Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Kelamin

Chlamydia

Pengertian chlamydia

Chlamydia adalah jenis penyakit menular seksual yang banyak ditemui dan sangat umum terjadi. Penyakit tersebut bisa menginfeksi pria ataupun wanita. Walaupun chlamydia adalah jenis gangguan kesehatan yang mudah diobati, namun jangan sepelekan chlamydia. Bila dibiarkan dan tidak diobati dengan tuntas, gangguan ini bisa merusak sistem reproduksi, khususnya wanita dalam bentuk penyakit radang panggul yang mempersulit terjadinya kehamilan di belakang hari.

Chlamydia juga dapat mengakibatkan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim yang sangat fatal. Chlamydia yang tak ditangani dengan benar akan berisiko mengakibatkan kelahiran prematur juga infeksi mata yang bisa menyebabkan kebutaan dan pneumonia pada bayi baru lahir.

Diagnosis chlamydia

Dokter akan menentukan hasil diagnosis dari penyakit menular seksual ini dari gejala dan tanda yang ditimbulkan. Meskipun pada mulanya mungkin tidak tampak gejala yang berarti. Oleh karena itu dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan infeksi chlamydia.

Sampel yang dipakai adalah urine atau cairan dari vagina maupun penis. Umumnya jika seseorang didiganosis mengalami penyakit ini, maka pasangan seksualnya juga mesti segera diperiksa.

Gejala chlamydia

Pada umumnya orang yang terinfeksi chlamydia tidak memiliki gejala yang berarti. Meskipun tidak ada gejala khusus, infeksi ini tetaplah berbahaya dan dapat merusak sistem reproduksi.

Umumnya gejala yang terjadi pada wanita adalah:

  • Timbulnya keputihan Yang tidaknormal
  • Seperti ada rasa terbakar atau nyeri ketika buang air kecil (BAK)
  • Sakit saat menstruasi
  • Terjadi pendarahan di antara siklus menstruasi
  • Sakit perut bahkan demam
  • Nyeri saat berhubungan intim, ada rasa gatal atau terbakar di dalam atau sekitar vagina

Sementara gejala yang terjadi pada pria adalah:

  • Munul cairan bening atau sedikit keruh dari penis
  • Sakit saat buang air kecil
  • Ada rasa terbakar dan gatal di ujung penis
  • Nyeri juga bengkak pada salah satu atau kedua skrotum
  • Gejala lain yang juga bisa muncul di rektum (area ujung usus besar sebelum anus) bila orang yang terinfeksi chlamydia melakukan hubungan seksual secara anal. Gejala dapat meliputi rasa sakit pada anus, keluarnya cairan, atau perdarahan dari anus.

Pengobatan chlamydia

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh chlamydia dapat diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Dokter akan memberikan antibiotik seperti azitromisin atau doxisiklin. Pemakaian obat ini harus dengan pengawasan dokter.

Mengonsumsi obat dengan teratur sampai tuntas untuk benar-benar terbebas dari infeksi bakteri ini dan terhindar dari komplikasi sangatlah penting. Pada jangkitan yang parah mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk pemberian antibiotik lewat pembuluh darah.

Penyebab chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh infeksi bakteri, yang sebagian besar adalah lewat hubungan seksual yang tidak aman juga tanpa perlindungan, baik lewat vaginal, anal, atau oral. Infeksi ini juga bisa menyebar ke bayi lewat proses persalinan.

Waspadalah, apabila Anda pernah terinfeksi. Karena bukan berarti bila Anda pernah terinfeksi, akan memiliki antibodi. Karena, infeksi jenis ini juga dapat berulang kembali.

Pencegahan chlamydia

Sebaiknya lakukan pencegah penularan chlamydia sejak dini, siapa pun Anda. Gunakan pengaman saat melakukan hubungan intim. Apalagi jika seseorang tergolong berisiko atau pernah mengalami infeksi chlamydia. Jauhkan melakukan hubungan seks ketaka sedang terinfeksi dan sedang menjalani pengobatan.

Pastikan Anda betul-betul sembuh, sebelum melakukan hubungan intim berikutnya. Lakukan uji laboratorium terlebih dahulu bila perlu. Hal ini akan menjaga keamanan pasangan seksual Anda, juga keamanan diri sendiri.