Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kulit

Bisul; Furunkel

Pengertian bisul

Bisul atau furunkel merupakan infeksi bakteri yang menyababkan peradangan di dalam folikel rambut, yaitu lubang tempat rambut tumbuh. Pada mulanya, kulit di bagian yang terinfeksi menjadi merah dan timbul benjolan. Berjalan lima sampai delapan hari, benjolan itu mulai terisi oleh nanah dan nyeri terasa, apalagi bila tersentuh.

Umumnya bisul timbul di area kulit yang mudah berkeringat, memiliki rambut, dan bergesekan seperti ketiak, leher, bokong, wajah, dan paha. Dan, mungkin juga bisul muncul di permukaan

Bisul bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa perawatan medis. Namun, perlu diketahui dan segera periksakan diri ke dokter apabila Anda memiliki kondisi bisul seperti ini:

  • Bisul bisa menyebabkan komplikasi, bila tumbuh dibagian tulang belakang, wajah, atau hidung.
  • Terajdi pembesaran hingga mencapai diameter diatas dari 5 cm
  • Bertahan atau tidak sembuh hingga waktu 2 minggu
  • Apabila tumbuh bisul sabut, atau ada gejala penyerta seperti demam. Segera lakukan konsultasi ke dokter

Diagnosis bisul

Biasanya dokter akan memeriksa bisul dengan memperhatikan keadaan kulit pasien. Bila infeksi tersebut berulang dan tidak bisa teratasi oleh pengobatan yang sebelumnya, dokter akan memberi saran, agar melakukan pemeriksaan penunjang yaitu tes darah di laboratorium.

Tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan antibiotik yang cocok untuk melawan bakteri penyebab bisul tersebut.

Awalnya bisul adalah sebuah benjolan berukuran kecil dan keras, merah, dan terasa menyakitkan. Lalu, Beberapa hari kemudian, benjolan akan melunak dan membesar, serta nyerinya pun makin bertambah. Setelah itu, kantung nanah akan terbentuk di puncak benjolan yang mirip gunung.

Tidak perlu penanganan medis untuk mengatasi bisul, karena bisul akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, apabila keadaan makin parah, pemeriksaan diri ke dokter perlu Anda lakukan. Gejala tersebut ditandai dengan hal sebagai berikut:

  • Demam
  • Membengkaknya kelenjar getah bening
  • Benjolan terus membesar dan terasa sakit
  • Bisul terus basah, tak kunjung kering juga
  • Lebih dari satu buah dan di daerah yang sama, yang dikenal dengan istilah bisul sabut
  • Bermasalah dengan sistem imun tubuh, atau sedang dalam pengobatan yang mengganggu imunitas tubuh lalu menimbulkan bisul

Pengobatan bisul

Umumnya kasus bisul bisa sembuh dengan sendirinya dengan perawatan sendiri di rumah. Tetapi, ada juga beberapa kasus memerlukan penanganan dokter.

Melakukan perawatan Sendiri

Untuk mempercepat proses penyembuhan bisul adalah dengan melakukan pengompresan dengan kain yang basah sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Lakukan hingga selama 10 menit, tiga hingga empat kali dalam sehari. Suhu yang hangat akan membuat darah tersirkulasi dengan lancar di sekitar bisul.

Hal ini akan membuat lebih banyak lagi sel darah putih yang dihantarkan sistem imunitas tubuh agar cepat membantu penyembuhan.

Ketika bisul pecah, tutup bisul menggunakan kain kasa steril agar infeksi tidak menyebar ke area dekatnya. Setelah itu, pastikan tangan Anda bersih dari bekas kotoran bisul tersebut, dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat. Ini berguna agar bakteri tidak menyebar ke area lain tubuh atau ke individu lain.

Apabila Anda tidak tahan dengan nyerinya, Anda dapat mengonsumsi obat pereda sakit seperti parasetamol atau ibuprofen.

Bila diameter bisul besar dan terasa lunak, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Bisul dengan tampilan dan bentuk tersebut umumnya tidak akan pecah sendiri dan tidak akan bisa ditangani dengan antibiotik saja.

Dokter akan melakukan pengeluaran nanah dengan tindakan pembedahan kecil. Tindakan pasca operasi, area seputar bisul akan dibius lokal agar kebal. Lalu, bagian ujung bisul akan dilubangi dengan jarum atau pisau bedah yang sudah steril.

Tindakan ini bermaksud untuk mengeluarkan nanah dari bisul hingga selesai. Sakit akan hilang dan proses penyembuhan akan berlanjut. Peringatan, jangan pernah melakukan sendiri untuk memecahkan bisul tersebut, bisa-bisa infeksi menyebar ke area lain.

Pengobatan dengan antibiotik

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik apabila:

  • Terjadi bisul sabut
  • Demam
  • Terjadi infeksi sekunder
  • Lokasi bisul berada di wajah, karena rentan akan infeksi
  • Sakit dan tidak nyaman

Dokter akan memberikan antibiotik yang biasanya berbahan dasar penisilin seperti flucloxacillin. Bila pasien alergi penisilin, alternatif lain adalah mengonsumsi eritromisin dan klaritromisin.

Mengonsumsi antibiotik harus habis, walaupun bisul sudah sembuh. Ini bertujuan agar penyembuhannya tuntas dan infeksi benar-benar berakhir.

Pengobatan bisul dan bisul sabut yang berulang

Bila bisul atau bisul sabut muncul berulang kali akan membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Umumnya penderita bisul bisa berulang lagi karena mereka adalah carier bakteri Staphylococcus aureus. Jika demikian, pengobatan khusus mesti diberikan agar bakteri dapat dibasmi dengan tuntas.

Tindakan pengobatan bergantung pada dimana lokasi bakteri Staphylococcus pada tubuh. Bakteri yang ada di permukaan kulit bisa diatasi dengan sabun antibakteri. Bila ada ditemukan bakteri di dalam hidung, maka penderita perlu menggunakan krem antiseptik selama 10 hari.

Bisul juga bisa menjadi komplikasi. Berikut adalah komplikasi bisul yang dapat terjadi:

Karena bekas Luka

Bisul dengan ukuran besar atau bisul sabut, yang terkadang selalu meninggalkan bekas luka. Bekas luka tersebut tidak akan hilang seluruhnya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu akan pudar menjadi tidak terlalu terlihat seperti sebelumnya. Bila khawatir bekas luka akan menganggu penampilan, berikut beberapa jenis perawatan yang dapat Anda dilakukan, seperti:

  • Suntik kortikosteroid. Tindakan tersebut akan membantu pengempisan bekas luka parut.
  • Operasi plastik.
  • Kosmetika juga dapat menyamarkan bekas luka. Ini adalah tindakan alternatif, disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda

Infeksi yang menyebar

Terkadang bakteri yang ada di dalam bisul atau bisul sabut dapat menyebar ke area tubuh yang lain dan akan menybabkan terjadinya infeksi sekunder. Selulitis yaitu infeksi bakteri di kulit dan jaringan di bawahnya. Infeksi sekunder paling umum yang sering dikaitkan dengan bisul dan bisul sabut.

Infeksi sekunder lain yang mungkin akan timbul adalah:

  • Impetigo. Infeksi kulit menular yang dapat mengakibatkan luka dan lecet.
  • Sepsis artritis – infeksi sendi.
  • Osteomyelitis –  infeksi yang terbentuk di dalam tulang.
  • Endokarditis – infeksi yang berada dalam lapisan jantung.
  • Keracunan darah – infeksi darah.
  • Abses otak. Nanah yang terbentuk di dalam otak.

Infeksi-infeksi di atas tresebut perlu ditangani dengan suntikan antibiotik. Sementara itu, untuk kasus keracunan darah dan abses otak, Perlu penanganan dengan bantuan rawat intensif (ICU).

Trombosis sinus kavernosus

TSK (trombosis sinus kavernosus) adalah komplikasi bisul yang langka. Komplikasi ini bisa mengancam nyawa penderitanya. Yang bermula dari saat infeksi menyebabkan bergumpalnya darah di ruang belakang kantung mata. Gumpalan darah tersebut akan memberikan tekanan pada otak, dan mengakibatkan:

  • Sakit di kepala.
  • Mata bengkak.
  • Juga sakit pada mata.

Jika saja tidak cepat diberikan pengobatan antibiotik, thrombosis sinus kavernosus akan berakibat fatal.

Pencegahan bisul

Tumbuhnya bisul tidak selalu dapat dicegah. Coba lakukan langkah sederhana berikut:

  • Selalu lakukan kebersihan kulit secara teratur memakai produk sabun antibakteri.
  • Bersihkan luka gores, luka terbuka, atau gigitan serangga.
  • Pergunakan perban yang steril untuk melindungi luka gores, luka terbuka, dan gigitan serangga hingga luka sembuh.
  • Konsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Kebiasaan ini akan membangun sistem kekebalan tubuh Anda dan akan menurunkan risiko terjadinya infeksi kulit.
Tips agar bisul tidak menyebar

Ketika sedang bisulan, penting bagi Anda untuk mencegah supaya infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan individu sekitar Anda. Lakukan ini:

  • Selalu membersihkan tangan dengan sabun antibakteri setelah selesai menyentuh bisul.
  • Bersihkan pakaian, handuk, dan seprai dengan air panas.
  • Gunakan handuk berbeda untuk area yang terdampak dengan bagian tubuh yang tidak berdampak.
  • Pergunakan kasa steril untuk menutupi luka hingga luka benar-benar sembuh.
  • Ganti kasa penutup bisul dengan rutin.
  • Musnahkan limbah kasa steril dengan cara dibakar. Sebelumnya masukkan ke dalam plastik dan ditutup rapat sebelum dibuang ke tempat sampah atau dibakar.
  • Jangan pergi ke sauna, pusat kebugaran, dan kolam renang sampai kondisi kulit benar-benar sehat.