Beranda/Pembuluh Darah dan Kedokteran Olahraga/Popliteal Artery Entrapment Syndrome (PAES)

Pembuluh Darah dan Kedokteran Olahraga

Popliteal Artery Entrapment Syndrome (PAES)

Pahami PAES sebagai penekanan arteri poplitea oleh otot atau struktur betis pada orang muda aktif; kram betis saat olahraga yang reda dengan istirahat, kaki dingin, kesemutan atau kebas; beda dari strain, stress fracture, chronic exertional compartment syndrome, DVT dan PAD; ABI setelah latihan, duplex dengan manuver, MRA/CTA dan angiography; pembatasan aktivitas sementara serta operasi pelepasan dengan rekonstruksi bila arteri rusak; dan kaki mendadak dingin-pucat tanpa nadi sebagai darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanPAES adalah kondisi langka ketika arteri poplitea di belakang lutut terjepit oleh otot betis atau struktur sekitarnya. Gejala khas berupa kram betis saat berlari atau aktivitas yang reda setelah berhenti. Kondisi sering mengenai atlet muda tanpa faktor atherosclerosis, sehingga mudah disangka cedera otot.

Anatomical dan functional entrapment

Pada bentuk anatomical, hubungan arteri dan otot terbentuk tidak biasa sejak perkembangan. Pada functional PAES, otot yang besar menekan arteri meski anatomi dasar tampak normal. Kaki dapat dingin setelah latihan, kesemutan, burning atau kebas; bila vena ikut tertekan dapat terasa berat dan bengkak. Gejala dapat satu atau dua sisi.

Tes dilakukan dengan provokasi

Nadi dan ABI saat istirahat dapat normal. ABI sebelum/sesudah treadmill, duplex ultrasound saat plantar flexion/dorsiflexion, serta MRA atau CTA dengan manuver membantu menunjukkan kompresi dan anatomi. Angiography dipakai bila tetap tidak jelas. Chronic exertional compartment syndrome, stress fracture, nerve entrapment, adventitial cystic disease, PAD dan DVT harus dibedakan; kompresi pada orang tanpa gejala saja tidak membuktikan PAES.

Kaki mendadak pucat, dingin atau tanpa nadi adalah daruratKe IGD segera bila nyeri tungkai mendadak berat, kaki pucat/dingin, kebas atau lemah, nadi sulit diraba, atau gejala tidak reda setelah istirahat. Bengkak satu betis mendadak, sesak atau nyeri dada juga perlu pertolongan karena dapat menandakan bekuan darah.

Jangan terus berlatih menembus nyeri

Hentikan aktivitas pemicu dan konsultasikan tingkat latihan sementara; stretching atau fisioterapi tidak membetulkan jebakan anatomical. Analgesic hanya menutupi gejala. Bila gejala bermakna, operasi melepas otot/fibrous band adalah terapi definitif; arteri yang stenosis, thrombosis atau aneurysm mungkin perlu repair atau bypass. Functional PAES memerlukan penilaian pusat berpengalaman karena diagnosis dan pilihan terapi lebih rumit.

Hasil baik bila ditangani dini

Pelepasan sebelum kerusakan arteri biasanya memberi pemulihan penuh dan return-to-sport bertahap. Keterlambatan dapat menyebabkan scar, clot dan ischemia sehingga operasi lebih besar. Setelah tindakan, tim memantau aliran darah dan memberi program aktivitas. Anticoagulant atau antiplatelet hanya bila diresepkan berdasarkan kerusakan arteri, bukan rutin untuk semua.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic — PAES symptoms and causes, Mayo Clinic — PAES diagnosis and treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.