IMS adalah penyebab penting, bukan satu-satunya
Chlamydia dan gonorrhea sering terlibat, bersama bakteri vagina dan anaerob. Nyeri bawah perut, nyeri saat seks, perdarahan di luar haid, discharge abnormal, demam atau nyeri kencing dapat terjadi. Gejala ringan tidak berarti aman, dan hasil tes chlamydia/gonorrhea negatif tidak menyingkirkan infeksi saluran reproduksi atas.
Diagnosis klinis sengaja memakai ambang rendah
Dokter melakukan tes kehamilan, pemeriksaan panggul, NAAT untuk IMS, HIV/sifilis dan urine; ultrasound mencari tubo-ovarian abscess atau diagnosis lain. Tidak ada satu tes yang memastikan semua kasus. Kehamilan ektopik, torsion ovarium dan appendicitis perlu dipertimbangkan pada nyeri akut.
Antibiotik dimulai sebelum semua hasil selesai
Terapi empiris mencakup gonorrhea, chlamydia dan anaerob sesuai pedoman lokal, lalu disesuaikan bila perlu. Habiskan seluruh regimen meski gejala membaik. Rawat inap dipertimbangkan saat hamil, sakit berat/muntah, abses, diagnosis bedah belum tersingkir atau tidak membaik dalam 72 jam.
Pasangan dan follow-up mencegah infeksi ulang
Pasangan seksual baru-baru ini perlu tes dan terapi sesuai petunjuk, tanpa menyimpulkan siapa sumber infeksi. Hindari hubungan seksual sampai terapi kedua pihak selesai dan gejala hilang. Kondom dan skrining IMS mengurangi risiko. Antibiotik menyembuhkan infeksi aktif tetapi tidak selalu membalik jaringan parut yang telah terbentuk.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — pelvic inflammatory disease treatment guideline, CDC — about pelvic inflammatory disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.