Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Wanita

Premenstrual Dysphoric Disorder

Wanita yang mengalami masa sebelum menstruasi mengalami gangguan yang disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD), yang merupakan bentuk yang lebih parah dari sindrom pramenstruasi (PMS).

Studi menunjukkan bahwa 3 hingga 5 persen wanita mengalami PMS sebelum menstruasi. Gejalanya sendiri biasanya muncul 1–2 minggu sebelum menstruasi dan mereda 2 hingga 3 hari setelah haid.

Gejala PMS, seperti kram perut, pembengkakan payudara, dan kelelahan, tetapi PMDD menimbulkan perubahan mood yang lebih parah, yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial penderitanya.

Penyebab Premenstrual Dysp jhoric Disorder

Penyebab gangguan premenstrual dysphoric disorder (PMDD) belum diketahui secara pasti. Namun, diduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi sebelum masa menstruasi.

Selain itu, perubahan tingkat serotonin, zat yang mengatur suasana hati, juga dapat menyebabkan wanita menjadi lebih sensitif, yang dapat menyebabkan PMDD.

Faktor risiko premenstrual dysphoric disorder

Wanita mana pun dapat mengalami PMDD, tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalaminya, yaitu:

  • mempunyai sejarah keluarga dari premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
  • Mengalami trauma fisik atau emosi
  • Memiliki sejarah depresi atau kondisi emosional lainnya
  • Berat badan berlebihan
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Merokok

Gejala Premenstrual Dysphoric Disorder

PMDD biasanya memiliki gejala yang sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Perubahan suasana hati yang cepat, seperti menangis atau sedih
  • Mudah terluka dan marah
  • Putus asa dan stres
  • Stres dan kecemasan yang berlebihan
  • Kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas rutin
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Gampang lelah
  • Makan terlalu banyak atau berlebihan
  • Sakit kepala
  • gangguan tidur
  • Kram perut
  • Pain dan bengkak di payudara
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Kembung
  • Peningkatan berat badan
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, pergi ke dokter. Ini penting terutama jika gejala tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari Anda dan tidak membaik dengan perawatan mandiri.

Apabila Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera konsultasikan dengan dokter Anda:

  • Serangan amarah
  • Amarah yang tidak dapat dikontrol
  • Depresi yang parah
  • Keinginan untuk melukai orang lain atau diri sendiri
  • Kemauan untuk melakukan bunuh diri

Diagnosis Premenstrual Dysphoric Disorder

Untuk mendiagnosis PMDD, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebelum melakukan tanya jawab tentang keluhan pasien, tanggal awal gejala, siklus menstruasi, dan riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

Dokter dapat menentukan bahwa pasien mengalami PMDD dalam kasus berikut:

  • Pasien mengalami PMDD dengan lima atau lebih gejala
  • Gejala muncul antara 7 dan 10 hari sebelum menstruasi
  • Keluhan hilang dalam waktu dua hingga tiga hari setelah menstruasi
  • Gangguan suasana hati yang parah diikuti oleh gejala
  • Gejala tidak terkait dengan gangguan mental lainnya, seperti depresi berat, cemas, atau gangguan kepribadian

Dokter akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan tambahan jika gejalanya tidak memenuhi kriteria di atas.

Pengobatan Premenstrual Dysphoric Disorder

Pengobatan PMDD dirancang untuk meredakan gejala pasien dan mencegah komplikasi.

Pengobatan PMDD dapat mencakup penggunaan obat-obatan, seperti:

  • Untuk meredakan gejala terkait emosi atau perubahan suasana hati, gunakan antidepresan seperti fluoxetine atau sertraline
  • Pil KB menghentikan ovulasi sehingga kadar hormon tidak turun, mengurangi gejala PMDD
  • Untuk mengurangi keluhan fisik seperti kram perut, nyeri otot, dan pembengkakan payudara, gunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen
  • Suplemen seperti magnesium, kalsium, dan vitamin B6 dapat membantu meredakan gejala PMDD

Gejala PMDD dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti:

  • Berolahraga dengan teratur
  • Berhenti merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol dan kafein
  • Membiasakan tidur yang cukup
  • Melakukan aktivitas untuk merelaksasi, seperti yoga atau meditasi
  • Mengurangi stres secara efektif
  • Berbagi kisah dan dukungan dengan rekan perempuan

Komplikasi Premenstrual Dysphoric Disorder

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) dapat berkembang menjadi komplikasi berupa depresi berat jika tidak ditangani. Akibatnya, penderitanya dapat mengalami keinginan untuk bunuh diri.

Selain itu, PMDD dapat menyebabkan penderitanya merasa sangat tertekan, yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan pekerjaan mereka.

Pencegahan Premenstrual Dysphoric Disorder

Wanita yang memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan disarankan untuk mengobati kondisi mereka untuk mengurangi risiko terkena PMDD. Namun, kondisi ini sulit dicegah karena penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Ada beberapa cara untuk mengurangi intensitas gejala PMDD, seperti PMS:

  • Konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan seimbang
  • Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks, buah-buahan, dan sayuran
  • Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang mengandung banyak gula atau garam
  • Hindari minuman berkafein
  • Beristirahat cukup dan tidur cukup
  • Kendalikan stres Anda dan gunakan teknik relaksasi
  • berolahraga secara teratur, terutama jenis olahraga yang memperkuat otot seperti yoga