Anatomical dan functional entrapment
Pada bentuk anatomical, hubungan arteri dan otot terbentuk tidak biasa sejak perkembangan. Pada functional PAES, otot yang besar menekan arteri meski anatomi dasar tampak normal. Kaki dapat dingin setelah latihan, kesemutan, burning atau kebas; bila vena ikut tertekan dapat terasa berat dan bengkak. Gejala dapat satu atau dua sisi.
Tes dilakukan dengan provokasi
Nadi dan ABI saat istirahat dapat normal. ABI sebelum/sesudah treadmill, duplex ultrasound saat plantar flexion/dorsiflexion, serta MRA atau CTA dengan manuver membantu menunjukkan kompresi dan anatomi. Angiography dipakai bila tetap tidak jelas. Chronic exertional compartment syndrome, stress fracture, nerve entrapment, adventitial cystic disease, PAD dan DVT harus dibedakan; kompresi pada orang tanpa gejala saja tidak membuktikan PAES.
Jangan terus berlatih menembus nyeri
Hentikan aktivitas pemicu dan konsultasikan tingkat latihan sementara; stretching atau fisioterapi tidak membetulkan jebakan anatomical. Analgesic hanya menutupi gejala. Bila gejala bermakna, operasi melepas otot/fibrous band adalah terapi definitif; arteri yang stenosis, thrombosis atau aneurysm mungkin perlu repair atau bypass. Functional PAES memerlukan penilaian pusat berpengalaman karena diagnosis dan pilihan terapi lebih rumit.
Hasil baik bila ditangani dini
Pelepasan sebelum kerusakan arteri biasanya memberi pemulihan penuh dan return-to-sport bertahap. Keterlambatan dapat menyebabkan scar, clot dan ischemia sehingga operasi lebih besar. Setelah tindakan, tim memantau aliran darah dan memberi program aktivitas. Anticoagulant atau antiplatelet hanya bila diresepkan berdasarkan kerusakan arteri, bukan rutin untuk semua.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic — PAES symptoms and causes, Mayo Clinic — PAES diagnosis and treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.