Jantung dan Pembuluh Darah

Serangan Jantung

Kenali tekanan atau nyeri dada, sesak, keringat dingin, mual dan keluhan rahang/lengan sebagai tanda serangan jantung; tindakan memanggil ambulans, kapan aspirin dipertimbangkan, beda dari henti jantung, serta angioplasty, obat dan rehabilitasi.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanSerangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, biasanya oleh bekuan pada plak arteri koroner. Kerusakan bertambah setiap menit, sehingga gejala yang mungkin mengarah ke serangan jantung harus ditangani sebagai darurat meski masih ringan atau datang-pergi.

Gejala tidak selalu dramatis

Tekanan, remasan, penuh atau nyeri di tengah dada dapat menjalar ke satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang atau perut. Sesak, keringat dingin, mual, lemas tak biasa dan pusing dapat terjadi tanpa nyeri dada kuat, terutama pada perempuan, lansia dan diabetes. Gejala tidak dapat dipastikan sebagai maag atau panik di rumah.

Hubungi ambulans, jangan menyetir sendiri

Layanan darurat dapat memulai ECG dan terapi dalam perjalanan serta membawa ke fasilitas yang tepat. Duduk/berbaring nyaman, longgarkan pakaian dan siapkan daftar obat. Bila orang tidak responsif dan tidak bernapas normal, mulai CPR dan gunakan AED bila tersedia. Serangan jantung berbeda dari henti jantung tetapi dapat memicunya.

Nyeri dada atau sesak mendadak adalah daruratPanggil ambulans sekarang untuk tekanan/nyeri dada lebih dari beberapa menit atau berulang, terutama dengan sesak, keringat dingin, mual, pusing atau nyeri rahang/lengan. Jangan menunggu membaik dan jangan menyetir sendiri.

Aspirin hanya bila aman

Orang dewasa sadar dengan nyeri dada nontraumatik dapat diminta petugas untuk mengunyah aspirin dosis pertolongan pertama bila tidak alergi, tidak memiliki risiko/perdarahan aktif dan tidak pernah dilarang dokter. Bila ragu, tunggu petugas—jangan menunda panggilan. Jangan memakai aspirin untuk nyeri dada setelah trauma atau dugaan stroke.

Arteri perlu dibuka secepat mungkin

ECG dan troponin membantu diagnosis. PCI/angioplasty dengan stent adalah terapi utama untuk banyak STEMI; obat pelarut bekuan digunakan pada situasi tertentu. Obat antiplatelet, statin dan terapi lain mengurangi kejadian ulang. Cardiac rehabilitation, berhenti merokok, aktivitas, nutrisi dan kepatuhan obat memperbaiki pemulihan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Heart Association — heart attack warning signs, American Heart Association — first aid guidelines. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.