Lokasinya sering mengikuti kelenjar
Leher, ketiak atau selangkangan sering terkena. Nodul dalam awalnya keras lalu melekat, berubah kebiruan, membentuk abses dingin dan sinus yang mengeluarkan cairan. Nyeri atau demam bisa minimal. Infeksi bakteri, hidradenitis, jamur dalam, atypical mycobacteria dan kanker dapat menyerupai sehingga tampilan saja tidak cukup.
Sampel jaringan membantu memastikan
Biopsi untuk histopatologi, pewarnaan, kultur dan tes molekuler TB meningkatkan kepastian serta menilai resistansi. Hasil apusan dapat negatif karena jumlah kuman sedikit. Dokter juga mencari TB paru/kelenjar/tulang dengan riwayat, pemeriksaan, foto dada dan sampel yang relevan serta menawarkan tes HIV sesuai pedoman.
Terapi mengikuti regimen TB
Skrofuloderma diobati dengan kombinasi obat antituberkulosis sesuai pedoman nasional dan hasil resistansi, biasanya melalui program TB. Minum satu obat saja atau berhenti ketika luka membaik dapat menyebabkan gagal terapi dan resistansi. Dokter memantau hati, interaksi obat, penglihatan serta efek samping; operasi terbatas pada diagnosis atau komplikasi tertentu.
Penularan bergantung adanya TB aktif lain
Luka kulit sendiri biasanya jauh kurang menular dibanding TB paru yang mengeluarkan kuman, tetapi pasien harus dinilai untuk penyakit paru bersamaan. Tutup luka dengan balutan bersih, cuci tangan dan jangan berbagi bahan perawatan. Skrining kontak serta pencegahan ditentukan petugas TB berdasarkan lokasi penyakit dan hasil pemeriksaan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — Tuberculosis fact sheet, WHO — Consolidated TB treatment and care guidelines, WHO — Extrapulmonary TB guideline (cutaneous TB). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.