilakukan penanganan yang tepat, alopesia androgenetik atau kebotakan dapat menjadi kelainan yang mengakibatkan kebotakan progresif. Alternatif penanganan kebotakan jenis alopesia androgenetika meliputi pemberian obat, pembedahan, juga kamuflase.

Satu dari obat yang bisa diberikan adalah Minoxidil. Minoxidil sebenarnya adalah pengobatan antihipertensi, akan tetai dihadirkan dalam bentuk topikal yang bisa dipakai untuk mengobati kerontokan rambut. Selain minoxidil, obat yang bisa diberikan adalah Finasteride. Finasteride sendiri adalah penghambat 5a-reduktase tipe 2 dan sanggup mencegah kebotakan.

Pada terapi pembedahan umumnya bertujuan untuk pencangkokkan rambut. Terapi ini banyak dilakukan dan hasilnya sangat memuaskan. Trik penyamaran berupa teknik penyisiran rambut ke daerah yang mengalami kebotakan bisa dilakukan. Tenik ini dapat meningkatkan rasa convidence penderita kebotakan.

Sebenarnya alopesia androgenetik adalah jenis kebotakan yang terjadi disebabkan oleh faktor genetik. Maka dari itu, belum ada pencegahan yang teruji efektif manjur untuk mencegah kebotakan jenis alopesia androgenetik.