Raynaud sering mendahului kulit menebal
Jari berubah putih-biru-merah saat dingin, bengkak lalu menegang, luka ujung jari, telangiectasia, atau endapan kalsium dapat muncul. Reflux, sulit menelan, kembung, batuk kering, sesak, palpitasi, dan lelah mengarah ke organ dalam. Morphea atau linear scleroderma tidak sama dengan systemic sclerosis.
Tidak ada satu tes yang memastikan
Rheumatologist menggabungkan pola kulit, nailfold capillaries, Raynaud, dan antibody seperti ANA, anticentromere, anti-Scl-70, atau RNA polymerase III. Antibody positif saja bukan diagnosis. Pulmonary function, HRCT terpilih, echocardiogram, tekanan darah, urine/ginjal, ECG, dan pencernaan menilai organ bahkan sebelum gejala berat.
Terapi dipilih berdasarkan organ
Vasodilator membantu Raynaud/pulmonary hypertension; proton-pump inhibitor dan strategi makan menangani reflux; immunosuppressant atau antifibrotic digunakan untuk kulit atau interstitial lung disease tertentu. ACE inhibitor segera adalah kunci renal crisis, tetapi tidak digunakan rutin untuk mencegahnya tanpa indikasi. Corticosteroid dosis tinggi dapat meningkatkan risiko crisis.
Perawatan diri menjaga fungsi
Jaga tangan hangat, berhenti merokok, rawat luka jari, lembapkan kulit, lakukan latihan rentang gerak, dan jaga gigi/mulut kering. Makan porsi kecil serta tetap tegak setelah makan membantu reflux. Pantau tekanan darah dan fungsi paru/jantung teratur; kehamilan perlu rencana bersama tim risiko tinggi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAMS — Scleroderma overview, NIAMS — Diagnosis and treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.