Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Parasit, Penyakit Jamur

Penyakit Jamur Hitam

Penyakit jamur hitam adalah infeksi jamur yang tergolong langka tetapi serius yang disebabkan oleh kelompok jamur Mucormycetes. Namun, penyakit jamur hitam tidak menular antar manusia.

Ketika seseorang menghirup atau menelan spora jamur Mucormycetes, mereka dapat menderita penyakit jamur hitam. Individu dengan daya tahan tubuh yang lemah atau yang sakit lebih rentan terhadap kondisi ini. Jamur ini juga dapat menginfeksi kulit melalui luka terbuka, seperti luka bakar.

Infeksi pada bagian pertama tubuh disebabkan oleh penyakit jamur hitam, juga dikenal sebagai mucormycosis. Kemudian infeksi jamur ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan otak, dan jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat fatal.

Penyebab Penyakit Jamur Hitam

Jamur Mucormycetes adalah kelompok jamur yang sering ditemukan pada bahan organik yang dapat membusuk, seperti kotoran hewan, kayu yang lapuk, tumpukan kompos, dan sayur dan buah. Karena itu, sulit bagi manusia untuk menghindari jamur ini setiap hari.

Penyakit jamur hitam dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur Mucormycetes, termasuk:

  • Rhizopus arrhizus (bakteri)
  • Mucor
  • Cunninghamella bertholletiae
  • Syncephalastrum
  • Apophysomyces
  • Lichtheimia
  • Rhizomucor pusillus

Infeksi jamur mucormycetes, juga dikenal sebagai mucormycosis, dimulai dengan spora jamur yang masuk ke dalam tubuh atau mengontaminasi luka terbuka. Setelah masuk ke dalam tubuh, spora jamur ini akan berkembang menjadi hifa, yang merupakan struktur jamur yang lebih kompleks, dan menyerang jaringan tubuh.

Selanjutnya, lokasi infeksi jamur hitam dapat menyebabkan berbagai kondisi. Ini adalah beberapa contoh:

  • Hifa dapat berkembang dan mengikis tulang di sekitarnya jika spora menempel di dinding hidung atau rongga sinus. Kemudian, hifa dapat menyebar ke mata dan otak (rhinocerebral-orbital mucormycosis).
  • Jika spora terhirup dan masuk ke dalam paru-paru, hifa dapat tumbuh di permukaannya dan mengganggu proses pertukaran oksigen.
  • Hifa dapat menyebabkan penyakit kulit jika spora menempel pada luka terbuka.
  • Hifa jamur Mucormycetes dapat menyumbat pembuluh darah, menyebabkan kematian atau kerusakan jaringan.

Faktor risiko penyakit jamur hitam

Penyakit jamur hitam dapat terjadi pada siapa saja, tetapi orang-orang dengan faktor risiko berikut lebih rentan terkena penyakit ini:

  • diabetes, terutama tanpa pengendalian
  • Infeksi HIV/AIDS
  • Jika Anda memiliki luka terbuka, seperti luka bakar atau goresan
  • Mengalami kanker
  • Mengambil bagian dalam transplantasi organ
  • mengambil obat yang dapat melemahkan daya tahan tubuh, seperti kortikosteroid atau obat imunosupresan
  • Melakukan peritoneal dialisis
  • Menjadi pasien di rumah sakit
  • Dalam keadaan asidosis metabolik
  • Mengalami kekurangan nutrisi atau malnutrisi
  • Mempunyai hemokromatosis

Gejala Penyakit Jamur Hitam

Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit jamur hitam yang dapat terjadi, tergantung pada bagian tubuh yang diserang:

1. Penyakit jamur hitam di hidung dan sinus

Penyakit jamur hitam di hidung dan sinus dapat menyebabkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan mual. Selain itu, penyakit jamur hitam juga dapat menyebabkan keluhan lain, seperti:

  • Hidung yang tersumbat
  • Mimisan
  • Berkurangnya kemampuan penciuman, misalnya hiposmia atau anosmia
  • Pilek dengan ingus kuning kehijauan yang berubah menjadi hitam secara bertahap
  • Hidung kebas
  • Pembengkakan di wajah atau mata
  • Kehitaman yang cepat dan parah di mulut atau batang hidung

Tanda-tanda bahwa jamur telah menyebar ke mata adalah rhinocerebral-orbital mucormycosis, penyakit jamur hitam di hidung yang dapat menyebar ke otak dan mata. Tanda-tanda ini termasuk mata yang menonjol ke luar, penglihatan ganda, dan kebutaan.

Penularan jamur hitam pada mata biasanya diikuti dengan penurunan kesadaran dan kelelahan otot di wajah atau tubuh, yang menunjukkan bahwa jamur sudah masuk ke otak.

2. Penyakit jamur hitam di paru-paru

Penyakit jamur hitam yang menyerang paru-paru menunjukkan gejala berikut:

  • Demam
  • Demam batuk yang semakin parah atau tidak sembuh
  • Batuk mengeluarkan darah
  • Sesak dada
  • Sakit di dada

Penyakit jamur hitam di paru-paru dapat menyebar ke dinding dada, yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan kehitaman kulit.

3. Penyakit jamur hitam di kulit

Penyakit jamur hitam di kulit dapat terjadi di permukaan kulit mana pun. Infeksi ini mungkin pertama kali muncul di satu area, tetapi dapat menyebar lebih cepat.

Penyakit jamur hitam di kulit memiliki gejala awal yang mirip dengan gejala selulitis, termasuk:

  • Memerah
  • Sakit
  • Membengkak
  • Rasa panas
  • Luka terbuka atau lepuhan

Akibat penyebaran jamur ke pembuluh darah kulit, kulit dapat lama-kelamaan kehilangan jaringannya, yang ditandai dengan warna kulit yang berubah menjadi kehitaman.

4. Penyakit jamur hitam di saluran pencernaan

Penyakit jamur hitam dapat memiliki gejala yang berbeda dan sulit dibedakan dengan penyakit lain jika menyerang saluran pencernaan. Beberapa gejala dan tanda adalah:

  • Rasa sakit di perut
  • Kembung
  • Mengalami mual dan muntah
  • Perdarahan di usus, yang menyebabkan buang air besar berdarah
  • Diare
5. Penyakit jamur hitam diseminata

Penyakit jamur hitam jenis ini menyebar melalui aliran darah dan menyerang organ tubuh seperti jantung dan limpa.

Penyakit jamur hitam diseminata biasanya terjadi pada individu yang sebelumnya telah menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Akibatnya, sulit untuk mengidentifikasi gejala yang muncul sebagai gejala penyakit jamur hitam.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera pergi ke dokter, terutama jika Anda lemah atau menderita penyakit tertentu. Periksaan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan akibat fatal dari penyakit jamur hitam.

Diagnosis Penyakit Jamur Hitam

Dokter akan menanyakan keluhan pasien, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang mereka ambil. Mereka juga akan menanyakan apakah pasien telah terpapar jamur Mucormycetes sebelum gejala muncul. Setelah itu, tes akan dilakukan oleh dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berikut untuk memastikan penyakit jamur hitam:

  • Tes KOH dilakukan pada sampel kulit yang menunjukkan gejala infeksi untuk mengidentifikasi jamur Mucormycetes.
  • Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari jaringan yang terinfeksi untuk mengidentifikasi jenis jamur yang menyebabkan infeksi.
  • Kultur jamur untuk menentukan jenis jamur yang menyebabkan infeksi pada tubuh.
  • Pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) untuk mengidentifikasi penyebaran infeksi ke organ tubuh lainnya

Pengobatan Penyakit Jamur Hitam

Untuk mencegah kerusakan jaringan yang tidak dapat diobati, penyakit jamur hitam harus segera diobati. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang digunakan pada pasien penyakit jamur hitam:

Obat-obatan

Untuk mencegah kerusakan jaringan yang tidak dapat diobati, penyakit jamur hitam harus segera diobati. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang digunakan pada pasien penyakit jamur hitam:

  • Amphotericin B
  • Isavuconazole
  • Posaconazole
Operasi

Dalam kasus yang sangat parah, dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi atau mati agar penyakit jamur hitam tidak menyebar dan menginfeksi organ lain.

Komplikasi Penyakit Jamur Hitam

Penyakit jamur hitam dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh jika tidak diobati, menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Tidak bisa melihat
  • Meningitis
  • Abses pada otak
  • Kerusakan pada saraf
  • Rasa sakit di paru-paru
  • peritonitis dan kerusakan saluran pencernaan
  • Kejang
  • Koma

Pencegahan Penyakit Jamur Hitam

Sangat sulit untuk mencegah penyakit jamur hitam, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah atau menderita kondisi tertentu. Namun, Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit jamur hitam dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Jika tidak dapat dihindari, hindari area dengan banyak debu atau tanah, seperti lokasi penggalian atau konstruksi. Jika tidak, kenakan masker dengan benar.
  • Hindari bersentuhan langsung dengan air banjir atau bangunan yang rusak setelah banjir.
  • Hindari aktivitas yang berisiko terjadi kontak langsung dengan tanah atau debu, seperti berkebun. Jika tidak memungkinkan, gunakan pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan pakaian yang menutupi tubuh Anda saat melakukan aktivitas tersebut.
  • Jika ada luka di tubuh, bersihkan dan balut luka sampai sembuh.