Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Kelamin

Penis Bengkak

Gejala penis bengkak adalah hasil dari penyakit pada penis, seperti infeksi atau peradangan. Tergantung pada penyebabnya, gejala ini dapat disertai dengan keluhan lain, seperti nyeri saat buang kecil, benjolan pada penis, atau keluarnya cairan yang berbau tidak sedap.

Penis terdiri dari beberapa bagian, yaitu batang, kepala, dan lubang penis. Setiap bagian dapat membengkak karena peradangan, yang dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi.

Penis bengkak biasanya disebabkan oleh peradangan yang disebabkan oleh infeksi atau alergi. Namun, cedera, parafimosis, atau kanker juga dapat menyebabkan bengkak pada penis.

Untuk beberapa alasan, penis bengkak dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, jika ada memar, nyeri yang parah, atau darah dalam urine, kondisi ini harus ditangani segera.

Penyebab Penis Bengkak

Beberapa penyakit atau kondisi dapat menyebabkan penis bengkak, seperti:

  • Balanitis, atau radang kepala pada penis
  • Bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi, misalnya sabun dengan pewangi atau kondom yang terbuat dari lateks
  • Peradangan kulit penis seperti psoriasis atau lichen sclerosus
  • Infeksi saluran kemih, juga dikenal sebagai uretritis
  • Ereksi yang berkepanjangan yang dikenal sebagai priapismus
  • Fimosis
  • Parafimosis
  • Cedera pada penis, termasuk akibat aktivitas seksual yang berlebihan
  • Kanker penis

Gejala Penis Bengkak

Penis bengkak biasanya disertai dengan gejala lain, tergantung pada kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Gejala-gejala berikut dapat muncul berdasarkan penyebabnya:

1. Balanitis

Balanitis dapat menyebabkan gejala yang tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Gejalanya dapat termasuk:

  • Bengkak dan kemerahan di kepala penis
  • Nyeri kepala dan gatal di penis
  • Kulit kulup, atau kepala penis, terasa kencang
  • Keluarnya cairan berbau dari lubang penis
  • Sakit saat buang air kecil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan
  • Smegma melekat di bawah kulup
2. Reaksi alergi, iritasi, atau peradangan kulit penis

Penyakit ini biasanya menunjukkan gejala dan tanda-tanda berikut:

  • Penis memerah dan bengkak
  • Sensasi terbakar atau panas
  • Gatal yang akan memburuk dengan garukan
  • Kulit yang pecah atau kering
  • Kulit penis berubah warna
  • titik penebalan pada kulit penis

Dalam hitungan menit atau jam setelah terpapar zat pemicu, seperti alergen atau iritan, keluhan ini biasanya muncul.

3. Uretritis

Pria yang mengalami infeksi saluran kemih atau uretritis dapat mengalami gejala-gejala berikut:

  • Bengkak dan kemerahan di ujung kepala penis
  • Sering berkemih atau tidak dapat menahan buang air kecil
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Keluar cairan penis berbau tidak sedap
4. Priapismus

Priapismus dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Ejakulasi yang bertahan lebih dari empat jam
  • Batangnya bengkak, tetapi kepalanya normal
  • Semakin lama, nyeri akan semakin parah
5. Fimosis

Fimosis menyebabkan masalah berikut:

  • Bengkak, kemerahan, dan nyeri di kepala penis
  • Sakit saat buang air kecil
  • Urine dengan darah
  • Menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual
6. Parafimosis

Jika kulup yang menempel di kepala penis ditarik dengan paksa, itu bisa berubah menjadi parafimosis. Dalam kasus ini, pasien mungkin mengalami gejala-gejala berikut:

  • Pembengkakan yang terletak di ujung penis
  • Penis memiliki warna kebiruan atau keunguan di leher dan kepalanya
  • Nyeri di penis
  • Sulit untuk membuang air kecil
7. Cedera pada penis

Jika Anda memiliki cedera pada penis, Anda mungkin mengalami gejala berikut:

  • Bengkak atau memar pada penis karena darah yang menumpuk di bawah kulit
  • Bunyi letupan atau seperti retakan saat terluka
  • Saat berhubungan seksual, penis berhenti ereksi secara mendadak
  • Sangat sakit
  • Darah mengalir di ujung penis
  • Di dalam urine ada darah
8. Kanker penis

Keluh-keluhan yang terkait dengan kanker penis biasanya muncul di batang atau kepala penis. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Bisul atau benjolan di kepala penis
  • Bengkak di kepala penis
  • Penebalan kulit penis atau perubahan warnanya
  • Keluar cairan berbau dari kepala penis
  • Luka di penis yang dapat menyebabkan perdarahan
  • Pembengkakan di selangkangan
Saatnya ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika penis atau penis anak Anda membengkak. Jangan tunda untuk melaporkan gejala atau keluhan berikut:

  • Nyeri penis yang parah atau ketidaknyamanan yang tidak kunjung membaik
  • Ruam menyebar cepat ke seluruh tubuh
  • Luka atau benturan yang tidak sembuh
  • kesulitan menarik kembali kulup
  • Mungkin lebih sulit untuk berkemih atau buang air kecil
  • Ketika Anda buang air kecil, kulup penis Anda menggembung
  • Kepala penis berwarna merah muda
  • Keluarnya cairan atau nanah dari lubang uretra atau kecing

Diagnosis Penis Bengkak

Dokter akan memulai diagnosis penis bengkak dengan meminta pasien untuk menjawab pertanyaan berikut:

  • Gejala yang dirasakan dan jangka waktunya
  • Penyakit yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami
  • Aktivitas seksual yang dapat dikaitkan dengan gejala
  • Metode yang digunakan pasien untuk menjaga kebersihan area kelamin mereka

Setelah itu, dokter akan memeriksa penis pasien. Mereka biasanya dapat menemukan penyebab penis bengkak dengan melihat gejala di area kelamin pasien. Namun, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk membuat diagnosis. Beberapa audit tersebut adalah:

  • Tes swab, atau sampel cairan, dari penis untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang mungkin menyebabkan gejala
  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau foto Rontgen untuk memperjelas kondisi penis dan mengidentifikasi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan
  • Pengumpulan sampel jaringan penis yang disebut biopsi dilakukan untuk menentukan kemungkinan adanya sel kanker

Pengobatan Penis Bengkak

Pengobatan penis bengkak akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya, dan dapat mencakup perawatan mandiri di rumah, penggunaan obat, atau prosedur operasi. Setiap penanganan dijelaskan di bawah ini:

Perawatan mandiri

Penderita penis bengkak dapat melakukan perawatan mandiri, seperti:

  • Bersihkan penis Anda setiap hari dengan sabun dan air yang lembut dan tidak pewangi.
  • Pijat area kelamin yang bengkak dengan kompres dingin selama 10–15 menit.
  • Hindari produk seperti deterjen, kondom lateks, atau celana dalam yang tidak menyerap keringat yang dapat menyebabkan bengkak pada penis.
  • Rendam area kelamin Anda (dalam sitz bath) dengan air hangat dan larutan garam.
  • Untuk mengurangi gatal alergi pada penis, oleskan losion kalamin.
  • Untuk mengatasi bengkak yang disertai dengan nyeri, panas, dan kemerahan, konsumsilah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen.
  • Untuk mengurangi rasa sakit dan lecet saat berhubungan seks, gunakan pelumas yang terbuat dari air.
  • Cukupi kebutuhan air putih Anda setiap hari agar buang air kecil menjadi lebih mudah dan bakteri dapat dikeluarkan dari saluran urine Anda.
Pemberian obat-obatan

Jika perawatan mandiri tidak berhasil menyembuhkan bengkak pada penis, dokter akan memberikan obat-obatan berikut:

  • Untuk mengobati bengkak pada penis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, gunakan antibiotik minum atau topikal
  • Untuk mengobati bengkak yang disebabkan oleh infeksi jamur pada penis, gunakan antijamur topikal seperti clotrimazole
  • Untuk meredakan bengkak pada penis yang disebabkan oleh alergi, iritasi, atau peradangan kulit, gunakan kortikosteroid minum atau topikal, seperti prednison atau triamcinolone
  • Untuk mengobati penis bengkak dan gatal akibat alergi, gunakan antihistamin minum atau topikal, seperti cetirizine atau diphenhydramine.
Sunat

Untuk mengobati penis bengkak yang parah seperti balanitis, priapismus, fimosis, atau parafimosis, sunat dilakukan dengan cara memotong dan mengangkat seluruh kulup dari penis.

Aspiration decompression

Aspiration decompression dapat dilakukan untuk mengatasi priapismus. Pada metode ini, dokter akan mengeluarkan darah yang menumpuk di penis. Itu akan mengurangi ereksi yang berkepanjangan.

Radioterapi

Jika pasien memiliki kanker penis stadium awal, radioterapi atau terapi radiasi dapat disarankan. Terapi radiasi menggunakan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker.

Operasi

Penis yang bengkak karena cedera diobati melalui operasi. Selama prosedur ini, dokter akan membuat sayatan di area batang penis untuk mengeluarkan darah yang membeku di bawah kulit. Selanjutnya, dokter akan memperbaiki jaringan yang robek.

Komplikasi Penis Bengkak

Jika penis bengkak tidak ditangani dengan segera, itu dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • tidak dapat melakukan hubungan intim
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Stres atau kecemasan tentang kemampuan seksual
  • Peningkatan bentuk penis yang permanen

Pencegahan Penis Bengkak

Mungkin untuk mencegah penis bengkak dengan menghindari penyakit atau kondisi yang menyebabkannya. Beberapa tindakan yang dapat diambil adalah:

  • Pastikan penis Anda bersih dan kering sebelum mengenakan pakaian dalam.
  • Jika Anda alergi terhadap lateks, gunakan kondom khusus untuk kulit sensitif.
  • Untuk menghindari penyakit menular seksual, lakukan vaksinasi HPV.
  • Hindari hubungan seksual dengan orang yang berganti-ganti pasangan atau memiliki lebih dari satu pasangan.
  • Untuk memudahkan penetrasi, gunakan pelumas.
  • Hati-hati saat melakukan hubungan seksual dalam posisi yang meningkatkan risiko cedera penis, seperti gaya doggy atau wanita di atas.
  • Ketika Anda berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola atau olahraga bela diri, Anda harus mengenakan pelindung penis.
  • Jika Anda menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit autoimun, lakukan pengobatan dan kontrol rutin.
  • Jika Anda belum melakukannya, pertimbangkan manfaat sunat.
  • Berhenti merokok