Beranda/Tuberkulosis dan Kulit/Skrofuloderma (Tuberkulosis Kulit)

Tuberkulosis dan Kulit

Skrofuloderma (Tuberkulosis Kulit)

Pahami skrofuloderma sebagai TB kulit akibat penyebaran langsung dari kelenjar atau jaringan di bawahnya: benjolan yang melunak dan bersinus, biopsi dan tes molekuler, pemeriksaan TB organ lain, terapi kombinasi, serta pencegahan penularan.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanSkrofuloderma adalah bentuk tuberkulosis kulit ketika Mycobacterium tuberculosis menyebar langsung dari fokus di bawah kulit—sering kelenjar getah bening, tulang atau sendi. Benjolan kronis dapat melunak, pecah dan membentuk saluran keluar, lalu meninggalkan parut tidak rata.

Lokasinya sering mengikuti kelenjar

Leher, ketiak atau selangkangan sering terkena. Nodul dalam awalnya keras lalu melekat, berubah kebiruan, membentuk abses dingin dan sinus yang mengeluarkan cairan. Nyeri atau demam bisa minimal. Infeksi bakteri, hidradenitis, jamur dalam, atypical mycobacteria dan kanker dapat menyerupai sehingga tampilan saja tidak cukup.

Sampel jaringan membantu memastikan

Biopsi untuk histopatologi, pewarnaan, kultur dan tes molekuler TB meningkatkan kepastian serta menilai resistansi. Hasil apusan dapat negatif karena jumlah kuman sedikit. Dokter juga mencari TB paru/kelenjar/tulang dengan riwayat, pemeriksaan, foto dada dan sampel yang relevan serta menawarkan tes HIV sesuai pedoman.

Batuk darah atau reaksi obat memerlukan pertolonganCari bantuan segera untuk batuk darah, sesak, penurunan kesadaran, kuning, muntah terus, penglihatan berubah atau ruam melepuh setelah obat TB. Periksa luka yang makin merah, sangat nyeri, berbau, berdarah atau disertai demam; jangan dipencet atau ditutup ramuan.

Terapi mengikuti regimen TB

Skrofuloderma diobati dengan kombinasi obat antituberkulosis sesuai pedoman nasional dan hasil resistansi, biasanya melalui program TB. Minum satu obat saja atau berhenti ketika luka membaik dapat menyebabkan gagal terapi dan resistansi. Dokter memantau hati, interaksi obat, penglihatan serta efek samping; operasi terbatas pada diagnosis atau komplikasi tertentu.

Penularan bergantung adanya TB aktif lain

Luka kulit sendiri biasanya jauh kurang menular dibanding TB paru yang mengeluarkan kuman, tetapi pasien harus dinilai untuk penyakit paru bersamaan. Tutup luka dengan balutan bersih, cuci tangan dan jangan berbagi bahan perawatan. Skrining kontak serta pencegahan ditentukan petugas TB berdasarkan lokasi penyakit dan hasil pemeriksaan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — Tuberculosis fact sheet, WHO — Consolidated TB treatment and care guidelines, WHO — Extrapulmonary TB guideline (cutaneous TB). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.