Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Pilek

Pilek

Ketika hidung mengeluarkan ingus atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus, itu disebut pilek. Keluarnya lendir bisa bening, hijau, atau kekuningan, dan teksturnya bisa encer atau kental, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Kelenjar di dalam hidung dan sinus memproduksi lendir untuk menjaga kelembapan saluran napas dan mencegah kotoran dan kuman masuk ke paru-paru.

Penyebab Pilek

Penyebab pilek beragam, termasuk: Peradangan lapisan hidung dan sinus disebabkan oleh perubahan cuaca atau masuknya kuman atau zat iritan ke dalam hidung.

1. Infeksi

Influenza, respiratory syncytial virus (RSV), sinusitis, dan COVID-19 adalah beberapa contoh virus yang dapat menginfeksi hidung, tenggorokan, atau sinus.

2. Alergi

Jika seseorang terpapar zat yang dapat menyebabkan alergi, seperti debu, bulu binatang, atau serbuk sari bunga, mereka dapat mengalami pilek, yang juga dikenal sebagai rinitis alergi.

3. Paparan udara dingin atau kering

Karena udara dingin dan kering mengganggu keseimbangan cairan dalam saluran hidung, sistem saraf hidung memulai pengeluaran cairan.

4. Konsumsi makanan pedas

Konsumsi makanan pedas, seperti makanan yang dibumbui cabai, bawang, atau lada hitam, dapat menyebabkan pilek.

5. Efek samping obat

Efek samping pilek lainnya yang dapat disebabkan oleh obat-obatan termasuk obat tekanan darah tinggi, pil KB, obat kejang, dan obat penyakit jantung.

6. Ketidakseimbangan hormon

Gangguan keseimbangan hormon, misalnya selama kehamilan, juga dapat menyebabkan pilek.

Gejala Pilek

Salah satu gejala penyakit atau kondisi medis adalah pilek, yang pada beberapa kasus dapat disertai dengan beberapa gejala berikut:

  • Batuk
  • Bersin
  • Sulit untuk bernapas
  • Lelah secara fisik
  • Sakit dalam tenggorokan
  • Hidung tumpat
  • Dalam kasus postnasal drip, lendir menetes ke tenggorokan

Perlu diingat bahwa pilek bukan penyakit yang menular; namun, pilek bisa menjadi gejala penyakit menular seperti batuk pilek, juga dikenal sebagai selesma.

Selain itu, pilek yang menahun dapat merupakan indikasi penyakit lain yang memerlukan pengobatan tambahan, seperti sinusitis.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala berikut ini, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena ini bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius: Pilek biasanya sembuh sendirinya.

  • Keluar lendir berwarna kehijauan atau berdarah, dengan bau tidak sedap
  • Nyeri sinus bersama dengan keluarnya lendir
  • Pilek bertahan lebih dari sepuluh hari
  • Pilek disertai dengan demam tinggi (suhu 39°C atau lebih), sakit kepala yang parah, dan nyeri yang sangat parah di dahi atau wajah
  • Kehilangan indra penciuman (anosmia) dan indra perasa (ageusia) adalah tanda pilek
  • Sesak napas dan pilek
  • Keluarnya lendir dari hidung setelah cedera kepala

Selain itu, Anda harus waspada jika bayi Anda menderita pilek, karena pilek adalah penyakit yang serius. Jika bayi Anda lebih tua dari dua bulan atau mengalami kesulitan bernapas, segera pergi ke dokter.

Diagnosis Pilek

Dokter akan terlebih dahulu bertanya pada pasien yang menderita pilek untuk mengetahui penyebab utamanya:

  • Riwayat medis, seperti alergi atau gangguan sistem kekebalan
  • Perawatan hidung dengan obat semprot
  • Gejala pilek lainnya
  • paparan bulu binatang atau debu ke hidung

Dokter juga dapat menggunakan alat khusus untuk melihat area hidung jika perlu; mereka juga dapat menggunakan selang berkamera untuk melihat rongga hidung secara keseluruhan dengan lebih jelas.

Pengobatan Pilek

Gejala pilek dapat diredakan dengan banyak minum air putih dan beristirahat yang cukup. Selain itu, penderita pilek dapat mengonsumsi obat pilek yang dapat dibeli tanpa resep dokter, seperti:

  • Obat pelega hidung tersumbat, juga dikenal sebagai dekongestan, dapat berupa obat yang disuntikkan atau disemprotkan ke hidung, seperti xylometazoline, atau obat yang diminum, seperti pseudoephedrine
  • Obat antialergi seperti bilastine, fexofenadine, loratadine, ceritizine, diphenhydramine, dimenhydrinate, atau chlorpheniramine

Penting untuk diingat bahwa saat menggunakan obat, ikuti petunjuk dokter. Hindari menggunakan semprot hidung selama lebih dari tiga hari berturut-turut kecuali disarankan oleh dokter Anda.

Komplikasi Pilek

Dalam kebanyakan kasus, pilek dapat sembuh sendiri. Namun, dalam beberapa kasus, dapat muncul komplikasi seperti:

  • Infeksi telinga akut (otitis media)
    Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam telinga bagian tengah disebut otitis media.
  • Asma
    Mereka yang menderita pilek dan memiliki riwayat asma lebih berisiko mengalami serangan asma.
  • Sinusitis
    Seseorang dapat mengalami peradangan pada sinus sebagai akibat dari pilek yang tidak kunjung sembuh.
  • Pembesaran adenoid
    Infeksi virus di hidung, tenggorokan, atau sinus dapat menyebabkan pembesaran adenoid.
  • Gangguan kualitas tidur
    Penyakit pilek dapat mengganggu kualitas tidur pasien jika saluran hidungnya tersumbat.

Pencegahan Pilek

Beberapa tindakan berikut dapat membantu mencegah pilek dengan menjaga tubuh bersih dan menghindari zat yang dapat menyebabkan alergi:

  • Mencuci tangan secara teratur untuk menghindari kuman
  • Hindari berhubungan dengan orang yang menderita pilek atau demam
  • Mengeluarkan lendir dari hidung dengan tisu dan mencuci tangan setelahnya
  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Dengan menggunakan masker, Anda dapat menghindari bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi, seperti debu dan serbuk sari
  • Berhenti merokok untuk menghindari iritasi dan radang hidung
  • Dengan menggunakan larutan disinfektan, bersihkan perabotan, pegangan tangga, gagang pintu, dan alat lain di rumah yang sering disentuh
  • vaksinasi flu rutin setiap tahun