Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Obat-Obatan

Sindrom Serotonin

Sindrom serotonin terjadi ketika kadar serotonin dalam tubuh terlalu tinggi. Ini dapat terjadi karena mengonsumsi obat yang tidak sesuai dosis atau karena mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Kadar serotonin yang seimbang memengaruhi suasana hati dan banyak fungsi tubuh lainnya, seperti pembekuan darah, sistem pencernaan, dan siklus tidur.

Sejumlah faktor dapat menyebabkan kadar serotonin dalam tubuh meningkat, salah satunya adalah sindrom serotonin, yang menyebabkan kaku otot, kejang, dan demam.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Serotonin

Dalam keadaan normal, tubuh menghasilkan serotonin dalam jumlah yang seimbang, yang membantu aliran darah, pencernaan, dan pernapasan. Namun, hal-hal berikut dapat menyebabkan peningkatan kadar serotonin:

  • Menggunakan suplemen atau obat yang tidak sesuai dengan dosis
  • Menggunakan lebih dari satu obat sekaligus tanpa izin dokter
  • Menggunakan narkotika (NAPZA)

Ada beberapa obat yang dapat meningkatkan kadar serotonin, antara lain:

  • antidepresan seperti fluoxetine, sertraline, venlafaxine, dan amitriptyline
  • Obat pereda nyeri seperti tramadol, codeine, fentanyl, oxycodone, dll
  • Lithium dan obat lain untuk menyeimbangkan suasana hati
  • Obat seperti nevirapine dan efavirenz yang memperlambat perkembangan virus pada penderita HIV/AIDS
  • Ondansentron, metoclopramide, dan granisetron adalah obat yang digunakan untuk meredakan muntah
  • Dextromethamphetamine dan obat lain yang digunakan untuk meredakan batuk kering
  • Sumatriptan atau obat lain yang digunakan untuk meredakan sakit kepala sebelah atau migrain
  • suplemen herbal, misalnya ginseng
  • NAPZA, mirip dengan ekstaksi, LSD, dan kokain

Gejala Sindrom Serotonin

Gejala sindrom serotonin biasanya muncul beberapa jam setelah mengambil obat-obatan atau setelah dosisnya dinaikkan. Beberapa gejala yang paling umum adalah:

  • Bingung atau linglung
  • Gelisah atau terlihat resah
  • Bergetar atau Tremor
  • Tekanan darah naik
  • Jantung berdebar cepat
  • Sakit di kepala
  • Mengeluarkan banyak berkeringat
  • Otot kaku
  • Diare

Selain keluhan di atas, penderitanya mengalami gejala sindrom serotonin berikut, yang jika tidak ditangani dengan segera berpotensi fatal:

  • Demam yang tinggi
  • Kejang
  • Tidak teratur jumlah detak jantung
  • Mengurangi kesadaran
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala sindrom serotonin setelah mengonsumsi obat tertentu atau menambah dosis obat yang sedang Anda minum, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Anda juga disarankan untuk segera mencari pertolongan medis bila gejala terlihat parah atau makin memburuk. Jika Anda mengalami gejala demam tinggi, kejang, atau penurunan kesadaran setelah minum obat, Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Diagnosis Sindrom Serotonin

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan gejalanya sebelum melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis sindrom serotonin. Untuk memastikan diagnosis, mereka akan melakukan tes tambahan seperti:

  • Tes urin dan darah
  • Foto Rontgen bagian dada
  • CT scan

Pengobatan Sindrom Serotonin

Pengobatan untuk sindrom serotonin tergantung pada intensitas gejala. Dokter akan mengurangi dosis, meminta pasien berhenti mengonsumsi obat, atau mengganti obat tersebut dengan obat lain jika gejalanya ringan.

Untuk mengatasi gejala sindrom serotonin, dokter juga dapat meresepkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Untuk meredakan kejang dan kaku otot, gunakan benzodiazepine, seperti diazepam atau lorazepam
  • Epinephrine atau fenylephrine untuk meningkatkan tekanan darah
  • Cyproheptadine untuk menghentikan sekresi serotonin

Berhenti mengonsumsi obat yang meningkatkan kadar serotonin dapat menyebabkan keluhan sindrom serotonin ringan dalam waktu satu hingga tiga hari.

Namun, sindrom serotonin yang disebabkan oleh antidepresi memerlukan waktu hingga beberapa minggu untuk pulih. Ini karena antidepresi bertahan lebih lama di dalam tubuh daripada obat lain yang menyebabkan sindrom serotonin.

Komplikasi Sindrom Serotonin

Penanganan yang tidak tepat dari sindrom serotonin dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Hipertermia
  • Kerusakan pada otot
  • Gangguan ginjal
  • Gagal bernafas
  • Gumpalan darah yang terjadi
  • Mengurangi kesadaran
  • Kematian

Pencegahan Sindrom Serotonin

Seseorang dapat mencegah sindrom serotonin dengan menghindari sumbernya. Beberapa tindakan yang dapat diambil adalah:

  • Berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami keluhan saat menggunakan obat-obatan yang diresepkan
  • Jangan berhenti mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu
  • Jangan mengonsumsi suplemen atau obat lain tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Anda juga tidak boleh menambah dosis atau menggabungkan beberapa jenis obat dalam satu obat