Beranda/Infeksi Kulit dan Saraf/Kusta (Penyakit Hansen)

Infeksi Kulit dan Saraf

Kusta (Penyakit Hansen)

Pahami kusta sebagai infeksi Mycobacterium leprae pada kulit dan saraf, bukan penyakit yang mudah menular, penularan melalui kontak dekat berkepanjangan dengan pasien belum diobati, bercak pucat atau merah dengan hilang rasa, saraf menebal, kelemahan, mata dan hidung, tanda kardinal diagnosis, klasifikasi paucibacillary dan multibacillary, terapi kombinasi rifampicin, dapsone dan clofazimine, reaksi kusta yang dapat terjadi sebelum, selama atau sesudah terapi, perawatan tangan, kaki dan mata, skrining kontak serta pengurangan stigma.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kusta (Penyakit Hansen)
RingkasanKusta atau penyakit Hansen adalah infeksi kronis oleh Mycobacterium leprae yang terutama mengenai kulit dan saraf perifer. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan multidrug therapy. Kusta tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, duduk berdekatan, atau berbagi makanan; risiko terutama dari kontak dekat dan sering dengan kasus yang belum diobati.

Tanda utama

Bercak lebih pucat atau kemerahan dengan penurunan rasa sentuh, nyeri, atau suhu adalah petunjuk penting. Saraf dapat menebal dan menyebabkan kesemutan, kebas, kelemahan tangan atau kaki, luka tidak terasa, mata sulit menutup, dan gangguan hidung. Gejala berkembang perlahan selama bulan atau tahun.

Diagnosis dan klasifikasi

Diagnosis klinis mencari hilang sensasi pasti pada bercak, saraf perifer menebal dengan gangguan rasa atau kekuatan, atau basil pada slit-skin smear. Jumlah lesi, saraf, dan hasil smear mengklasifikasikan paucibacillary atau multibacillary untuk durasi terapi. Tes darah tunggal tidak mendiagnosis kusta.

Kelemahan baru atau mata tidak menutup perlu ditangani cepatSegera ke layanan kusta atau dokter bila muncul nyeri saraf, kebas atau kelemahan baru, tangan atau kaki mendadak kehilangan fungsi, mata merah atau sulit menutup, nodul nyeri dengan demam, atau luka terinfeksi. Jangan menghentikan MDT tanpa arahan.

Terapi menyembuhkan

WHO merekomendasikan kombinasi rifampicin, dapsone, dan clofazimine selama enam bulan untuk PB dan dua belas bulan untuk MB. Pasien berhenti menularkan setelah mulai terapi efektif. Jangan memakai satu obat saja karena resistensi. Warna kulit dari clofazimine dan efek darah atau hati dipantau.

Reaksi dan pencegahan disabilitas

Peradangan saraf atau nodul nyeri dapat muncul sebelum, selama, atau setelah MDT dan bukan berarti obat gagal; terapi antiinflamasi cepat mencegah kerusakan. Periksa mata, tangan, dan kaki setiap hari, lindungi dari panas dan luka, lakukan fisioterapi, serta skrining kontak rumah dan sosial sesuai program.

Mencari bantuan di IndonesiaKusta masih ditemukan di Indonesia. Puskesmas dapat melakukan penilaian awal, merujuk bila perlu, menyediakan terapi program, memeriksa kontak, dan membantu perawatan pencegahan disabilitas tanpa memisahkan pasien dari keluarga.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.