Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Mata

Gangguan Penglihatan; Astigmatisme

Pengertian astigmatisme

Astigmatisme adalah salah satu jenis masalah penglihatan yang ditandai dengan pandangan kabur baik dari jarak jauh maupun dari jarak dekat, juga sangat sensitif dengan cahaya slau pada malam hari. Gangguan ini terjadi pada kornea mata yang melengkung (tidak rata).

Masalah pada mata ini juga dikenal kalangan awam dengan istilah mata silinder.

Penyebab astigmatisme

Umumnya astigmatisme terjadi dikarenakan kornea mata yang bentuknya tidak merata. Sehingga mengakibatkan cahaya yang masuk ke dalam mata diterima oleh retina ditempat yang beragam, (tidak fokus hanya di satu titik saja). Akibat inilah yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Akan tetapi penyebab lengkung kornea yang tidak merata ini belum diketahui sepenuhnya. Untuk sebagian orang, masalah ini sudah dari bawaan lahir. Sehingga besar kemungkinan gangguan ini bersifat genetik.

Diagnosis pada astigmatisme

Guna menentukan ada tidaknya astigmatisme, perlukan dilakukan pemeriksaan mata, berupa:

  • Pemeriksaan visus
    Untuk pemeriksaan ini, dokter akan memberi instruksi pasien agar membaca huruf-huruf dalam sebuah papan Snellen chart, dari jarak khusus, kurang lebih enam meter.
    Jika pada orang normal, huruf-huruf ini akan mudah dibaca dengan benar. Apabila tidak semua huruf dapat terbaca, besar kemungkinan sudah terjadi gangguan penglihatan.
  • Keratometri
    Cara ini dipakai guna menilai kelengkungan kornea. Tindakkan ini penting sekali dilakukan pada pasien astigmatisme, Agar bisa menentukan kelengkungan kacamata atau lensa kontak yang bakal digunakan pasien untuk mengatasi keluhan penglihatan diatas.
  • Pemeriksaan refraksi
    Setelah pemeriksaan visus selesai dilakukan , dokter atau akan melakukan peletakkan lensa secara bergantian di depan mata pasien.
    Nantinya dokter akan meminta pasien untuk menilai lensa yang paling cocok dan paling membantu memperbaiki penglihatan dengan optimal.

Gejala astigmatisme

Astigmatisme dimulai dari gejala yang utama yakni kaburnya penglihatan. Sulitnya untuk melihat benda pada jarak dekat maupun jauh. Biasanya orang yang memiliki gangguan tersebut juga mengalami penglihatan malam hari yang kurang baik, bisa-bisa lebih kabur.

Gejala lainnya mirip dengan gejala miopia (mata minus) dan hipermetropia (mata plus), yaitu mata mudah lelah juga sakit kepala.

Pengobatan astigmatisme

Untuk pengobatan astigmatisme, ada beberapa pilihan yaitu:

  • Kacamata
    Guna mengobati agar penglihatan penderita astigmatisme pulih kembali, penggunaan kacamata adalah metode yang paling banyak dipilih. Kacamata harus mengandung lensa silindris, bisa juga ditambah dengan lensa ukuran sferis positif atau negatif yang sesuai dengan hasil pemeriksaan.
  • Lensa kontak
    Penggunaan lensa kotak, adalah alternatif pengganti kacamata. Bentuk ukuran dan karakteristik lensanya pun sama dengan yang diterapkan pada kacamata.
  • Operasi
    Astigmatisme bisa diatasi lewat operasi guna memperbaiki kelengkungan kornea. Operasi yang bisa dilakukan yakni operasi LASIK (laser in situ keratomileusis) atau PRK (photorefractive keratectomy).

Untuk menentukan pilihan pengobatan yang paling tepat, sebaiknya penderita astigmatisme berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Pencegahan astigmatisme

Sangat disayangkan, sampai saat ini, belum ada hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya astigmatisme. Hal yang dapat dilakukan hanyalah mendeteksi astigmatisme secara dini. Segera periksakan diri ke dokter bila sudah merasa penglihatan kabur.