Gerakan sering mengenai mulut dan wajah
Mengecap, mengunyah, menjulurkan lidah, meringis, berkedip, serta gerak jari, lengan, tungkai, atau badan yang berulang dapat terjadi dan kadang tidak disadari pasien. TD berbeda dari akathisia (dorongan tidak bisa diam), acute dystonia (tarikan otot mendadak), dan drug-induced parkinsonism (kaku/lambat).
Risiko meningkat bersama paparan kumulatif
Antipsikotik generasi lama dan baru sama-sama dapat menyebabkan TD, juga metoclopramide/prochlorperazine tertentu. Usia lanjut, perempuan pascamenopause, diabetes, mood disorder, gerakan sebelumnya, dan dosis/durasi meningkatkan risiko tetapi TD dapat muncul lebih awal. Pemeriksaan AIMS berkala mendokumentasikan perubahan.
Jangan menghentikan obat mendadak
Prescriber menilai manfaat kesehatan mental/mual versus gerakan, lalu dapat menurunkan dosis, mengganti ke obat risiko lebih rendah, atau menghentikan bertahap bila aman; withdrawal dyskinesia dapat sementara memburuk. Menambah anticholinergic sering tidak membantu TD dan dapat memperburuknya, meski obat tersebut berguna untuk acute dystonia.
VMAT2 inhibitor dapat mengurangi gerakan
Valbenazine atau deutetrabenazine tersedia di beberapa negara dan efektif bagi banyak pasien, dengan pemantauan kantuk, mood, QT, dan interaksi; tetrabenazine digunakan dalam keadaan tertentu. Botulinum, speech/swallow therapy, dental protection, atau DBS sangat terpilih membantu dampak spesifik. Terapi tidak selalu menghilangkan seluruh gerakan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — Tardive dyskinesia, NINDS — Tardive dyskinesia glossary. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.