Primer dan sekunder memiliki risiko berbeda
Raynaud primer sering simetris, bermula lebih muda dan tidak menyebabkan luka. Raynaud sekunder dapat terkait scleroderma, lupus, penyakit pembuluh, carpal tunnel, getaran atau obat tertentu; serangannya dapat asimetris, sangat nyeri dan menimbulkan ulkus. Foto saat serangan serta catatan pemicu membantu konsultasi.
Pemeriksaan mencari penyakit yang mendasari
Dokter menilai kulit, nadi, sendi dan pola serangan. Nailfold capillaroscopy membantu melihat pembuluh di pangkal kuku; ANA dan tes lain dipilih bila ada petunjuk autoimun, bukan wajib untuk semua. Onset baru setelah usia 30, luka, bengkak sendi, ruam atau kelemahan memerlukan evaluasi lebih mendalam.
Hangatkan tubuh secara bertahap
Pindah ke tempat hangat, gerakkan jari dan gunakan air hangat—bukan panas menyengat. Sarung tangan, lapisan pakaian dan menjaga inti tubuh tetap hangat mencegah serangan. Berhenti merokok/vape dan batasi pemicu; tinjau dekongestan, stimulant, beta-blocker atau obat migrain bersama dokter, jangan hentikan resep sendiri.
Obat digunakan bila gejala mengganggu
Calcium-channel blocker seperti nifedipine sering menjadi pilihan awal; vasodilator lain dipakai pada kasus tertentu. Raynaud sekunder juga memerlukan terapi penyakit dasarnya serta perawatan luka. Suntikan atau operasi saraf jarang dan terbatas pada kasus berat. Merendam dalam es untuk 'melatih' pembuluh justru berbahaya.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAMS — Raynaud's phenomenon, NIAMS — Diagnosis and treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.