Bau atau warna tidak cukup untuk diagnosis
BV sering memberi cairan tipis dan bau amis, Candida lebih sering gatal dengan cairan putih kental tanpa bau, dan trichomoniasis dapat memberi cairan kuning-hijau serta iritasi. Namun pola saling tumpang tindih dan infeksi campuran mungkin. Riwayat saja sering salah; pemeriksaan cairan, pH, mikroskopi atau NAAT membantu menentukan sebab.
Tidak semua vaginitis adalah IMS
BV berkaitan dengan perubahan mikrobioma dan bukan sekadar IMS; Candida biasanya bukan ditularkan seksual. Trichomoniasis adalah IMS dan pasangan perlu terapi. Gonorrhea/chlamydia menyebabkan cervicitis atau PID dan memerlukan tes. Kadar estrogen rendah saat menyusui/menopause, sabun, douching, spermisida, benda asing atau dermatitis dapat memberi gejala tanpa patogen.
Terapi harus sesuai penyebab
BV ditangani antibiotik tertentu, Candida dengan antifungal, dan trichomoniasis dengan nitroimidazole serta penanganan pasangan. Produk OTC antijamur hanya masuk akal bila diagnosis sebelumnya benar-benar serupa; kegagalan/berulang perlu tes karena resistensi atau penyebab lain. Fluconazole oral tidak digunakan sembarang pada kehamilan, dan boric acid beracun bila tertelan serta tidak untuk self-treatment tanpa klinisi.
Jaga vulva, jangan membersihkan vagina bagian dalam
Vagina membersihkan dirinya. Hindari douching, pewangi, antiseptik, sabun keras dan vaginal steaming; bersihkan vulva luar dengan air hangat atau produk lembut tanpa pewangi. Kondom mengurangi IMS; hindari seks sampai terapi trichomoniasis/cervicitis selesai dan pasangan ditangani. Gejala berulang perlu menilai diabetes, antibiotik, estrogen dan penyakit kulit.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada ACOG — vaginitis, CDC — vulvovaginal symptoms guidelines, CDC — trichomoniasis guidelines. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.