Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Mata

Degenerasi Makula

Pengertian degenerasi makula

Degenerasi makula, merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan menurunnya penglihatan pusat. Makula adalah bagian dari retina yang berguna sebagai ujung saraf yang peka terhadap sinyal cahaya, dan kemudian akan dihantarkan ke otak.

Age-related macular degeneration (ARMD) adalah degenerasi makula yang muncul ketika usia meuju 50 tahun ke atas. Gangguan ini dimulai dengan adanya drusen, hipopigmentasi, neovaskularisasi atau munculnya pembuluh darah baru, dan perdarahan sub-retina.

Degenerasi makula ada dua jenis, yaitu:

  1. Degenerasi makula kering.
    Umumnya dimulai dengan terdapatnya penumpukan zat sisa di bawah retina yang disebut drusen. Drusen yang menumpuk semakin banyak akan memengaruhi penglihatan. Bila terus diabaikan, bisa mengakibatkan terjadi degenerasi serta menipisnya sel yang ada di luar dari lapisan retina.
  2. Degenerasi makula basah.
    Biasanya berhubungan dengan mempengaruhi menurunnya kondisi lapisan bagian luar retina. Ini terjadi karena tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh pada bagian belakang lapisan makula. Pembuluh darah rapuh ini mengarah pada mudah bocor dan mengeluarkan darah atau cairan yang membuat jaringan parut di makula. Degenerasi makula basah juga dapat mempengaruhi penglihatan pusat lebih cepat dari pada degenerasi makula kering, bisa dalam hitungan minggu hingga bulan.

Penyebab degenerasi makula

Penyebab pasti dari degenerasi makula masih belum diketahui. Akan tetapi ada dua hipotesis yang coba menjelaskan proses terjadinya penyakit ini, yaitu sebuah teori penuaan dan teori kerusakan oksidatif.

Berjalan dengan proses penuaan, ada penimbunan lipofusin di dalam epitel pigmen. Lipofusin tersebut mempengaruhi hambatan degradasi makromolekul misalnya protein dan lemak, yang hasil akhirnya berupa kematian dari sel epitel pigmen retina.

Lain dari itu, teori kerusakan oksidatif pun berperan untuk penyakit ini. Radikal bebas menyumbang dalam terjadinya stres oksidatif dan mengakibatkan kerusakan sel.

Berapa faktor risiko degenerasi makula adalah:

  • Usia
    Semakin tua usia seseorang, maka risiko akan menderita degenerasi makula semakin besar. Risiko penyakit ini pada usia 75–85 tahun adalah 28%, sedangkan ada usia 64–74 tahun hanya 11%.
  • Gender
    Wanita akan lebih berisiko terkena degenerasi makula daripada pria.
  • Faktor keturunan
    Sebanyak 10–20% pengidap degenerasi makula mempunyai riwayat keluarga dengan hilangnya penglihatan sentral.
  • Rumpun
    Degenerasi makula lebih sering terjadi pada kalangan kulit putih dibandingkan kulit hitam.
  • Merokok
    Wanita yang merokok 25 batang per hari mempunyai risiko degenerasi makula yang lebih besar ketimbang perempuan yang tidak merokok.
  • Terpapar sinar matahari
    Terpapar sinar UV-A dan UV-B bisa meningkatkan risiko kejadian degenerasi makula.
  • Nutrisi
    Ada beberapa faktor risiko nutrisi yang berhubungan dengan kejadian degenerasi makula. Diet karotenoid yang tinggi bisa menurunkan risiko degenerasi makula neovaskuler sampai 43%.

Diagnosis degenerasi makula

Ada beberapa cara untuk memastikan diagnosis degenerasi makula, seperti funduskopi, kartu amsler, fundus fluorescein angiography (FFA), Indocyanine green angiography (ICGA). Retina penderita akan diperiksa dokter dengan menggunakan alat khusus, pembuluh darah, dan saraf optik.

Gejala degenerasi makula

Orang dengan penyakit degenerasi makula, umumnya akan mengelu adanya gejala yang ringan. Seperti penurunan lapang pandang sentral juga gangguan penglihatan kontras. Gangguan ini umumnya tidak menampakkan gejala nyeri. Penderitanya juga bisa mengeluhkan muncuknya berbagai gangguan penglihatan yang bisa dipastikan lewat pemeriksaan funduskopi atau teropong mata.

Degenerasi makula kering akan memperlihatkan gejala penglihatan yang tidak cerah, sulit beradaptasi terhadap cahaya redup, serta penglihatan samar atau tidak jelas. Sementara itu pada degenerasi makula basah, penderita akan mengeluh beberapa gejala tambahan seperti munculnya titik buta yang semakin luas, juga adanya distorsi visual garis.

Pengobatan degenerasi makula

Ada pengobatan degenerasi makula, misalnya operasi laser serta terapi foto dinamik. Kedua terapi tersebut tidak mampu mengembalikan penglihatan seperti semula, akan tetapi bisa memperlambat laju kehilangan penglihatan.

Pada degenerasi makula kering tidak bisa disembuhkan, akan tetapi bisa diperlambat dengan suplementasi vitamin serta antioksidan. Cara makan yang sehat serta berhenti merokok juga disarankan. Juga beberapa terapi lain seperti rehabilitasi penglihatan, di mana penderita dibimbing beradaptasi dengan perubahan penglihatan tengah dan pemasangan lensa teleskopik.

Sedangkan degenerasi makula basah bisa diobati melalui penyuntikan anti VEGF (anti-vascular endothelial growth factor) guna menghentikan atau mencegah hilangnya penglihatan. Obat tersebut bertujuan menghalangi pembentukan pembuluh darah baru di area makula.

Pencegahan degenerasi makula

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko degenerasi makula, misalnya:

  • Stop merokok.
  • Hindari mata terekspos langsung dari sinar ultraviolet dengan menggunakan kacamata surya.
  • Pemeriksaan mata rutin akan mendeteksi gejala gangguan mata lebih cepat.
  • Makanan sehat dengan kandungan antioksidan tinggi dan kaya vitamin.