Beranda/Krisis Kesehatan Jiwa dan Pemulihan/Setelah Percobaan Bunuh Diri: Pertolongan dan Pemulihan

Krisis Kesehatan Jiwa dan Pemulihan

Setelah Percobaan Bunuh Diri: Pertolongan dan Pemulihan

Panduan aman setelah percobaan bunuh diri: panggil pertolongan medis, jangan tinggalkan orang sendirian, kurangi akses ke sarana berbahaya bila aman, dengarkan tanpa menghakimi, evaluasi fisik dan psikiatri, safety plan, tindak lanjut serta dukungan keluarga.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
RingkasanPercobaan bunuh diri adalah keadaan darurat medis dan kesehatan jiwa. Walau orang tampak tenang atau menyesal, cedera, keracunan dan risiko berulang dapat tersembunyi. Respons yang tepat adalah menjaga keselamatan, memanggil bantuan, mendengarkan tanpa menghakimi dan memastikan tindak lanjut intensif.

Keselamatan fisik didahulukan

Hubungi layanan darurat atau bawa ke IGD setelah tindakan menyakiti diri, paparan zat/obat, luka atau hilang kesadaran. Jangan memicu muntah atau memberi makanan/minuman kecuali diarahkan petugas. Jangan tinggalkan orang sendirian. Bila aman bagi Anda, jauhkan obat, senjata atau sarana berbahaya tanpa berkonfrontasi.

Bertanya langsung tidak menanamkan ide

Tanyakan dengan tenang apakah orang masih ingin mati, memiliki rencana atau akses. Dengarkan, akui penderitaannya dan hindari ceramah, rasa bersalah, ancaman atau janji merahasiakan risiko serius. Kalimat sederhana seperti ‘Aku akan tetap bersamamu dan kita cari bantuan’ lebih berguna daripada memperdebatkan alasannya.

Jika ada risiko sekarang, jangan menungguHubungi layanan darurat 119 atau pergi ke IGD terdekat bila ada pikiran kuat, rencana, akses ke sarana, tindakan baru terjadi, intoksikasi, agitasi berat atau orang tidak dapat dijaga aman. Tetap bersama orang tersebut sampai bantuan mengambil alih. Di luar Indonesia gunakan nomor darurat setempat.

Penilaian mencakup tubuh dan pikiran

Tim medis memeriksa cedera atau efek zat, lalu menilai pikiran/rencana, kejadian pemicu, gangguan mental, penggunaan zat, dukungan dan faktor pelindung. Rawat inap mungkin perlu bila risiko tinggi atau lingkungan tidak aman. Keputusan tidak boleh hanya berdasarkan skor singkat; penilaian klinis dan kolaborasi keluarga penting.

Masa setelah pulang memerlukan jembatan yang nyata

Safety plan tertulis berisi tanda pribadi, cara menenangkan diri, orang/tempat aman, kontak profesional dan langkah membatasi sarana. Janji tindak lanjut cepat, pesan/call yang peduli, terapi serta pengobatan kondisi dasar menurunkan risiko. Keluarga juga perlu dukungan dan harus memperlakukan pemulihan sebagai proses, bukan meminta janji bahwa hal ini tak akan terulang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — suicide fact sheet, NIMH — frequently asked questions about suicide, WHO — preventing suicide: a resource for media professionals. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.