Obat, Saraf, dan Gangguan Gerak

Tardive Dyskinesia

Kenali tardive dyskinesia setelah penggunaan obat penghambat dopamin: gerakan mulut, lidah, wajah, badan atau anggota yang berulang; risiko antipsikotik dan metoclopramide, skrining AIMS, beda dari akathisia/distonia, penyesuaian obat, VMAT2 inhibitor, dan pentingnya tidak menghentikan obat sendiri.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanTardive dyskinesia (TD) adalah gangguan gerak yang dapat muncul setelah paparan obat penghambat reseptor dopamin, terutama antipsikotik dan sebagian obat antimual. Gerakan dapat menetap setelah obat dihentikan, sehingga pengenalan dan pemantauan dini penting.

Gerakan sering mengenai mulut dan wajah

Mengecap, mengunyah, menjulurkan lidah, meringis, berkedip, serta gerak jari, lengan, tungkai, atau badan yang berulang dapat terjadi dan kadang tidak disadari pasien. TD berbeda dari akathisia (dorongan tidak bisa diam), acute dystonia (tarikan otot mendadak), dan drug-induced parkinsonism (kaku/lambat).

Risiko meningkat bersama paparan kumulatif

Antipsikotik generasi lama dan baru sama-sama dapat menyebabkan TD, juga metoclopramide/prochlorperazine tertentu. Usia lanjut, perempuan pascamenopause, diabetes, mood disorder, gerakan sebelumnya, dan dosis/durasi meningkatkan risiko tetapi TD dapat muncul lebih awal. Pemeriksaan AIMS berkala mendokumentasikan perubahan.

Sulit menelan atau demam-kaku bukan TD biasaKe IGD untuk tersedak/sulit bernapas, tidak bisa menelan, gerakan mendadak leher/lidah, atau demam tinggi dengan kaku, kebingungan, keringat dan denyut cepat. Ini dapat menandakan dystonia airway atau neuroleptic malignant syndrome.

Jangan menghentikan obat mendadak

Prescriber menilai manfaat kesehatan mental/mual versus gerakan, lalu dapat menurunkan dosis, mengganti ke obat risiko lebih rendah, atau menghentikan bertahap bila aman; withdrawal dyskinesia dapat sementara memburuk. Menambah anticholinergic sering tidak membantu TD dan dapat memperburuknya, meski obat tersebut berguna untuk acute dystonia.

VMAT2 inhibitor dapat mengurangi gerakan

Valbenazine atau deutetrabenazine tersedia di beberapa negara dan efektif bagi banyak pasien, dengan pemantauan kantuk, mood, QT, dan interaksi; tetrabenazine digunakan dalam keadaan tertentu. Botulinum, speech/swallow therapy, dental protection, atau DBS sangat terpilih membantu dampak spesifik. Terapi tidak selalu menghilangkan seluruh gerakan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — Tardive dyskinesia, NINDS — Tardive dyskinesia glossary. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.