Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Jantung

ARDS

Pengertian ARDS

ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) adalah kondisi dimana cairan dari pembuluh darah menetes keluar dan memuat kantung-kantung udara di paru. Alhasil, paru tidak tahan menerima udara dengan sebanyak-banyaknya.

Dengan merosotnya kekuatan paru-paru ini menyebabkan Persediaan oksigen dalam tubuh menyusut drastis. Napas sesak adalah salah satu penandanya. Jika tidak segera diatasi, ARDS bisa menyebabkan kerusakan beragam organ karena tidak tercukupi pasokan oksigen. Ginjal mengalami gangguan, sehingga meyebabkan gagal ginjal, otak terserang stroke, bahkan menyebabkan kematian.

Bagian risiko utama ARDS ialah memiliki penyakit kronis serta sudah menebar ke peredaran darah (sepsis). Individu dengan sejarah kecanduan alkohol juga berisiko menderita ARDS di kemudian hari.

Diagnosis ARDS

Guna menetapkan diagnosia ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) dibutuhkan pemeriksaan fisik, foto X-Ray dada atau CT-scan, juga pengamatan kadar oksigen darah.

Ketika pengamatan fisik, bila ditemukan terdapat adanya gejala sesak napas dan kenaikan frekuensi napas di atas nilai normal. Untuk ARDS yang cukup kronis, pengidap bisa tidak sadarkan diri dikarenakan kekurangan asupan oksigen.

Pemeriksaan rontgen dan CT-scan dada. Pada pemeriksaan rontgen dada akan didapatkan gambaran paru yang mengandung cairan di dalamnya. Dari hasil rontgen ini juga dapat dievaluasi area mana yang terkena dan seberapa luas dampaknya. Sedangkan pada pemeriksaan CT-scan, gambaran cairan di paru dapat dilihat dengan lebih detail dari berbagai sisi pandang.

Saat pemeriksaan laboratorium dilakukan bisa didapati kandungan oksigen dalam darah. Pengamatan lanjutan semacam penguraian cairan paru dibutuhkan guna memastikan pemicu dan sumber infeksi yang terjadi.

Berhubung gejala ARDS persis dengan beragam penyakit yang bermuara dari jantung, bahwa penyidikan jantung juga dibutuhkan guna pembuktian kajiannya. Pemeriksaan ini mencakup echocardiografi atau USG jantung dan elektrokardiografi (EKG).

Penyebab ARDS

Penyebab Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) hingga saat ini belum ditemukan dengan pasti. Akan tetapi jangkitan (infeksi) berat dan sejarah tekanan jiwa diduga menjadi faktor risiko utama.

Normalnya, pembuluh darah mempunyai selapis membran yang melindungi darah agar tetap di dalam pembuluh darah. Dikarenakan trauma dan juga infeksi, membran bisa menghadapi kecacatan yang mengakibatkan darah meresap keluar dari pembuluh darah dan masuk ke dalam paru-paru.

Pada umumnya infeksi yang diakibatkan ARDS adalah infeksi berat, dan sudah menyebar ke darah (sepsis). Bukan hanya sepsis, infeksi di pankreas, pneumonia, overdosis obat-obatan dan kecelakaan juga dapat menyebabkan ARDS ini.

Gejala dan tanda-tanda ARDS

Tanda dan gejala yang kelihatan pada penderita ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) mencakup:

  • Dyspnea (sesak napas berat)
  • Delirium (penurunan kesadaran)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Saluran napas melebihi dari keadaan normal

Pengobatan atau terapi ARDS

Terapi utama untuk penanggulangan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) bertujuan untuk membersihkan asupan oksigen tubuh ke angka normal. Hal ini bisa dilaksanakan dengan pelbagai cara, misalnya:

Pemakaian masker oksigen
ARDS dengan tanda yang tidak kronis, penggunaan oksigen layak hanya dilakukan dengan masker yang meliputi hidung dan mulut.

Ventilator mekanik (ventilasi buatan dengan alat mekanis)
Dimana alat ini dibutuhkan oleh penderita ARDS kronis. Alat ini bekerja selaku alat bantu pernapasan guna memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Lain dari oksigen, tidak kalah pentingnya adalah pemberian cairan yang cukup kepada penderita. Ini dapat diberikan melalui cairan infus. Terpenuhnya cairan didalam tubuh menjadi hal mutlak guna menjamin kelancaran peredaran darah dan oksigen ke seluruh organ dalam tubuh.

Obat-obatan berguna untuk mengatasi infeksi, mencegah penggumpalan darah di kaki dan paru, menekan rasa sakit, dan untuk memberikan sedasi pada penderita ARDS.

Komplikas dari ARDS

Adalah penting, bila ARDS tidak segera diatasi. ARDS dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Bergumpalnya darah di kaki, disebabkan berbaring terlal lama di tempat perawatan.
  • Pneumothorax (PTX) atau meningkatnya represi udara di paru-paru karena pemakaian ventilator dengan tekanan tinggi.
  • Infeksi akibat kontaminasi dari alat bantu napas.
  • Fibrosis paru atau penyusunan jaringan ikat di paru yang membuat pasien semakin sulit bernafas.
  • Turunnya daya berpikir dan kognitif dikarenakan sedikitnya kadar oksigen dengan jangka panjang.
  • Melemahnya otot karena berbaring terlalu lama.

ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) bisa bendung dengan menjauhi beragam bagian risikonya. Unutk infeksi paru, ARDS dapat ditepis dengan penggunaan obat-obat guna meredakan infeksi yang melandasi.